BACAAJA, SEMARANG – Hari raya Idulfitri bukan hanya tentang takbir yang menggema, tapi juga tentang rangkaian ibadah yang berjalan tertib dan khidmat. Di balik itu semua, ada peran bilal atau muraqqi yang membantu mengarahkan jalannya salat Id.
Berbeda dengan salat wajib, dalam shalat Idul Fitri tidak ada adzan dan iqamah. Sebagai gantinya, bilal cukup menyerukan:
الصَّلَاةَ جَامِعَةً
(Ash-shalaatu jaami‘ah)
Artinya: Mari shalat berjamaah.
Seruan ini menjadi tanda bahwa shalat akan segera dimulai.
Awal Dimulai: Takbir dan Ajakan Shalat
Saat jamaah sudah berkumpul, bilal membuka dengan takbir yang menggema:
اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ
اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ
اَللّٰهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Kemudian dilanjutkan dengan ajakan:
صَلُّوْا سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللهُ (٢×)
الصَّلَاةَ جَامِعَةً
(Sholluu sunnatan li ‘iidil fitri rak’ataini jaami‘atan rahimakumullah)
Artinya: Mari laksanakan shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat secara berjamaah, semoga Allah merahmati kalian.
Setelah Shalat: Mengingatkan Makna Hari Raya
Usai shalat, bilal kembali berdiri dan menyampaikan seruan kepada jamaah:
اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ
اَللّٰهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Dilanjutkan:
يَا مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ وَزُمْرَةَ الْمُؤْمِنِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ…
اِعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هٰذَا يَوْمُ عِيْدِ الْفِطْرِ وَيَوْمُ السُّرُوْرِ وَيَوْمُ الْمَغْفُوْرِ…
إِذَا صَعِدَ الْخَطِيْبُ عَلَى الْمِنْبَرِ فَأَنْصِتُوْا وَاسْمَعُوْا…
Intinya, bilal mengingatkan bahwa hari itu adalah hari kemenangan, hari penuh ampunan, sekaligus mengajak jamaah untuk mendengarkan khutbah dengan khusyuk.
Menjelang Khutbah: Shalawat dan Doa
Sebelum khatib mulai khutbah, bilal membaca shalawat dan doa:
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ
وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Dilanjutkan doa:
اَللّٰهُمَّ قَوِّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ…
رَبِّ اخْتِمْ لَنَا مِنْكَ بِالْخَيْرِ…
Doa ini berisi harapan agar umat Islam diberi kekuatan dan kebaikan hingga akhir hayat.
Saat Khatib Naik Mimbar
Ketika khatib sudah naik mimbar, bilal kembali melantunkan:
اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ
اَللّٰهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Di Antara Dua Khutbah
Saat jeda khutbah, bilal membaca shalawat:
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
وَعَلَىٰ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Setelah seluruh rangkaian selesai, suasana berubah menjadi hangat. Jamaah saling bersalaman, saling memaafkan, dan kembali ke fitrah.
Peran bilal mungkin terlihat sederhana, tapi sebenarnya sangat penting. Ia menjaga alur ibadah tetap rapi, membantu jamaah fokus, dan menghidupkan suasana Idul Fitri.
Dengan memahami bacaan ini, siapa pun yang mendapat amanah sebagai bilal bisa menjalankannya dengan lebih siap dan percaya diri tanpa kaku, tapi tetap khidmat. (dul)


