Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: LINKK Semar Latih Penyandang Disabilitas Biar Nggak Cuma ‘Nunggu Diselamatkan’
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

LINKK Semar Latih Penyandang Disabilitas Biar Nggak Cuma ‘Nunggu Diselamatkan’

Bencana nggak pernah pilih-pilih korban. Tapi sayangnya, kesiapan kita sering masih “pilih-pilih”. Di Semarang, pelan-pelan itu diubah, penyandang disabilitas diajak bukan cuma jadi yang ditolong, tapi juga yang siap nolong diri sendiri.

T. Budianto
Last updated: April 17, 2026 9:52 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
PELATIHAN KEBENCANAAN: Relawan LINKK Semar memberikan pelatihan mengenai kebencanaan kepada sejumlah penyandang disabilitas, Kamis (16/4/2026). (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Kota Semarang yang akrab sama potensi bencana kini mulai serius ngerapihin satu hal penting: kesiapsiagaan yang inklusif. Lewat kolaborasi bareng BPBD, Layanan Inklusi Kota Semarang (LINKK Semar) ngadain pelatihan mitigasi khusus buat penyandang disabilitas.

Bukan sekadar teori, kegiatan ini juga dilengkapi simulasi bencana biar peserta benar-benar ngerasain situasi darurat. Kepala Pelaksana BPBD Kota Semarang, Endro Pudyo Martantono bilang, kalau kesiapsiagaan itu wajib dipahami semua orang, termasuk penyandang disabilitas.

Baca juga: Pemprov Perkuat Hak Peyandang Disabilitas, Mulai Peluang Kerja sampai Bantuan

“Minimal bisa menyelamatkan diri sendiri sebelum bantuan datang,” ujarnya. Di pelatihan ini, peserta diajak ngerti tanda-tanda bencana, apa yang harus dilakukan, sampai langkah konkret sesuai kondisi masing-masing. Karena faktanya, tiap jenis disabilitas punya kebutuhan penanganan yang beda.

Ketua LINKK Semar, Fita menjelaskan, komunitas ini memang dibentuk buat jadi “jembatan” yang ngubungin pemerintah, relawan, dan komunitas disabilitas supaya penanganan bencana lebih adil dan nggak diskriminatif.

“Mulai dari mitigasi sampai pemulihan, semua harus ramah disabilitas,” jelasnya. Materi makin “hidup” lewat simulasi di hari kedua. Peserta dibagi jadi beberapa tim: ada yang jadi korban, tim evakuasi, pusat data, sampai dapur umum.

Latihan Evakuasi

Dari situ, mereka belajar langsung gimana evakuasi penyandang disabilitas fisik dan netra, gimana koordinasi di pengungsian, sampai urusan logistik makanan.

Yang menarik, simulasi dapur umum juga sekalian dipakai buat masak makan siang peserta. Jadi bukan cuma latihan, tapi benar-benar ngerasain “vibe” kondisi bencana. Setelah simulasi selesai, sesi evaluasi jadi momen refleksi. Banyak peserta yang mulai kebayang, “kalau ini kejadian beneran, kita harus gimana?”

Baca juga: Nggak Ada Open House, Luthfi Pilih Lebaran Bareng Anak Panti & Penyandang Disabilitas

Pelatihan ini juga melibatkan pendamping disabilitas, yang perannya krusial karena lebih paham kebutuhan masing-masing individu saat kondisi darurat. Ke depan, kegiatan seperti ini rencananya bakal digelar rutin, biar kesiapsiagaan nggak cuma jadi slogan, tapi kebiasaan.

Selama ini, penyandang disabilitas sering diposisikan sebagai “yang harus diselamatkan”. Padahal, yang lebih penting adalah memastikan mereka juga punya kesempatan buat siap. Karena dalam bencana, waktu nggak nunggu, dan kemampuan menyelamatkan diri kadang lebih cepat daripada bantuan yang dijanjikan. (tebe)

You Might Also Like

Nggak Mau Kecolongan, Lapas Purwodadi Sidak Kamar Warga Binaan

Bencana Lereng Gunung Slamet Bikin Aliran Sungai Baru di Purbalingga, Alam Sedang Murka?

BRT Mogok-Mogok? Wali Kota: Servis Total Mulai Sekarang!

Istimewa! Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK Tanpa Pakai Rompi Tahanan

PWI Kudus Kecam Premanisme dan Intimidasi terhadap Wartawan, Tuntut Ormas PP Lakukan Ini

TAGGED:bpbd semaranglinkk semarmitigasi bencanapemkot semarangpenyandang disabilitas
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Tanpa Rafinha-Dutra Lawan Persipura
Next Article Sampai Kapan Saya Terus Menjadi Santri?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Tujuh Pejabat Polres Banjarnegara Resmi Berganti

Anggaran Pendidikan 2027 Naik, Tapi Masih Kurang

Jangan Disepelekan, Ini 6 Tanda Gula Darah Tinggi

Baru Diresmikan, Jembatan Pongpet Mendadak Melengkung

Kebanyakan Daun Pepaya Bisa Bikin Tubuh Bereaksi, Simak!

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Berani Lewat Jalur Tikus, Belasan Pendaki Semeru Kena Razia 4 Buron

Juni 16, 2026
Info

Pensiun Boleh, Semangat Jangan Ikut Pensiun

Agustus 10, 2026
KERJINAN LOKAL - PLN Icon Plus memperkenalkan kerajinan batik tulis Tingal Art di Borobudur, yang mengajak masyarakat melihat prosesnya secara langsung.
Info

PLN Icon Plus Kenalkan Wastra Lokal Borobudur, Hadirkan Dukungan bagi Kerajinan Batik Tulis Tingal Art

Agustus 20, 2026
Hukum

Mbak Ita-Alwin Keluar Penjara, Bukan Bebas tapi Izin Nikahin Anak

September 26, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: LINKK Semar Latih Penyandang Disabilitas Biar Nggak Cuma ‘Nunggu Diselamatkan’
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?