Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Dukun di Magetan Ngaku Tuhan, Lecehkan Kliennya
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Dukun di Magetan Ngaku Tuhan, Lecehkan Kliennya

Awalnya, praktik yang dijalankan pelaku terlihat seperti pengobatan alternatif biasa. Warga yang datang berharap kesembuhan, terutama untuk penyakit yang sulit ditangani secara medis. Tapi di balik itu, ternyata ada dugaan manipulasi yang bikin korban terjebak dalam situasi yang sulit.

Nugroho P.
Last updated: April 4, 2026 9:52 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Seorang pria berinisial KN yang dikenal sebagai dukun mendadak diamankan aparat setelah diduga melakukan aksi bejat berkedok pengobatan spiritual.
SHARE

BACAAJA, MAGETAN – Jagat maya lagi rame banget bahas kasus dari Magetan yang bikin banyak orang geleng-geleng kepala. Seorang pria berinisial KN yang dikenal sebagai dukun mendadak diamankan aparat setelah diduga melakukan aksi bejat berkedok pengobatan spiritual, dan ceritanya nggak main-main bikin merinding.

Awalnya, praktik yang dijalankan pelaku terlihat seperti pengobatan alternatif biasa. Warga yang datang berharap kesembuhan, terutama untuk penyakit yang sulit ditangani secara medis. Tapi di balik itu, ternyata ada dugaan manipulasi yang bikin korban terjebak dalam situasi yang sulit.

Kasus ini makin menghebohkan karena pelaku disebut-sebut mengaku sebagai “Tuhan kedua”. Klaim ini diduga dipakai untuk meyakinkan korban agar percaya penuh dan menuruti setiap perintah yang diberikan selama proses ritual berlangsung.

Dengan pendekatan yang memanfaatkan kondisi psikologis pasien, pelaku perlahan membangun rasa takut sekaligus ketergantungan. Korban dibuat merasa bahwa kesembuhan hanya bisa didapat jika mengikuti semua arahan tanpa bantahan.

Salah satu korban berinisial LS (43) akhirnya angkat bicara setelah mengalami tindakan yang diduga tidak senonoh saat ritual berlangsung. Pengakuan ini jadi pintu awal terbongkarnya praktik yang selama ini tertutup rapat.

Pihak kepolisian dari Polres Magetan langsung bergerak cepat setelah menerima laporan tersebut. Penyelidikan dilakukan untuk memastikan kronologi kejadian sekaligus mengamankan pelaku.

Kasi Humas, Indra Suprihatin, menjelaskan bahwa korban awalnya datang untuk mencari pengobatan bagi suaminya yang sakit sejak 2023 hingga 2024. Dari situlah pelaku mulai menawarkan metode penyembuhan dengan berbagai syarat yang terdengar tidak biasa.

Ritual yang dijanjikan sebagai bagian dari penyembuhan itu ternyata dilakukan di berbagai lokasi. Tidak hanya di rumah pelaku, tetapi juga di tempat-tempat tertentu seperti area pemakaman yang dianggap memiliki unsur mistis.

Dalam praktiknya, pelaku diduga memanfaatkan situasi tersebut untuk melakukan tindakan asusila secara berulang. Bahkan, disebutkan bahwa perbuatan itu terjadi lebih dari lima kali dalam rentang waktu tertentu.

Modus yang digunakan terbilang manipulatif dan menekan secara mental. Korban disebut ditakut-takuti dengan ancaman mistis, seperti hamil gaib atau dampak buruk lainnya jika tidak mengikuti keinginan pelaku.

Situasi ini membuat korban berada dalam posisi sulit. Di satu sisi ingin menyembuhkan suami, di sisi lain merasa tertekan dengan ancaman yang terus dilontarkan oleh pelaku.

Menurut keterangan polisi, tidak ditemukan adanya kerugian materi dalam kasus ini. Namun fokus utama penyelidikan adalah dugaan kekerasan seksual yang dialami korban selama menjalani ritual tersebut.

Kasus ini langsung menyulut emosi warga sekitar. Banyak yang merasa geram karena praktik semacam ini dinilai mencoreng kepercayaan masyarakat terhadap pengobatan tradisional.

Perbincangan di media sosial juga ikut memanas. Banyak netizen yang mengecam tindakan pelaku, sekaligus mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap praktik pengobatan yang tidak jelas.

Aparat kini menjerat pelaku dengan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Ancaman hukumannya tidak ringan, yakni hingga 12 tahun penjara dan denda ratusan juta rupiah.

Langkah hukum ini diharapkan bisa memberi efek jera sekaligus perlindungan bagi masyarakat agar tidak ada lagi korban serupa di masa depan.

Penyidik juga masih terus mendalami kasus ini. Kemungkinan adanya korban lain masih terbuka, mengingat praktik pelaku diduga sudah berlangsung cukup lama.

Pengembangan kasus terus dilakukan untuk mengungkap fakta-fakta tambahan yang mungkin belum terungkap di awal penyelidikan.

Kasus ini jadi pengingat keras bahwa tidak semua praktik spiritual bisa dipercaya begitu saja. Masyarakat diminta lebih kritis dan berhati-hati, terutama jika sudah menyentuh ranah pribadi dan melibatkan syarat yang tidak masuk akal.

Di tengah proses hukum yang berjalan, publik kini menunggu kejelasan lebih lanjut. Satu hal yang pasti, kasus ini meninggalkan pelajaran penting soal batas antara kepercayaan dan potensi penyalahgunaan yang harus diwaspadai. (*)

You Might Also Like

Mahasiswa Undip Penyebar Konten ‘Skandal Smanse’ Terancam DO

Heboh di Banjarnegara, Pengasuh Ponpes Diduga Lakukan Pencabulan Kepada 4 Santriwati

IGD Yowari Memanas, Emosi Keluarga Pasien Meledak, Dokter dan Perawat Dianiaya

Wadidaw, Razia Gedean di Lapas, HP Disita, Narkoba Pun Kena

Detik-detik Emak 40 Tahun Bakar Toko Emas di Makassar, Demi Gasak Perhiasan Rp2 Miliar!

TAGGED:dukun magetanngaku tuhantuhan kedua
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Tahlilan Berujung Panik Warga Mendadak Lemas Puluhan Dilarikan RS
Next Article Dari Meja Kerja Jadi Cuan Sampingan Mbak Kantor Kekinian

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

7.990 Atlet Ikuti Porprov Jateng XVII, 2.769 Medali Diperebutkan

Pemprov Dorong MES Jateng Gerakkan UMKM

Lapas Purwodadi Sosialisasi Pembebasan dan Cuti Bersyarat

Hati Lagi Berat? Coba 7 Cara Ini

Kerja Terasa Hambar? Ini Penyebab dan Solusinya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

MASSA RICUH--Massa pendukung Bupati Pati nonaktif, Sudewo, melembari kayu dan barang sekenanya ke depan pintu masuk pengadilan, Senin (29/6/2026). (bae)
Hukum

Pengadilan Tipikor Semarang Rusuh, Massa Pendukung Sudewo Jebol Gerbang

Juni 29, 2026
Hukum

Puluhan Lapak PKL di Atas Drainase Pasar Kobong Ditertibkan

Januari 15, 2026
Hukum

Bupati Pati Sudewo Nongol di KPK, Ngaku Cuma Datang Tanpa Bawa Berkas

Agustus 27, 2025
Hukum

Kejam! Sritex Belum Juga Cairkan Pesangon 11.025 Buruh

Desember 26, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dukun di Magetan Ngaku Tuhan, Lecehkan Kliennya
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?