BACAAJA, CIKAMPEK- PT Jasamarga Transjawa Tol resmi mendukung penerapan rekayasa lalu lintas one way lokal dari KM 70 Tol Jakarta-Cikampek sampai KM 263 Tol Pejagan-Pemalang. Skema ini mulai diberlakukan pukul 15.18 WIB atas diskresi kepolisian, sebagai langkah antisipasi lonjakan kendaraan di arus mudik Lebaran 2026.
Langkah ini bukan keputusan sepihak. JTT bareng kepolisian dan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia kompak bikin strategi biar arus kendaraan ke arah timur Trans Jawa tetap lancar, khususnya di momen puncak mudik.
Baca juga: Tol Bawen-Yogya Disiapin Fungsional H-10 Lebaran
Dari sisi kesiapan, JTT nggak main-main. Mulai dari pemasangan rambu dan traffic cone, penempatan petugas di titik rawan, sampai optimalisasi gardu tol sudah disiapkan. Koordinasi dengan kepolisian juga terus dilakukan, terutama soal buka-tutup akses masuk tol yang bakal menyesuaikan kondisi di lapangan.
Selain itu, layanan darurat juga disiagakan full 24 jam, mulai dari derek, ambulans, hingga patroli jalan tol. Intinya, kalau ada apa-apa, responnya harus cepat.
Situasional
Rest area pun ikut diatur. Sistem buka-tutup bakal diterapkan secara situasional biar nggak terjadi penumpukan kendaraan di dalam area istirahat.
VP Corporate Secretary & Legal JTT, Ria Marlinda Paallo bilang, kalau semua langkah ini adalah bagian dari komitmen buat kasih layanan terbaik selama musim mudik. Ia juga mengingatkan pengguna jalan buat lebih siap sebelum berangkat, mulai dari kondisi kendaraan, bahan bakar, sampai saldo uang elektronik.
Baca juga: Arus Mudik Mengalir, GT Pejagan Jadi Favorit Pemudik
Buat yang pengen update kondisi jalan secara real-time, pengguna bisa cek lewat aplikasi Travoy atau hubungi call center Jasa Marga di 133. Karena di musim mudik, jalan tol bukan lagi sekadar jalur cepat, tapi arena strategi. Dan kadang, biar semua bisa maju, sebagian arah memang harus “mengalah” dulu. (tebe)


