Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Sampah Jateng Tembus 6,4 Juta Ton Per Tahun, Baru 30 Persen Terurus
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Sampah Jateng Tembus 6,4 Juta Ton Per Tahun, Baru 30 Persen Terurus

R. Izra
Last updated: Maret 30, 2026 11:53 am
By R. Izra
2 Min Read
Share
Tumpukan sampah tampak menggunung di TPA Jatibarang Semarang, Sabtu (27/9/2025). (bae)
Tumpukan sampah tampak menggunung di TPA Jatibarang Semarang, Sabtu (27/9/2025). (bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Masalah sampah di Jawa Tengah masih numpuk. Setiap tahun, jumlahnya tembus hampir 6,4 juta ton. Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi mengakui dari jumlah itu, yang berhasil diolah baru sekitar 30 persen.

“Sekitar 70 persen sampah kita masih belum maksimal dikelola. Ini yang sedang kita kejar,” ucap Luthfi, Sabtu (28/3/2026).

Kondisi ini jadi PR besar yang lagi dikebut Pemprov Jateng. Soalnya, target nasional minta persoalan sampah bisa tuntas dalam beberapa tahun ke depan.

Bacaaja: Jateng Mau Sulap 70 Persen Sampah Jadi Listrik, Mimpi atau Jalan Keluar?
Bacaaja: Pemilah Sampah Jadi Tamu Spesial Bupati Temanggung Jelang Lebaran, Kisah Pengabdian Mbah Surat

Targetnya sesuai RPJMN, pada 2029 harus zero sampah. Provinsi Jawa Tengah telah membentuk Satgas Sampah untuk menjabarkan perintah Presiden Prabowo Subianto.

Satgas Sampah sudah dibentuk buat ngegas penanganan di lapangan. Strateginya juga beda-beda, tergantung banyaknya sampah di tiap daerah.

Kalau produksi sampahnya di atas 1.000 ton per hari, bakal pakai pendekatan regional. Sementara yang lebih kecil diarahkan ke pengolahan berbasis RDF.

“Yang tidak sampai seribu ton, kita dorong RDF. Sudah ada tiga kabupaten kerja sama dengan semen, yaitu Banyumas, Cilacap, dan Magelang. Enam kabupaten lain juga menyusul,” ujarnya.

Di sisi lain, Pemprov Jateng juga mulai gandeng daerah lain buat solusi jangka panjang. Salah satunya lewat kerja sama dengan Kota Semarang dan Kabupaten Kendal.

Sampah di dua wilayah itu rencananya bakal diolah jadi energi listrik. Proyek ini digadang-gadang jadi bagian penting buat ngeberesin masalah sampah yang makin menggunung.

Meski begitu, prosesnya gak instan. Pembangunan fasilitas pengolahan sampah jadi listrik butuh waktu sekitar tiga tahun. Selama nunggu, pengurangan dan pengolahan sampah tetap harus jalan. (bae)

You Might Also Like

Jateng Jadi “Anak Kesayangan” Pusat Soal Halal

Mobil Hias Kafilah MTQ Nasional di Semarang Pamerkan Budaya dari Berbagai Provinsi

Siswa Berprestasi SMK Purworejo Dilaranag Ikut Ujian, Cuma Gegara Ini

Kasus Influenza A Melonjak Tajam, Puan Minta Pemerintah Gercep Tangani

Pendamping PKH Jateng Diperiksa KPK, Begini Penjelasan Dinsos

TAGGED:headlinejatengsampahTPA jatibarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Jateng Mau Sulap 70 Persen Sampah Jadi Listrik, Mimpi atau Jalan Keluar?
Next Article Ilustrasi personel TNI yang menjalankan tugas menjadi pasukan penjaga perdamaian PBB. Militer Israel Serang Sesama Anggota BoP, Satu Personel TNI di Lebanon Gugur

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Polisi Ungkap Napi Lapas Sragen Kendalikan Peredaran Sabu di Solo

ANJING RAKSASA - Denver seekor anjing berjenis Alaskan Malamute berusia 2 tahun asal Semarang dengan bobot sekitar 70 kilogram Foto bersama pemilik Lily Harts, Minggu (27/9/2026). (dul)

Denver si Selebdog Malamute Raksasa Asal Semarang, Popularitasnya Jadi Jalan Berbagi

PENIPUAN - Ilustrasi pelaku penipuan sedang beraksi.

Sial! Rela Bayar Rp380 Juta Demi Anak Masuk UI, Ujungnya Kena Tipu

BANTAL KUCING - Dina memegang bantal bergambar kucing buatan tangannya sendiri, Minggu (27/9/2026). Sebagian keuntungan dari jualan bantal kucing itu digunakan untuk memberi makan kucing jalanan. (dul)

Kisah Dina Rawat Kucing-kucing Terlantar, Andalkan Cuan dari Jualan Bantal Bergambar Meong

Gubes UGM: Kuliah Gratis Jangan Cuma PTN

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Mahasiswa Unwahas KKN ke Malaysia, Bawa Misi Literasi Bantu Anak Migran

Agustus 28, 2025
Tanggal 27 September jadi feonemena matematika istimewa abad ini.
Unik

Tanggal 27 September 2025: Fenomena Matematika Paling Gokil Abad Ini

September 27, 2025
Hukum

Satu Kasus Terbuka, Deretan Dugaan Lain Taufik Ikut Bermunculan

Juli 3, 2026
Info

231 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Berpeluang Full Time

Agustus 20, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sampah Jateng Tembus 6,4 Juta Ton Per Tahun, Baru 30 Persen Terurus
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?