BACAAJA, SEMARANG- Di tengah padatnya aktivitas warga Kota Semarang, Taman Garot di kawasan Kelurahan Lamper Kidul, Semarang Selatan hadir sebagai ruang terbuka yang sederhana, namun punya daya tarik tersendiri. Letaknya yang berada di jalur utama di wilayah Lampir Kidul membuat taman ini mudah dijangkau, terutama oleh warga sekitar yang ingin melepas penat tanpa harus pergi jauh.
Dari pantauan di lokasi, taman ini terlihat bersih dan cukup terawat. Area bermain dan tempat duduk tertata rapi, menciptakan suasana yang nyaman untuk sekadar duduk santai di sore hari. Namun, ada satu hal yang menjadi magnet utama bagi pengunjung, yakni fasilitas wifi gratis yang tersedia dan terbilang cukup kencang.
Baca juga: Taman Tirto Agung Pedalangan: Ramai Terus, Tapi Minim Kursi
Faishol (20), salah satu pengunjung, mengaku sering datang ke taman tersebut bukan hanya untuk bersantai, tetapi juga memanfaatkan akses internet yang ada. “Saya ke sini ya karena ada wifi gratis. Lumayan kencang, jadi enak buat duduk santai sambil buka-buka HP, apalagi sore hari,” ujarnya. Rabu (8/4/2026).
Hal serupa juga disampaikan Aldo (19). Ia mengatakan taman ini menjadi pilihan tempat berkumpul bersama teman-temannya, terutama untuk menghabiskan waktu luang. “Lebih enak main ke sini, bisa sambil nge-game juga. Tempatnya santai, nggak terlalu ramai, jadi nyaman buat nyore,” katanya.
Nilai Lebih
Keberadaan Taman Garot menunjukkan bahwa ruang publik yang sederhana pun bisa memiliki nilai lebih jika dikelola dengan baik dan dilengkapi fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Bukan hanya sebagai tempat bersantai, taman ini juga menjadi ruang interaksi sosial sekaligus titik akses digital bagi warga sekitar.
Baca juga: Taman Gajahmungkur Semarang Kini Dijaga Polisi Teladan, Ini Sosoknya
Di tengah perkembangan kota yang semakin pesat, ruang-ruang seperti ini menjadi penting bukan hanya untuk rekreasi, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat urban yang semakin bergantung pada konektivitas.
Di zaman kuota jadi kebutuhan pokok kedua setelah makan, taman dengan wifi gratis mungkin bukan sekadar fasilitas, tapi sudah naik kasta jadi “tempat ibadah” baru: tempat orang cari sinyal… dan sedikit ketenangan hidup. (dul)


