Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: PWI Kudus Kecam Premanisme dan Intimidasi terhadap Wartawan, Tuntut Ormas PP Lakukan Ini
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

PWI Kudus Kecam Premanisme dan Intimidasi terhadap Wartawan, Tuntut Ormas PP Lakukan Ini

R. Izra
Last updated: April 16, 2026 8:40 am
By R. Izra
2 Min Read
Share
Ilustrasi pembungkaman pers.
Ilustrasi pembungkaman pers.
SHARE

BACAAJA, KUDUS – Insiden yang bikin geram terjadi di Kudus. Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kudus didatangi massa organisasi masyarakat (ormas) hingga berujung dugaan intimidasi terhadap wartawan.

Ketua PWI Kabupaten Kudus, Saiful Annas, langsung angkat suara. Ia mengecam keras aksi tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk ancaman serius terhadap kebebasan pers.

“Aksi seperti itu jelas tidak bisa dibenarkan. Ini mencederai kebebasan pers dan membuat wartawan merasa tidak aman saat menjalankan tugas,” tegasnya, Rabu (15/4/2026).

Bacaaja: BREAKING NEWS: Jalur Pantura Kudus Terendam Banjir, Motor Mogok Gak Bisa Lewat
Bacaaja: Tangis Anak Wartawan yang Tewas Dibakar karena Berita Pecah di MK: Saya Sebatang Kara!

Peristiwa ini terjadi pada Selasa malam (14/4/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Massa dari Pemuda Pancasila (PP) disebut mendatangi kantor PWI Kudus dan IJTI Muria Raya di Jalan Masjid.

Masalahnya, saat itu hanya ada satu wartawan dari Tribun Jateng, yakni Rifqi Gozali, yang berada di lokasi.

Di momen itulah dugaan intimidasi terjadi. Massa disebut melontarkan tekanan verbal, bahkan ada upaya memaksa wartawan tersebut untuk membuat video permintaan maaf.

Kedatangan massa disebut terkait pemberitaan soal dugaan pemerasan terhadap pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Sunan Muria. Mereka mempersoalkan ilustrasi foto yang digunakan dalam berita yang diunggah di medsos Tribun Jateng tersebut.

Namun, PWI menilai aksi itu salah sasaran. Menurut Annas, kalau ada masalah dalam pemberitaan, itu merupakan tanggung jawab media yang bersangkutan, bukan organisasi profesi seperti PWI.

PWI Kudus menegaskan, kalau ada pihak yang keberatan dengan isi berita, seharusnya ditempuh lewat mekanisme resmi sesuai Undang-Undang Pers, seperti hak jawab atau hak koreksi.

“Bukan malah datang beramai-ramai dan melakukan intimidasi. Itu jelas tidak dibenarkan,” tegas Annas.

Akibat kejadian ini, PWI Kudus menyebut ada dampak psikologis dan rasa tidak aman yang dirasakan para jurnalis.

Mereka pun mendesak pihak yang terlibat untuk bertanggung jawab dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Kasus ini jadi pengingat keras: kerja jurnalistik itu dilindungi undang-undang, dan intimidasi dalam bentuk apa pun nggak bisa ditoleransi. (*)

You Might Also Like

Luthfi Ajak Kadin Jateng Perangi Kemiskinan

Pansus Hak Angket DPRD Pati Gandeng Pakar Hukum, Siap “Kupas” Kebijakan Bupati

Mbak Ita-Alwin Kembali Melawan! Babak Baru Kasus Eks-Wali Kota Semarang, Ajukan PK

Dicatut Jadi Bestie Pemerintah, Media Ramai-ramai Bantah Klaim Qodari

7.990 Atlet Ikuti Porprov Jateng XVII, 2.769 Medali Diperebutkan

TAGGED:headlineormas pppemuda pancasilapppwi kudustribun jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Petugas mengevakuasi bangkai kendaraan yang melintang di Jalan Prof Hamka, Silayur, Ngaliyan, Kota Semarang, Jumat (10/4/2026). Truk yang diduga rem blong memicu kecelakaan beruntun, sehingga membuat kemacetan parah di lokasi. (dul) KNKT Minta Jalur Alternatif Agar Truk Industri Tak Lewat Silayur, Gimana Progresnya?
Next Article Tobatlah Kalian yang Mengaku Seniman!

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Pemprov Gandeng KPK, BPK, dan BPKP Cegah Korupsi

Hujan Mulai Mengguyur, Ahmad Luthfi Tak Mau Jateng Kecolongan Banjir dan Longsor

Agustina Sentil Budaya Wajib Ikut PKK: Organisasi Partisipatif, Bukan untuk Memaksa Warga

Banjir Semarang Terus Berulang, Akademisi Nilai Mitigasi Belum Maksimal

Agustina Pasang Alarm Antikorupsi di Pemkot Semarang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Emosi di Jalan Pahlawan Berujung Jeruji

Oktober 27, 2025
Anggota DPR RI Rahayu Saraswati mundur dari kursi DPR. Ini Mundur untuk Maju atau bagaiman?
Opini

Rahayu Saraswati Mundur dari DPR: Mundur untuk Maju atau Mundur untuk Ngopi Dulu, Ya?

September 11, 2025
Polisi dan pihak terkait meninjau korban tewas laka bus Krapyak Semarang.
Info

Daftar Identitas 16 Korban Tewas Kecelakaan Maut Bus PO Cahaya Trans di Tol Krapyak

Desember 24, 2025
Olahraga

17 KONI Dulongmas Kompak Dukung Sujarwanto Jadi Ketua KONI Jateng

September 26, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: PWI Kudus Kecam Premanisme dan Intimidasi terhadap Wartawan, Tuntut Ormas PP Lakukan Ini
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?