BACAAJA, SEMARANG- PSIS Semarang benar-benar masuk fase krusial di Liga 2 musim 2025/2026. Dengan 19 poin per 6 April, posisi skuad besutan Andri Ramawi ini memang masih sedikit di atas Persiba Balikpapan yang mengoleksi 17 poin.
Tapi jangan salah, selisih tipis ini justru bikin situasi makin tegang. Zona aman belum benar-benar aman, alarm bahaya sudah mulai bunyi. Masalahnya bukan cuma di klasemen, tapi juga jadwal.
Baca juga: Main di Kandang, PSIS Malah Kecolongan
Dari empat laga tersisa, tiga di antaranya adalah laga tandang. Artinya, Mahesa Jenar harus siap mental dan fisik buat “perang” di markas lawan. Ujian terdekat datang dari derby Jateng melawan Persiku Kudus di Stadion Wergu Wetan, Kudus, pada 11 April mendatang. Derby selalu panas, dan ini jelas bukan laga biasa.
Belum selesai di situ, PSIS harus langsung terbang jauh ke Papua untuk menghadapi Persipura Jayapura pada 18 April. Perjalanan panjang plus tekanan suporter lawan bisa jadi kombinasi yang bikin goyah.
Lini Depan
Pelatih Andri Ramawi juga sadar betul PR timnya, terutama di lini depan yang masih kurang “nendang”. Kekalahan 0-1 dari Barito Putera di kandang sendiri jadi bukti nyata. “Kami harus lebih tajam di depan. Satu peluang hilang bisa jadi penyesalan,” ujarnya.
Satu-satunya kesempatan “napas” ada saat PSIS main di kandang melawan Tornado FC pada 25 April. Laga di Jatidiri ini bisa dibilang partai hidup-mati. Kalau menang, peluang bertahan di Liga 2 masih terbuka lebar.
Baca juga: Hadapi Barito, PSIS Siapkan Strategi Khusus
Tapi kalau terpeleset? Tekanan bakal makin memuncak jelang laga terakhir di markas PSS Sleman pada 2 Mei. Empat laga ini bukan sekadar jadwal penutup musim. Ini adalah ujian mental, konsistensi, dan harga diri tim sebesar PSIS Semarang. (tebe)
Jadwal Sisa Laga PSIS Semarang:
- 11 April : Persiku vs PSIS (Away)
- 18 April : Persipura vs PSIS (Away)
- 25 April : PSIS vs Tornado FC (Home)
- 2 Mei : PSS vs PSIS (Away)


