BACAAJA, CILACAP – Nama Ammy Amalia Fatma Surya kini menjadi sorotan setelah memegang peran penting dalam pemerintahan Kabupaten Cilacap. Ia menjalankan tugas kepala daerah setelah Bupati Syamsul Auliya Rachman ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Situasi ini membuat Ammy menjadi figur utama yang mengendalikan jalannya pemerintahan daerah.
Perempuan kelahiran Bogor, 21 September 1982 itu sebelumnya menjabat sebagai Wakil Bupati Cilacap. Ia dilantik pada 20 Februari 2025 setelah memenangkan Pilkada Cilacap 2024 bersama Syamsul. Kini tanggung jawab besar berada di pundaknya untuk menjaga stabilitas pemerintahan.
Ammy berasal dari keluarga pengusaha yang cukup dikenal di Cilacap. Ia merupakan putri dari Mulia Budi Artha dan Siti Fatimah. Latar belakang keluarga tersebut turut membentuk karakter dan perjalanan kariernya.
Dalam kehidupan pribadinya, Ammy dikenal sebagai sosok yang cukup tertutup dari sorotan publik. Ia memiliki seorang anak bernama Prabaswara Affiyanda Budiartha. Keluarga tetap menjadi bagian penting dalam kehidupannya di tengah aktivitas politik.
Sebelum aktif di dunia politik, Ammy meniti karier di bidang hukum. Ia pernah bekerja sebagai Senior Associate di Kantor Hukum Nugraha & Panjaitan pada periode 2006 hingga 2008. Pengalaman tersebut menjadi bekal awal dalam memahami dunia hukum dan administrasi.
Karier profesionalnya kemudian berlanjut di bidang kenotariatan. Ammy sempat menjadi notaris pengganti di Kantor Notaris Sri Rachma Chandrawati. Dari sana ia semakin mengenal praktik hukum yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat.
Tak hanya itu, Ammy juga memiliki pengalaman sebagai pelaku usaha profesional. Ia pernah mengelola Kantor Pejabat Lelang Kelas II atas namanya sendiri. Aktivitas tersebut memperkuat pengalamannya dalam bidang hukum dan bisnis.
Namanya mulai dikenal secara nasional ketika terpilih sebagai anggota DPR RI. Ia berhasil melenggang ke Senayan pada Pemilu 2014 dari daerah pemilihan Jawa Tengah VIII. Saat itu ia memperoleh 28.252 suara.
Di parlemen, Ammy bertugas di Komisi II DPR RI. Komisi tersebut membidangi urusan pemerintahan dalam negeri, aparatur negara, kepemiluan, hingga pertanahan. Pengalaman itu memperkaya wawasan politik dan pemerintahan yang dimilikinya.
Selain duduk di Komisi II, Ammy juga menjadi anggota Badan Legislasi DPR RI. Lembaga ini berperan dalam membahas berbagai rancangan undang-undang. Keterlibatan tersebut membuatnya ikut terlibat dalam proses legislasi nasional.
Namun perjalanan politiknya di DPR tidak berlangsung hingga akhir masa jabatan. Pada 2018, posisinya digantikan melalui mekanisme pergantian antarwaktu oleh Muhammad Hanafi. Setelah itu Ammy sempat tidak aktif di panggung politik nasional.
Beberapa tahun kemudian ia kembali muncul dalam kontestasi politik daerah. Ammy maju sebagai calon wakil bupati dalam Pilkada Cilacap 2024. Langkah itu menandai kembalinya ia ke dunia politik praktis.
Pasangan Ammy dan Syamsul akhirnya memenangkan pemilihan tersebut. Keduanya kemudian dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Cilacap untuk periode 2025–2030. Sejak saat itu Ammy aktif mendampingi berbagai program pemerintahan daerah.
Kini situasi politik membawa Ammy pada peran yang lebih besar. Ia harus menjalankan fungsi kepemimpinan daerah di tengah proses hukum yang menjerat bupati. Peran tersebut membuat namanya kembali menjadi perhatian publik.
Bagi banyak pihak, masa ini menjadi ujian penting bagi kepemimpinannya. Ammy dituntut mampu menjaga stabilitas pemerintahan serta memastikan pelayanan publik tetap berjalan. Ia juga diharapkan bisa mengawal berbagai program pembangunan di Cilacap.
Selama beberapa tahun ke depan, Ammy diperkirakan menjadi figur sentral dalam pemerintahan daerah. Keputusan dan kebijakan yang diambilnya akan menentukan arah pembangunan Cilacap. Sorotan publik pun kini tertuju pada langkah-langkah yang akan diambilnya. (*)


