Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Isu Kudeta Bikin Gaduh, Pengamat Soroti Pernyataan Pemerintah Sendiri
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Nasional

Isu Kudeta Bikin Gaduh, Pengamat Soroti Pernyataan Pemerintah Sendiri

Nugroho P.
Last updated: April 11, 2026 4:44 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
Utusan Khusus Presiden RI, Hashim Djojohadikusumo (ist)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Suasana politik yang seharusnya dijaga tetap adem justru terasa makin panas gara-gara pernyataan yang datang dari dalam lingkar kekuasaan sendiri. Hal ini disorot oleh Ray Rangkuti yang menilai publik dibuat bingung dengan narasi yang muncul belakangan ini.

Menurut Ray, pernyataan dari pihak pemerintah justru kontradiktif. Di satu sisi, ada ajakan untuk menjaga stabilitas, tapi di sisi lain muncul isu-isu besar seperti dugaan upaya kudeta yang bikin suasana makin tegang.

Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap ucapan Hashim Djojohadikusumo yang menyebut adanya upaya kudeta terhadap Presiden Prabowo Subianto. Narasi ini langsung menyita perhatian karena dinilai cukup serius dan sensitif.

Ray melihat ada yang janggal dari cara isu ini disampaikan ke publik. Ia menilai, kalau memang ingin menjaga situasi tetap kondusif, seharusnya pernyataan yang keluar juga mendukung suasana tersebut, bukan malah memperkeruh.

“Banyak pernyataan dari pemerintah yang justru membuat suasana politik tidak kondusif,” ungkap Ray dalam keterangannya. Ia menilai narasi seperti ini berpotensi memicu kekhawatiran yang sebenarnya tidak perlu.

Lebih jauh, ia menyoroti dampaknya terhadap sektor ekonomi, khususnya investasi. Dalam pandangannya, stabilitas politik adalah salah satu faktor utama yang dilihat investor sebelum menanamkan modal.

Jika pejabat sendiri sering melontarkan kekhawatiran soal keamanan politik, menurutnya, itu bisa jadi sinyal negatif bagi dunia usaha. Investor bisa ragu untuk masuk karena melihat adanya potensi ketidakstabilan.

Ray bahkan mempertanyakan siapa yang akan merasa nyaman berinvestasi di negara yang pejabatnya sendiri sering mengungkap rasa takut terhadap situasi politik di dalam negeri.

Padahal, jika melihat komposisi kekuatan politik saat ini, ia menilai posisi pemerintahan cukup solid. Dukungan di parlemen disebut mencapai sekitar 82 persen, yang menunjukkan dominasi koalisi pemerintah.

Tidak hanya itu, ia juga menilai institusi seperti TNI dan Polri berada dalam posisi yang solid di bawah komando kepala negara. Kondisi ini seharusnya memperkuat stabilitas, bukan malah memunculkan kekhawatiran.

Dari sisi sosial, dukungan juga datang dari berbagai organisasi keagamaan. Dengan kombinasi kekuatan politik dan sosial seperti itu, Ray menilai sulit membayangkan adanya upaya kudeta yang nyata.

Karena itu, ia mempertanyakan dasar dari narasi yang berkembang. Menurutnya, jika semua elemen sudah kuat dan solid, lalu apa yang sebenarnya dikhawatirkan?

Ia juga menyinggung soal munculnya kecurigaan terhadap kelompok intelektual. Dalam beberapa kasus, narasi makar bahkan diarahkan kepada pihak yang tidak memiliki basis massa atau kekuatan politik signifikan.

Bagi Ray, hal ini justru menimbulkan tanda tanya besar. Bagaimana mungkin seseorang tanpa dukungan partai, massa, atau organisasi bisa dianggap sebagai ancaman serius bagi negara?

Pandangan ini memperlihatkan adanya ketidakseimbangan antara realitas kekuatan politik dan narasi yang dibangun ke publik. Di satu sisi pemerintah terlihat kuat, di sisi lain muncul kekhawatiran yang terkesan berlebihan.

Situasi seperti ini, menurutnya, bisa berdampak pada persepsi publik. Masyarakat bisa merasa cemas, bahkan ketika kondisi sebenarnya tidak seburuk yang dibayangkan.

Ia mengingatkan bahwa komunikasi publik dari pejabat punya pengaruh besar. Setiap pernyataan bisa membentuk opini, bahkan menentukan arah kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Karena itu, ia berharap ada kehati-hatian dalam menyampaikan isu-isu sensitif. Terutama yang berkaitan dengan keamanan politik dan stabilitas negara.

Ray juga menekankan pentingnya konsistensi pesan. Jika pemerintah ingin menjaga stabilitas, maka narasi yang disampaikan juga harus selaras dengan tujuan tersebut.

Di tengah dinamika politik yang terus bergerak, ia mengajak semua pihak untuk lebih bijak dalam menyikapi situasi. Tidak semua hal perlu dibesar-besarkan, apalagi jika belum jelas dasar dan faktanya.

Menurutnya, menjaga kepercayaan publik jauh lebih penting daripada membangun narasi yang justru memicu kekhawatiran.

Di akhirnya, isu ini bukan hanya soal benar atau tidaknya dugaan kudeta, tapi bagaimana cara pemerintah mengelola komunikasi di tengah situasi yang sensitif.

Jika tidak hati-hati, kata Ray, bukan tidak mungkin narasi yang dimaksudkan untuk waspada justru berubah jadi sumber kegaduhan baru di ruang publik. (*)

You Might Also Like

Begini Gerak Cepat TNI AD Ringankan Chaos Bencana Sumatera

Ssst…Ternyata Menteri Bahlil Pernah Busung Lapar

THR Rp55 Triliun Siap Cair, Tinggal Tunggu Lampu Hijau untuk ASN, TNI-Polri

Kutuk Serangan ke Iran, MUI Desak Pemerintah Pertimbangkan Mundur dari BoP

KPU ‘Lock’ 16 Dokumen Syarat Capres-Cawapres Untuk Dipublish

TAGGED:hashimkudetaPrabowo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Balita Ditolak Rumah Sakit, Polisi Ini Langsung Bergerak Cepat
Next Article Ilustrasi ASN yang tergabung dalam Korpri. (istimewa/net) Iming ASN Tanpa Tes, Warga Gresik Tertipu Ratusan Juta

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Belajar Ikhlas Lewat Kurban

Pemkot Semarang Lagi Serius Soal Gotong Royong

GAJI - Ilustrasi uang rupiah sebagai gaji bulanan.

Rata-rata Gaji Dosen Indonesia Rp3,36 Juta per Bulan, Lebih Gede Bayaran Pegawai MBG?

Juleha di Jateng Harus Bersertifikat

SERAHKAN HEWAN KURBAN - Sekretaris DPD PDIP Jateng secara simbolis menyerahkan hewan kurban kepada panitia kurban. (ist)

PDIP Jateng Kurban 17 Sapi dan 20 Kambing, Sumanto: Kami Salurkan ke Berbagai Wilayah

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ketua DPP PDIP, Ganjar Pranowo.
Politik

Survei IPI: Ganjar Masuk Tiga Besar Kandidat Capres 2029, Ada Nama Baru Masuk Radar

Februari 11, 2026
Nasional

Hercules Indonesia Hujani Gaza dengan 28 Ton Bantuan Kemanusiaan

Agustus 19, 2025
SETIAP hari, masyarakat diminta untuk terus sibuk membicarakannya. Mulai dari keturunan PKI, ijazah palsu, kondisi fisik yang sakit-sakitan setelah tidak lagi menjabat presiden, bahkan isu kematiannya, pemakzulan Wapres Gibran, hingga wacana penugasan ngantor ke Papua.
Unik

Agenda Besar Jokowi: Exit Strategi dan “Menolak Punah”

Juli 15, 2025
Presiden Prabowo Subianto diwawancara wartawan saat menghadiri acara di SRMA 10 Margaguna, Jakarta Selatan, Kamis (11/9/2025).
Info

Keras! Istana Cabut Kartu Liputan Reporter CNN Gara-gara Nanya Soal MBG ke Presiden

September 28, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Isu Kudeta Bikin Gaduh, Pengamat Soroti Pernyataan Pemerintah Sendiri
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?