BACAAJA, JAKARTA – Polisi memberi perhatian serius pada kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo disebut sudah memberi atensi khusus agar kasus ini segera terungkap.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan, pimpinan Polri meminta proses penyelidikan dilakukan secara maksimal.
“Bapak Kapolri telah memberikan atensi khusus terhadap penanganan dan pengungkapan kasus ini,” kata Isir di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Bacaaja: Respons Istana soal Teror kepada Ketua BEM UGM: Enggak Tahu Siapa
Bacaaja: Teror ke Ketua BEM UGM Bertubi, Giliran Dituding Gelapkan Uang
Polisi saat ini sudah bergerak sejak awal kejadian. Mulai dari mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan bukti, hingga memeriksa sejumlah saksi.
Kasus ini ditangani berdasarkan Laporan Polisi Model A Nomor 222/III/2026/Satreskrim/Restro Jakarta Pusat/Polda Metro Jaya dengan dugaan penganiayaan berat. Penyidik menggunakan Pasal 467 ayat (2) dan/atau Pasal 468 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Tak hanya Polres Metro Jakarta Pusat yang menangani, penyelidikan juga mendapat dukungan dari Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri.
“Penanganan di Satreskrim Polres Jakarta Pusat dibackup oleh Polda Metro Jaya maupun Bareskrim Mabes Polri,” jelas Isir.
Polri memastikan proses penyelidikan dilakukan secara profesional dan berbasis pendekatan ilmiah. Saat ini, polisi juga masih terus menggali keterangan dari sejumlah saksi yang mengetahui kejadian tersebut.
Sementara itu, Andrie Yunus masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Isir mengatakan pimpinan Polri juga menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut.
“Kami mendoakan semoga korban bisa segera pulih dan nantinya dapat dimintai keterangan,” ujarnya.
Polisi juga mengajak masyarakat yang mengetahui rangkaian peristiwa tersebut untuk membantu memberikan informasi kepada penyidik. Identitas pelapor dipastikan akan dilindungi.
Diserang setelah rekaman podcast
Sebelumnya, Andrie Yunus disiram air keras oleh orang tak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta, Rabu (12/3/2026) malam.
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, mengatakan serangan tersebut menyebabkan luka serius di beberapa bagian tubuh korban.
Andrie mengalami luka pada tangan kanan dan kiri, wajah, dada, hingga area mata. Berdasarkan pemeriksaan awal, luka bakar yang dialami mencapai sekitar 24 persen.
Peristiwa itu terjadi tak lama setelah Andrie selesai merekam podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).
Podcast tersebut mengangkat tema “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia.”
Usai kejadian, Andrie langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Polisi kini masih memburu pelaku penyiraman yang hingga saat ini belum teridentifikasi. (*)


