Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Gunung Slamet Makin Hangat, Pendaki Diimbau Jaga Jarak Aman
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Gunung Slamet Makin Hangat, Pendaki Diimbau Jaga Jarak Aman

Pada Jumat, 3 April 2026, laporan terbaru menyebutkan suhu di kawah mengalami kenaikan cukup drastis. Bahkan, magma disebut sudah berada sangat dekat dengan permukaan, kondisi yang bikin potensi erupsi jadi makin terbuka.

Nugroho P.
Last updated: April 3, 2026 7:52 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi Gunung Slamet.
SHARE

BACAAJA, PURBALINGGA – Kabar dari lereng gunung kembali bikin waspada, kali ini datang dari Gunung Slamet yang menunjukkan tanda-tanda peningkatan aktivitas. Suhu kawah yang melonjak signifikan jadi sinyal serius bahwa kondisi di puncak tidak lagi bisa dianggap biasa.

Pada Jumat, 3 April 2026, laporan terbaru menyebutkan suhu di kawah mengalami kenaikan cukup drastis. Bahkan, magma disebut sudah berada sangat dekat dengan permukaan, kondisi yang bikin potensi erupsi jadi makin terbuka.

Informasi ini langsung direspons cepat oleh pihak berwenang di daerah. Kepala Pelaksana BPBD Purbalingga, Revon Hapinindriat, membenarkan adanya peningkatan aktivitas tersebut berdasarkan laporan dari pengamat gunung api.

Menurutnya, peningkatan tidak hanya terjadi pada suhu, tapi juga pada intensitas hembusan dari kawah. Kombinasi dua faktor ini jadi indikator penting bahwa tekanan di dalam gunung sedang meningkat.

“Terjadi peningkatan hembusan dan suhu kawah Gunung Slamet. Sehingga potensi erupsi cukup tinggi. Kami diminta melakukan langkah antisipasi,” jelasnya saat dikonfirmasi.

Langkah antisipasi ini bukan tanpa alasan. Pihak BPBD tak ingin kejadian serupa di tempat lain kembali terulang, terutama yang berujung pada korban jiwa akibat kurangnya pembatasan aktivitas di zona bahaya.

Revon menyinggung pengalaman di Gunung Marapi sebagai contoh nyata. Saat itu, meski status masih level II atau waspada, aktivitas pendakian tetap dibuka hingga puncak.

Kondisi tersebut berujung pada erupsi mendadak yang menelan korban jiwa. Peristiwa itu kini jadi pelajaran penting agar tidak terulang di Slamet.

“Jangan sampai terjadi di Gunung Slamet,” tegasnya, menekankan pentingnya kehati-hatian dalam mengambil kebijakan.

Jika melihat data, kenaikan suhu kawah di Slamet memang cukup mencolok. Pada tahun 2024, suhu tercatat di angka sekitar 247 derajat Celcius.

Namun di tahun 2026 ini, suhu melonjak hingga mencapai 411 derajat Celcius. Lonjakan ini jadi salah satu indikator kuat adanya peningkatan aktivitas vulkanik di dalam gunung.

Meski begitu, status resmi gunung masih berada di level II atau waspada. Artinya, aktivitas masih diperbolehkan dengan batasan tertentu, terutama terkait jarak aman dari kawah.

Rekomendasi terbaru menyebutkan bahwa masyarakat, pendaki, dan wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari puncak. Zona ini dianggap paling berisiko jika terjadi letusan.

Di lapangan, pengawasan juga mulai diperketat. Pengelola posko pendakian di jalur Bambangan, Saiful Amri, menyebut pihaknya terus memantau situasi secara berkala.

Laporan terbaru diterima dari Pos Pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuhan, yang memang menjadi pusat pemantauan aktivitas gunung tersebut.

Menariknya, saat ini tercatat sekitar 400 pendaki masih berada di jalur pendakian Bambangan. Hal ini membuat pengawasan ekstra jadi hal yang tidak bisa ditawar.

Para pendaki diimbau untuk tidak nekat mendekati puncak dan wajib mematuhi aturan radius aman. Keselamatan jadi prioritas utama di tengah kondisi yang belum stabil.

Secara geografis, Gunung Slamet memang jadi salah satu gunung besar di Jawa Tengah dengan karakter stratovolcano berbentuk kerucut. Tingginya mencapai 3.432 meter di atas permukaan laut.

Gunung ini juga unik karena berada di wilayah lima kabupaten sekaligus, yakni Pemalang, Banyumas, Brebes, Tegal, dan Purbalingga.

Dengan posisi yang luas dan aktivitas yang mulai meningkat, kewaspadaan semua pihak jadi kunci penting. Baik warga sekitar maupun pendaki diminta tidak menganggap enteng perubahan kondisi ini.

Situasi masih terus dipantau secara visual dan instrumental oleh petugas di pos pengamatan. Setiap perkembangan akan segera disampaikan sebagai bagian dari upaya mitigasi.

Kini, semua mata tertuju pada perkembangan berikutnya di Gunung Slamet. Apakah aktivitas akan mereda atau justru meningkat, yang jelas langkah antisipasi sudah mulai diperketat sejak dini. (*)

You Might Also Like

Puluhan Lapak PKL di Atas Drainase Pasar Kobong Ditertibkan

Tangis Haru Sambut ABK Korban Kapal Karam di Cirebon

Hujan Lagi Niat di Jateng, BMKG Pasang Status Siaga

Pesan Tegas Ganjar Pranowo: Jangan Takut Bersuara, Akal Sehat Harus Tetap Terjaga!

Galau, Tahajud atau Sahur Dulu? Ini Kata Ustadz Adi Hidayat

TAGGED:gunung slametsuhu gunung slamet
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Sepeda motor remuk dihantam KA Harina di perlintasan Kokrosono, Semarang, Jumat (3/4/3306) sore. (ist) Sudah Diperingatin Tetap Nekat, Pemotor Tewas Ketabrak KA Harina di Kokrosono Semarang
Next Article Syawal Datang, Yuk Gas Pol Ibadah Enak-Enak!

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

UPACARA UNIK--Emak-emak Kampung Gang Presiden, Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, mengenakan kostum daur ulang sampah plastik saat menggelar upacara bendera HUT Kemerderkaan ke-81 Republik Indonesia (RI), Senin (17/8/2026). (ist)

Bukan Upacara Biasa! Emak-emak Gang Presiden Puntan Pakai Kostum Daur Ulang Sampah

Bidan Ngada Berjuang Terangi Persalinan Pakai HP

Kenapa Perempuan Lebih Rentan Cedera ACL?

Kenapa Bayi Tersenyum Saat Tidur? Ini Kata Dokter

Anak Ketahuan Bohong? Jangan Langsung Dimarahi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Komisioner Ombudsman RI, Nuzran Joher (kiri).
Info

Ombudsman Peringatkan Kepala Daerah: Maladministrasi Bisa Berujung Korupsi, Jangan Tunggu Ditangkap!

Juli 29, 2026
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan penolakannya terhadap rencana Tax Amnesty Jilid III. Ia menilai kebijakan itu bisa merusak kredibilitas pemerintah dan justru memberi insentif bagi wajib pajak nakal.
Ekonomi

Purbaya Ngaku: Suntikan Triliunan ke Himbara Belum Ngefek

Januari 1, 2026
GAJI - Ilustrasi uang rupiah sebagai gaji bulanan.
Ekonomi

THR Perangkat Desa Purworejo Mundur, Cairnya Baru Tengah Tahun, Sabar ya Bos..

Maret 16, 2026
Ilustrasi dapur MBG.
Info

Dapur MBG Mendadak Senyap, Kalau Dana Cair Besok ya Ngebul Lagi

Juni 8, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Gunung Slamet Makin Hangat, Pendaki Diimbau Jaga Jarak Aman
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?