Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ini Cara Pemkot Bujuk Bocil Suka Makan Ikan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Ini Cara Pemkot Bujuk Bocil Suka Makan Ikan

Ngajarin anak makan ikan ternyata nggak bisa cuma disuruh-suruh. Di Semarang, caranya dibikin lebih seru, diajak main, makan bareng, sampai turun langsung ke tempat ikan “lahir”. Hasilnya? Edukasi gizi yang nggak terasa kayak pelajaran.

T. Budianto
Last updated: April 14, 2026 10:54 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
KAMPANYE GEMARIKAN: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng melakukan kampanye Gemarikan di kepada ratusan siswa SD Islam Taqwiyatul Wathon di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tambaklorok, Selasa (14/4/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng punya cara sendiri buat ngenalin pola makan sehat ke anak-anak. Nggak di kelas, tapi langsung di lapangan, tepatnya di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tambaklorok, Selasa (14/4/2026).

Sebanyak 100 siswa dari SD Islam Taqwiyatul Wathon diajak “kenalan” sama ikan, bukan cuma dilihat, tapi juga dimakan. Suasananya santai, jauh dari kesan formal. Ada kuis, ngobrol bareng, sampai makan bersama menu berbasis ikan yang dipadukan dengan sayur, susu, dan telur.

Menurut Agustina, asupan gizi itu bukan cuma soal kenyang, tapi investasi masa depan. “Kalau mau jadi pilot, dokter, atau apa pun, harus didukung nutrisi yang baik. Otak itu butuh ‘bahan bakar’ supaya berkembang optimal,” ujarnya.

Baca juga: Gerakan Pangan Murah Semarang, Wali Kota Agustina Komitmen Jaga Ketahanan Pangan

Langkah ini jadi jawaban atas kebiasaan anak-anak sekarang yang makin akrab sama fast food dibanding makanan bergizi. Lewat pendekatan yang fun, Pemkot berharap anak-anak nggak cuma paham, tapi juga mulai terbiasa makan ikan, dan nular ke rumah.

Gerakan gemar makan ikan ini nggak berhenti di TPI. Di Balai Kota Semarang, program ini disambung lewat berbagai kegiatan seperti Fisheries Expo, sarasehan Gemarikan, sampai lomba masak ikan.

Peluang Pasar Baru

Di Fisheries Expo, pelaku UMKM unjuk gigi lewat berbagai produk olahan ikan. Bukan cuma promosi, tapi juga buka peluang pasar baru. “Alhamdulillah, produk kami banyak yang terjual, tinggal sedikit,” kata Dwi Harmayanti, pelaku UMKM dari Muktiharjo Kidul.

Hal serupa juga dirasakan peserta lain. Selain jualan, mereka juga dapat ilmu baru soal pengolahan dan pemasaran. “Acara seperti ini bikin kami jadi belajar hal-hal baru yang sebelumnya belum tahu,” ujar Sudirma dari Kecamatan Genuk.

Nggak ketinggalan, kader PKK se-Kota Semarang juga ikut meramaikan lewat lomba memasak ikan. Peran keluarga pun ikut dikuatkan, karena kebiasaan makan sehat memang dimulai dari dapur rumah.

Baca juga: Lawan Beras Oplosan, Pemkot Andalkan Srikandi Pangan

Lewat rangkaian ini, Pemkot Semarang mencoba nyambungin banyak hal sekaligus: kesehatan anak, edukasi keluarga, sampai pergerakan ekonomi lokal.

Di tengah gempuran junk food yang makin “menarik”, ikan akhirnya nggak cukup cuma sehat, dia juga harus pintar cari perhatian. Kalau nggak, kalah sama ayam goreng yang lebih dulu viral. (tebe)

You Might Also Like

Rumah Pensiun Jokowi Rp 200 Miliar Lebih: Angkanya Nggak Wajar, Harus Diaudit!

Bulog Jateng Siap Serap Beras Lokal

Diterpa Isu Perselingkuhan, Pratama Arhan Ternyata Sudah Gugat Cerai Anaknya Andre Rosiade

Separuh Kota Semarang Sudah CKG, Sisanya Jangan Ngumpet

PWI Kudus Kecam Premanisme dan Intimidasi terhadap Wartawan, Tuntut Ormas PP Lakukan Ini

TAGGED:agustina wilujengheadlineHJKSmakan ikanpemkot semarangwali kota semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ketika “Seragam” Ikut Terseret Kasus Pabrik Narkoba
Next Article Aksi Solidaritas Keselamatan Jalan Sepi Pejabat, Mahasiswa Siapkan Demo Lanjutan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

WISATA SPEEDBOAT - Pengunjung Waduk Jatibarang, Semarang, swafoto di dermaga wisata speedboat. (dul)

Sudah Ada Sejak 2015, Wisata Speedboat di Semarang Ternyata Banyak yang Belum Tahu

Goa Kreo Bukan Cuma Monyet, Ada Jejak Sunan Kalijaga yang Masih Dijaga

Pakar: Insentif Kendaraan Listrik Jangan Cuma Parkir di Kota

Jangan Sampai Pesantren Jadi Tempat Takut Pulang

DAMPINGI KORBAN--Kuasa hukum korban, Sukarman (kiri) menjelaskam kasus dugaan penganiayaan petinggi HIPMI Jateng. (ist)

Korban Penganiayaan Petinggi HIPMI Jateng Buka Suara di Hadapan Penyidik Polda

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi Polri sedang melakukan patroli siber.
Daerah

Waduh! Polisi Intensif Patroli Siber, Omonganmu Pesan Burjo Lewat WA Pun Kini Bisa Diawasi

September 3, 2025
Hukum

Mbak Ita Masuk Sidang Vonis Pakai Lurik Merah, Semua Mata Tertuju

Agustus 27, 2025
Banjir bandang dan longsor memutus akses jalan menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Minggu (11//1/2026).
Daerah

Cegah Banjir, Gus Yasin Ajak Warga Rajin Bikin Biopori

Januari 25, 2026
Surat perjanjian program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berisi klausul “tanggung risiko sendiri” bikin geger netizen. Dari risiko keracunan hingga denda Rp80 ribu untuk wadah makan hilang, semuanya dibebankan ke orang tua. Foto: dok
InfoPendidikan

Surat Sakti MBG: Orang Tua Tanggung Risiko, Negara Cuci Tangan?

September 17, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ini Cara Pemkot Bujuk Bocil Suka Makan Ikan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?