BACAAJA, SEMARANG- Program Jeteng Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI) yang digagas Gubernur Ahmad Luthfi terus digas. Salah satu wujud nyatanya lewat Gerakan Resik-Resik Kantor di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jateng.
Kegiatan diawali apel bareng dan dipimpin langsung Sekda Jateng, Sumarno. Setelah itu, para ASN langsung menyebar: ada yang bersihin halaman, trotoar, sampai nyemplungin tangan ke selokan. Sumarno bahkan ikut menyusuri saluran air di sepanjang Jalan Pahlawan Nomor 9 Semarang. Kabel bekas, plastik, rumput liar, semua dipungut. Nggak ada drama jijik-jijikan.
Baca juga: Soal Sampah, Pemprov Gaspol Gerakan Bersih-Bersih Bareng
Ia juga langsung minta perbaikan trotoar yang pecah-pecah supaya nggak bikin pejalan kaki kesandung. Jadi bukan cuma bersih, tapi juga rapi dan aman. Di sisi lain, tim ASN lain bersih-bersih area samping dan belakang kantor gubernur. Targetnya simpel: lingkungan kerja bersih dulu, baru ngomong bersih-bersih kota.
Kepedulian Lingkungan
Sumarno mendorong para ASN jadi “duta pengelolaan sampah”. Bukan cuma rajin rapat, tapi juga jadi ujung tombak soal kepedulian lingkungan. “Kami mohon panjenengan semua jadi duta-duta pengelolaan sampah,” ujarnya.
Apalagi momennya pas Ramadan. Menurutnya, menjaga kebersihan itu bukan cuma urusan estetika, tapi juga bagian dari nilai keimanan. Ia bahkan mengingatkan soal “dosa sosial” buang sampah sembarangan. Botol plastik yang nyangkut di gorong-gorong bisa jadi pemicu banjir.
Baca juga: Sampah Masih Cemari Lingkungan, DLHK Jateng Dorong Ekonomi Sirkular Hingga Tingkat Desa
Dan ketika banjir datang, yang susah bukan cuma satu orang. “Dengan membuang sampah sembarangan, kita panen dosa karena membuat orang lain menderita tanpa kita sadari,” tegasnya.
Gerakan ini selaras dengan Surat Edaran Gubernur Jateng tertanggal 19 Februari 2026 Nomor 600.4/0001544 Tahun 2026 tentang Gerakan Jawa Tengah ASRI. Pesannya sederhana tapi nusuk: bersih itu bukan konten seremoni. Karena kalau kantor sudah kinclong tapi selokan masih mampet, jangan-jangan yang perlu dibersihin bukan cuma lingkungannya, tapi juga kebiasaan lamanya. (tebe)


