BACAAJA, SEMARANG- Di tengah perjuangan bertahan di Liga 2 Championship, kabar mengejutkan datang dari skuad Mahesa Jenar. Pelatih Andri Ramawi resmi mengundurkan diri, Rabu (15/4/2026).
Kabar ini pertama kali muncul lewat unggahan Instagram resmi klub. Tanpa penjelasan detail, keputusan tersebut langsung bikin suporter kaget, apalagi kompetisi tinggal menyisakan tiga laga penting.
Dan bukan laga yang santai. PSIS masih harus berhadapan dengan Persipura Jayapura, Kendal Tornado, dan PSS Sleman, tiga tim yang bisa banget menentukan nasib akhir di klasemen.
Baca juga: PSIS Pulang Bawa Satu Poin
Saat dikonfirmasi, Andri akhirnya buka suara. Keputusan mundur ini ternyata bukan soal performa tim, tapi lebih ke komitmen personal dengan pelatih sebelumnya, Alfredo Vera.
“Intinya saya punya komitmen dengan Coach Alfredo. Kalau beliau keluar, saya juga ikut. Itu komitmen kami berdua,” jelas Andri. Meski begitu, Andri nggak langsung cabut saat Alfredo lebih dulu mundur. Ia memilih tetap bertahan sementara untuk bantu tim di beberapa pertandingan terakhir.
Lumayan Stabil
“Saya sempat tetap di tim karena ingin bantu di beberapa match. Alhamdulillah posisi sekarang sudah lebih baik,” tambahnya. Selama menangani PSIS, eks pelatih Persiba Bantul ini mencatatkan enam laga dengan hasil yang lumayan stabil: dua kemenangan, tiga imbang, dan satu kekalahan.
Kontribusinya cukup terasa, terutama dalam mengangkat posisi tim dari kondisi sebelumnya. Namun, Andri juga mengakui ada pertimbangan lain di balik keputusannya, meski nggak dijelaskan secara detail.
Baca juga: PSIS Masuk Fase Krusial: Tiga Laga Tandang, Satu Kandang
Dari sisi manajemen, alasan yang disampaikan tetap sama: personal. Sekaligus mengikuti langkah Alfredo yang sudah lebih dulu hengkang. Untuk sementara, kursi pelatih bakal diisi oleh asisten pelatih Anang Dwita. Tugasnya jelas nggak ringan, mengawal tim di tiga laga terakhir yang bisa jadi penentu segalanya.
Di sepak bola, strategi bisa berubah kapan saja. Tapi kalau pelatihnya ikut “transfer” di menit-menit akhir, yang deg-degan bukan cuma pemain, tapi juga suporter yang cuma bisa berharap ending musim ini nggak ikut plot twist. (tebe)

