BACAAJA, SEMARANG- Aktivitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Lempongsari untuk sementara dihentikan. Keputusan ini diambil setelah muncul sejumlah keluhan terkait kualitas makanan yang dibagikan kepada penerima manfaat.
Lurah Lempongsari, Tin Subekti menjelaskan, penghentian ini bukan tanpa alasan. Selain menunggu proses klarifikasi, kondisi dapur SPPG juga dinilai perlu pembenahan.
“Untuk sementara masih ditutup. Kita sambil menunggu hasil klarifikasi, dan memang kemarin dapurnya juga dinilai kurang layak, jadi sekalian direnovasi,” ujarnya usai rapat koordinasi, Senin (30/03/2026)
Baca juga: Pemkot Semarang Masih Butuh 63 Dapur SPPG buat Program MBG
Rapat tersebut melibatkan banyak pihak, mulai dari kader posyandu, pengurus wilayah, pihak SPPG, hingga unsur kelurahan dan keamanan. Suasananya cukup dinamis, tapi tetap mengarah pada satu tujuan,mencari solusi terbaik dari persoalan yang muncul.
Dari pertemuan itu, ada satu titik terang. Pihak yang sebelumnya melayangkan komplain sepakat untuk mencabut aduannya. Tapi, tentu saja tidak tanpa syarat.
Surat Resmi
“Sudah ada kesepakatan, tapi ada beberapa catatan yang harus dipenuhi. Nanti akan dituangkan dalam surat resmi dan ditandatangani bersama,” jelasnya. Senin (30/03/2026)
Keluhan yang paling disorot datang dari kader posyandu yang menemukan buah dalam kondisi tidak layak konsumsi. Meski begitu, pihak kelurahan melihat persoalan ini tidak berdiri sendiri. Ada kemungkinan faktor distribusi hingga penyimpanan ikut memengaruhi kualitas makanan yang diterima.
Baca juga: Sejumlah Sekolah di Jateng Ramai-ramai Tolak MBG, BGN Pasrah: Boleh Kok!
Ke depan, operasional SPPG baru akan kembali berjalan setelah semua proses mulai dari administrasi, klarifikasi, hingga perbaikan fasilitas benar-benar tuntas. Untuk sementara, layanan ini masih “istirahat” sambil berbenah agar ke depan bisa berjalan lebih baik.
Program gizi yang harusnya bikin warga sehat malah tumbang gara-gara kualitas makanan, ini kayak minum vitamin tapi rasanya basi. Semoga setelah “dirawat di UGD”, SPPG bisa balik fit… bukan cuma sekadar jalan, tapi juga layak disantap tanpa drama. (dul)


