Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jateng Kejar Swasembada: Produksi Digenjot, Irigasi Diperbaiki, Petani Dapat Asuransi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Jateng Kejar Swasembada: Produksi Digenjot, Irigasi Diperbaiki, Petani Dapat Asuransi

Pemprov Jateng terus memperkuat langkah menuju swasembada pangan pada 2026 melalui strategi terintegrasi berbasis data dan intervensi lapangan. Upaya tersebut dilakukan dengan menggenjot produksi, memperbaiki infrastruktur pertanian, hingga memberikan perlindungan bagi petani.

T. Budianto
Last updated: April 7, 2026 9:31 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
PANEN PADI: Seorang petani di Jateng memanen padi di sawah, beberapa waktu lalu. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares menyampaikan, hingga awal 2026 sejumlah indikator produksi menunjukkan tren positif, meskipun masih dalam tahap awal musim tanam.

Untuk komoditas padi, dari target 10,55 juta ton gabah kering giling (GKG), realisasi hingga April 2026 mencapai sekitar 4,16 juta ton atau 39,48 persen. Produksi jagung dari target 3,7 juta ton telah mencapai 984.959 ton atau 26,62 persen. Sementara kedelai masih pada tahap awal dengan capaian 762 ton dari target 52.790 ton.

Pada sektor hortikultura, produksi bawang merah tercatat 144.705 ton dari target 617.015 ton, sedangkan cabai mencapai 80.892 ton dari target 456.621 ton. Di sektor peternakan, produksi telur, daging, dan susu juga menunjukkan perkembangan dengan capaian masing-masing 25,95 persen, 33 persen, dan 23,41 persen dari target tahunan.

Baca juga: Swasembada Pangan Takluk di Kaki Donald Trump? RI akan Impor 1.000 Ton Beras dari AS

Meski masih berproses, neraca pangan Jawa Tengah relatif aman. Hingga Maret 2026, surplus beras tercatat mencapai 702.409 ton. Surplus juga terjadi pada komoditas daging dan telur selama triwulan pertama 2026. “Yang perlu menjadi perhatian berikutnya adalah distribusi agar surplus ini merata dan harga tetap stabil,” ujar Tavares.

Untuk mendukung target produksi, Pemprov Jateng mengalokasikan berbagai program strategis, di antaranya bantuan benih dan sarana produksi untuk padi seluas 47.200 hektare, jagung 3.200 hektare, kedelai 3.000 hektare, serta cabai dan bawang merah.

Intervensi juga dilakukan pada sektor perkebunan, seperti pengembangan tebu, kopi, dan kelapa. Dari sisi infrastruktur, pemerintah merehabilitasi 334 paket jaringan irigasi tersier serta membangun 75 paket irigasi perpipaan guna mendukung ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Modernisasi Pertanian

Modernisasi pertanian turut diperkuat melalui distribusi alat dan mesin pertanian, seperti rice transplanter, traktor, pompa air, hingga combine harvester.

Di sisi perlindungan petani, pemerintah menyediakan program asuransi usaha tani padi dan asuransi tembakau, serta subsidi suku bunga pembiayaan bagi ratusan paket usaha tani. Selain itu, pengendalian organisme pengganggu tanaman dan program kesehatan hewan juga terus digencarkan melalui vaksinasi dan pengobatan ternak.

Menurut Tavares, pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga menjaga keberlanjutan sistem pertanian, termasuk melalui peningkatan indeks pertanaman dan pemanfaatan teknologi.

Baca juga: Sawah Dijagain Ketat: Jateng Main Keras demi Swasembada Pangan 2026

Pemerintah juga mengembangkan pola kemitraan antara petani dan pelaku usaha untuk menjaga ketersediaan dan distribusi komoditas strategis, termasuk penyediaan cadangan cabai guna mengantisipasi musim paceklik.

Di tengah tantangan alih fungsi lahan dan potensi penurunan produksi, Pemprov Jateng terus memperkuat koordinasi lintas sektor dengan pemerintah pusat, kabupaten/kota, Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, hingga aparat keamanan.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi bersama Wagub Taj Yasin Maimoen menegaskan komitmen untuk mendorong swasembada pangan sebagai bagian dari program prioritas nasional. Dengan dukungan berbagai pihak, Jateng optimistis mampu menjaga stabilitas pasokan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. (tebe)

You Might Also Like

Dekranasda Pamer Karya Perempuan Jateng di Inacraft

PLN Terangi Sekolah Papua Tengah dengan Super Sun

Menkeu Purbaya Tolak Tax Amnesty Jilid III: “Udah Dua Kali, Masa Mau Diulang Lagi?”

Cek Harga Beras, Tim Gabungan Turun ke Pasar Banjarnegara

Duh, Disnaker Jateng Belum Bisa Nentuin Kapan UMP Diketok

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ngobrol Santai Tapi Berat: Luthfi-Gus Yusuf Bedah Kemiskinan Sampai Isu BBM
Next Article ASN Jateng Masuk Era “Hemat Gerak”

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Dukung Program Sumur Resapan, Saleh: Solusi Sederhana untuk Cegah Banjir

WFH, Hemat Energi atau Cuma Pindah Tagihan? Ini Kata Akademisi

Nawal Yasin Ajak Pesantren Hidupkan Lagi “DNA Literasi”

WFH atau “Weekend Tipis-Tipis”? Produktivitas Dipertanyakan

Sawah Kebanjiran, Luthfi Jamin Stok Pangan Masih Aman

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

EkonomiUnik

Vilantika Vida Rahayu,  Dari Gadis Ndeso ke Pengusaha Feminin Care Nasional Mengikis Stigma Wong Ndeso

November 18, 2025
Ekonomi

Gadai Jadi Andalan, Pegadaian Panen Triliunan Sepanjang 2025

Desember 26, 2025
Ekonomi

Sudah Ada Koperasi Merah Putih, Awas Alfamart dan Indomart Jangan Ekspansi ke Desa

Februari 22, 2026
Pimpinan Panja Penyerapan Gabah dan Jagung Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman dalam kunjungan kerja Komisi IV ke Gudang Bulog Subang Foto: dok/ist.
Ekonomi

Stok Beras Bulog Tembus 4,2 Juta Ton! Tapi Serapan Gabah Seret, Petani Masih Kena “Tusuk” Tengkulak?

September 9, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jateng Kejar Swasembada: Produksi Digenjot, Irigasi Diperbaiki, Petani Dapat Asuransi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?