BACAAJA, SEMARANG- Bandeng presto sudah lama jadi kuliner khas Semarang. Salah satu merek yang cukup terkenal dan sudah lama ada adalah Bandeng Juwana Erlina.
Bandeng Juwana Elrina dirintis sejak 1981 oleh dr Daniel bersama Ida Nursanty. Nama Elrina diambil dari singkatan nama tiga anak mereka, yaitu Elizabeth, Maria, dan Johana.
Baca juga: Lumpia Oleh-oleh Khas Semarang yang Wajib Dibawa saat Mudik Lebaran
Sampai sekarang usaha ini punya empat gerai resmi di Semarang, yakni di Jalan Pandanaran 57, Pandanaran 83, Pamularsih 70, dan Prof Dr Hamka. Tapi belakangan nama itu justru jadi sengketa. PT Bandeng Juwana selaku pemilik merek menggugat 10 merek lain yang dianggap terlalu mirip dengan merek miliknya.
Gugatan itu sekarang bergulir di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Surabaya. Penggugat mempersoalkan beberapa kesamaan unsur. Di antaranya susunan kata “Bandeng Juwana”, penggunaan warna biru, merah, putih, gambar ikan bandeng, hingga ornamen ukiran yang dianggap serupa.
Ciri Khas
Desain merek milik mereka sendiri punya ciri khas. Tulisan “Bandeng Juwana” berada di bagian atas, lalu ada ukiran dengan tulisan “Elrina” di sisi kiri. Di sebelah kanan ada gambar ikan bandeng berwarna biru. Di sampingnya lagi terdapat desain seperti pita penghargaan yang melambangkan kualitas produk.
Kuasa hukum penggugat, Haposan Manurung mengatakan, merek dagang punya peran penting dalam dunia usaha. Merek jadi identitas sekaligus pembeda produk di pasaran.
“Ketika suatu merek sudah didaftarkan, maka pemiliknya memperoleh perlindungan hukum berupa hak eksklusif. Karena itu, pihak lain tidak boleh menggunakan atau mendaftarkan merek yang memiliki persamaan pada pokoknya,” ujarnya, Sabtu (14/3/2026).
Baca juga: Ramadan Fest Jateng: 52 Stand UMKM Buka Lapak di Halaman Gubernuran
Menurutnya, kemunculan merek yang mirip bisa bikin konsumen bingung. Di sisi lain, pemilik merek yang lebih dulu terdaftar juga bisa dirugikan. Direktur Utama PT Bandeng Juwana, Arif Hongkowijoyo Kusmadi mengatakan, langkah hukum ini diambil karena mereka menemukan merek yang dinilai sangat mirip dengan milik mereka.
Menurut Arif, awalnya pihaknya tidak tahu ada merek yang hampir sama. Mereka baru menyadarinya pada 2024 saat mengurus izin edar MD di BPOM. Saat itu BPOM meminta klarifikasi karena menemukan beberapa merek “Bandeng Juwana” yang sudah terdaftar di DJKI. (bae)


