BACAAJA, CILACAP – Kursi kepemimpinan Kabupaten Cilacap kini berada di tangan Ammy Amalia Fatma Surya. Wakil bupati itu otomatis mengambil peran utama setelah Bupati Syamsul Auliya Rachman ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Situasi ini membuat Ammy harus memimpin jalannya pemerintahan daerah di tengah proses hukum yang sedang berjalan.
Dengan kondisi tersebut, Ammy diperkirakan akan memegang kendali pemerintahan hingga sisa masa jabatan 2025–2030. Ia sebelumnya terpilih sebagai wakil bupati setelah berpasangan dengan Syamsul dalam Pilkada Cilacap 2024. Kemenangan itu membawa keduanya resmi memimpin daerah pesisir selatan Jawa Tengah tersebut.
Ammy dilantik sebagai Wakil Bupati Cilacap pada 20 Februari 2025. Pelantikan itu menjadi awal perjalanan politiknya di level pemerintahan daerah. Sejak saat itu, ia aktif mendampingi bupati menjalankan berbagai program pemerintahan.
Kini perannya berubah cukup drastis. Ammy harus menjalankan tugas kepala daerah demi memastikan roda pemerintahan tetap berjalan normal. Stabilitas birokrasi menjadi fokus utama di tengah dinamika politik yang terjadi.
Perempuan kelahiran Bogor, 21 September 1982 itu berasal dari keluarga pengusaha. Ayahnya, Mulia Budi Artha, dikenal sebagai pengusaha asal Cilacap. Sementara ibunya bernama Siti Fatimah.
Dalam kehidupan pribadi, Ammy juga dikenal sebagai seorang ibu. Ia memiliki seorang anak bernama Prabaswara Affiyanda Budiartha. Keluarga menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.
Sebelum terjun ke dunia politik, Ammy lebih dulu meniti karier di bidang hukum. Ia memulai perjalanan profesional sebagai Senior Associate di Kantor Hukum Nugraha & Panjaitan. Pekerjaan itu dijalaninya pada periode 2006 hingga 2008.
Setelah itu, Ammy juga sempat menjadi notaris pengganti. Ia bekerja di Kantor Notaris Sri Rachma Chandrawati. Pengalaman tersebut memperkaya pengetahuannya tentang administrasi hukum dan pelayanan publik.
Tak berhenti di sana, Ammy juga menjalankan usaha profesional sendiri. Ia pernah mengelola Kantor Pejabat Lelang Kelas II atas namanya sendiri. Aktivitas itu membuatnya cukup dikenal di bidang hukum dan bisnis.
Nama Ammy mulai dikenal secara nasional ketika terpilih sebagai anggota DPR RI. Ia berhasil melenggang ke Senayan dalam Pemilu 2014. Saat itu ia maju dari daerah pemilihan Jawa Tengah VIII.
Dalam pemilu tersebut, Ammy mengantongi 28.252 suara. Hasil itu mengantarkannya menjadi anggota parlemen di tingkat nasional. Di DPR, ia kemudian bergabung dalam Komisi II.
Komisi II DPR RI membidangi berbagai urusan pemerintahan dalam negeri. Mulai dari aparatur negara, kepemiluan, hingga pertanahan dan reforma agraria. Tugas itu memberinya pengalaman politik yang cukup luas.
Selain duduk di Komisi II, Ammy juga menjadi anggota Badan Legislasi DPR RI. Lembaga ini bertugas membahas berbagai rancangan undang-undang. Peran tersebut membuatnya terlibat dalam proses legislasi nasional.
Namun perjalanan politiknya di parlemen tidak berlangsung hingga akhir masa jabatan. Pada 2 Oktober 2018, posisinya digantikan melalui mekanisme pergantian antarwaktu. Kursinya di DPR kemudian diisi oleh Muhammad Hanafi.
Setelah beberapa waktu tidak berada di panggung politik nasional, Ammy kembali muncul dalam kontestasi lokal. Ia maju sebagai calon wakil bupati dalam Pilkada Cilacap 2024. Langkah itu menjadi titik balik karier politiknya.
Pasangan Ammy dan Syamsul akhirnya memenangkan pemilihan tersebut. Hasil itu membawa keduanya memimpin Kabupaten Cilacap untuk periode 2025–2030. Keduanya resmi dilantik pada Februari 2025.
Kini situasinya berubah setelah Syamsul tersandung kasus hukum. Dengan kondisi tersebut, Ammy harus mengambil alih kepemimpinan pemerintahan daerah. Ia bertanggung jawab menjaga stabilitas birokrasi dan pelayanan publik.
Peran itu tentu tidak ringan, mengingat Cilacap merupakan salah satu wilayah strategis di Jawa Tengah. Daerah ini memiliki aktivitas industri, pelabuhan, hingga sektor energi yang cukup besar. Semua program pembangunan harus tetap berjalan.
Selama beberapa tahun ke depan, Ammy diperkirakan menjadi figur utama di pemerintahan daerah. Ia akan memimpin jalannya kebijakan dan program pembangunan. Tugas itu akan berlangsung hingga ada keputusan resmi berikutnya.
Bagi banyak pihak, masa kepemimpinan ini menjadi ujian penting bagi Ammy. Ia harus memastikan pemerintahan tetap stabil meski situasi politik sedang tidak mudah. Keputusan dan kepemimpinannya kini menjadi sorotan publik. (*)


