Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Tuntutan Mati Berubah Lima Tahun, Kisah ABK Fandi Bikin Haru
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Tuntutan Mati Berubah Lima Tahun, Kisah ABK Fandi Bikin Haru

Begitu vonis dibacakan, suasana ruang sidang langsung pecah. Ibu Fandi, Nirwana, berlari mendekat ke kursi terdakwa dan memeluk anaknya sambil menangis. Momen itu bikin suasana sidang jadi haru.

Nugroho P.
Last updated: Maret 5, 2026 5:12 pm
By Nugroho P.
2 Min Read
Share
Fandi Ramadhan
SHARE

BACAAJA, BATAM – Sidang di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (5/3/2026), mendadak penuh emosi saat majelis hakim menjatuhkan vonis untuk Fandi Ramadhan (25), seorang anak buah kapal yang terseret kasus narkoba internasional.

Ketua majelis hakim, Tiwik, memutuskan Fandi dihukum lima tahun penjara. Putusan itu jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa yang sebelumnya meminta hukuman mati.

Begitu vonis dibacakan, suasana ruang sidang langsung pecah. Ibu Fandi, Nirwana, berlari mendekat ke kursi terdakwa dan memeluk anaknya sambil menangis. Momen itu bikin suasana sidang jadi haru.

Sebelumnya, jaksa menilai Fandi terlibat dalam pemufakatan jahat peredaran narkotika dan menjeratnya dengan pasal dalam Undang-Undang Narkotika. Namun majelis hakim akhirnya menjatuhkan hukuman lima tahun penjara.

Di balik kasus itu, kehidupan Fandi sebenarnya penuh perjuangan. Ia merupakan anak pertama dari enam bersaudara dan menjadi harapan keluarga yang hidup serba pas-pasan. Ayahnya bekerja sebagai nelayan dan harus berjuang keras membiayai pendidikan anaknya.

Fandi sempat kuliah di Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh. Untuk bisa terus kuliah, ia bahkan pernah berjualan nasi goreng dari pintu ke pintu di asrama.

Orang tuanya juga berkorban besar. Rumah papan sederhana di pesisir Medan sampai digadaikan agar Fandi bisa menyelesaikan pendidikan pelayaran.

Setelah lulus pada 2022, ia mencoba mengubah nasib keluarga dengan bekerja sebagai ABK di kapal internasional bernama Sea Dragon Terawa.

Namun perjalanan itu justru jadi titik petaka. Pada Mei 2025, kapal tersebut berlayar menuju Phuket, Thailand, membawa puluhan kardus yang belakangan diketahui berisi sabu dengan berat hampir dua ton.

Fandi mengaku saat itu hanya menjalankan perintah kapten kapal. Sebagai ABK baru, ia merasa tidak punya posisi untuk bertanya soal isi muatan ataupun alasan pemindahan barang dilakukan di tengah laut.

“Saya hanya ABK yang baru bergabung. Tidak punya hak atau keberanian untuk bertanya,” kata Fandi dalam persidangan.

Kini, meski terhindar dari hukuman mati, masa depan Fandi tetap harus dijalani dari balik jeruji penjara. Kasus ini pun masih terbuka kemungkinan upaya hukum lanjutan dari jaksa. (*)

You Might Also Like

Pengakuan Getir Ayah Korban Ashari Pati: Anak Dipondokin Biar Pinter, Malah Dilecehin Kiai

Mbak Ita-Alwin Keluar Penjara, Bukan Bebas tapi Izin Nikahin Anak

Eks-Sekda Cilacap dan Komplotannya Bancakan Duit Korupsi Rp 237 M, untuk Apa Saja?

Kasus Kekerasan Seksual Kembali Guncang Dunia Kampus, Kali Ini di UIN Saizu Purwokerto

Guru SMA di Banyumas Dinyatakan Lakukan Pelecehan, Sekolah Minta Maaf dan Nonaktifkan Pelaku

TAGGED:abkFandi RamadhanPengadilan Negeri Batam
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena saat konferensi pers, Kamis (5/3/2026). (ist) Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip Naik Penyidikan, Siapa jadi Tersangka?
Next Article BGN mengajukan anggaran untuk program MBG tahun 2026 sebesar Rp 335 triliun. Sasaran 82,9 juta penerima. Dalam setiap bulan sebesar Rp25 triliun. Riset UI Bongkar Cerita MBG, Anak Bosan, Sayur Banyak

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PB Ismapeti Pilih Turun ke Panti Demi Gizi Tepat Sasaran

Ribuan Atlet Muda Siap Adu Gengsi di POPDA

BIDIK KASUS - Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK Pasang Alarm buat Proyek Kipas Kopdes

Ilustrasi desa tertinggal di Jateng, tak mempunyai akses jalan yang layak dilintasi.

Tak Ada Lagi Desa Sangat Tertinggal di Jateng, Tapi Rob dan Akses Masih Jadi PR

Odong-odong di Cilacap Minggir, Wisata Jadi Jalur Baru

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

KPK Sebut Banyak Celah Korupsi di BPJS

Juni 24, 2026
Hukum

Tukang Teror Bom ke Sekolah Ditangkap, Ternyata Mahasiswa Jurusan Ini

Desember 26, 2025
POLISI - Ilustrasi anggota Polri (polisi).
Hukum

Polisi, Dosen Muda, dan Misteri Kematian di Semarang

November 20, 2025
Hukum

Dibisiki Pimpinan Bank, Perempuan di Semarang Gelapkan Kredit Bank DKI Rp2,7 Miliar

September 9, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Tuntutan Mati Berubah Lima Tahun, Kisah ABK Fandi Bikin Haru
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?