Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: 800 Warga Sumowono Terisolasi, Jembatan Penghubung Antardesa Ambrol
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Info

800 Warga Sumowono Terisolasi, Jembatan Penghubung Antardesa Ambrol

R. Izra
Last updated: Februari 24, 2026 12:04 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Warga melihat jembatan yang menghubungkan Desa Duren dan Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang ambrol pada Senin (23/2/2026). Pemdes setempat membuat jembatan darurat agar 800-an warga di Desa Duren tak terisolasi.
Warga melihat jembatan yang menghubungkan Desa Duren dan Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang ambrol pada Senin (23/2/2026). Pemdes setempat membuat jembatan darurat agar 800-an warga di Desa Duren tak terisolasi.
SHARE

BACAAJA, UNGARAN – Warga Desa Duren, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, harus bangun dengan kabar nggak enak, Senin (23/2/2026) dini hari. Jembatan penghubung ke Desa Pledokan ambrol sekitar pukul 01.00 WIB.

Akibatnya? Akses kendaraan roda empat langsung putus total.

Kepala Desa Duren, Eko Sudarmo, bilang jembatan itu adalah satu-satunya jalur penghubung antar-desa. Jadi ketika ambruk, mobil otomatis nggak bisa lewat.

Bacaaja: Talud Rowosari Jebol, Warga Auto Cemas: Tolong Pasang Bronjong, Jangan Nunggu Banjir!
Bacaaja: Kiki Tewas Tertimbun, Lagi-lagi Tanah Longsor di Pemalang Telan Korban Jiwa

“Dengan kondisi jembatan yang ambrol, maka tidak bisa dilewati mobil. Terisolasi karena keadaan,” ujarnya.

Begitu dapat laporan dari warga, Eko langsung menuju lokasi. Panjang jembatan yang ambrol sekitar 10 meter, lebarnya 4 meter, dan tingginya kurang lebih 5 meter dari permukaan air.

Diduga, hujan deras yang mengguyur selama tiga hari berturut-turut bikin pondasi terkikis. Tanah di wilayah itu memang dikenal labil, jadi ketika debit air naik dan arus menguat, konstruksi jembatan nggak mampu bertahan.

Bikin jembatan darurat dulu, biar warga gak terisolasi

Pemerintah desa nggak tinggal diam. Mereka langsung koordinasi dengan BPBD Kabupaten Semarang serta TNI-Polri buat penanganan cepat.

Untuk sementara, dibangun jembatan darurat dari bambu dan papan kayu. Targetnya minimal sepeda motor dan pejalan kaki tetap bisa melintas.

“Setidaknya sepeda motor dan pejalan kaki bisa melintas terlebih dulu,” kata Eko.

Langkah ini penting banget, karena jembatan itu jadi akses vital bagi sekitar 800 warga Desa Duren menuju pusat pemerintahan Kecamatan Sumowono.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan Tribiantoro, menegaskan tanpa jembatan, aktivitas ratusan warga bisa lumpuh.

“Kalau tidak ada jembatan, aktivitas 800 jiwa warga terhambat, mereka bisa terisolasi,” ujarnya.

Yang bikin makin deg-degan, kejadian ini terjadi menjelang Lebaran. Mobilitas warga biasanya meningkat, entah untuk belanja kebutuhan, silaturahmi, atau aktivitas lainnya.

Eko berharap perbaikan permanen bisa segera dilakukan supaya warga nggak terlalu lama kesulitan.

“Kalau harapan tentu semoga diperbaiki segera agar warga tidak kesulitan, apalagi ini mau Lebaran,” katanya.

Untuk sekarang, warga masih harus ekstra hati-hati saat melintas di jembatan darurat. Sambil menunggu perbaikan permanen, yang penting akses dasar tetap nyambung dan desa nggak benar-benar terputus. (*)

You Might Also Like

9 Juta Orang Jateng Terima Manfaat MBG

Dua ASN Pemprov Jateng Kena Batunya, Tersangka Kasus Serobot Tanah Bulog

Bebas dari Lapas, Napiter Perempuan Asal Malaysia Langsung Dideportasi dari Semarang

Mengenal Shella Bernadetha: “Middle Blocker” Idola, dari Lapangan Voli hingga Sorotan Media

G30S/PKI: Malam Mencekam yang Ubah Jalan Sejarah Indonesia

TAGGED:headlinejembatan ambroljembatan ambrukjembatan putuskabupaten semarangsumowono
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Puasa Bedug Dulu Dicengin, Kata Buya Yahya Keren
Next Article Berbagi Itu Indah, Bergibah Itu Nirfaedah

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis.

Sentil Keras Kesepakatan Dagang RI-AS, MUI: Ini Perjanjian atau Penjajahan?

Secuil Cerita dari Sebuah Museum di Kota Lama Semarang

Berbagi Itu Indah, Bergibah Itu Nirfaedah

Warga melihat jembatan yang menghubungkan Desa Duren dan Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang ambrol pada Senin (23/2/2026). Pemdes setempat membuat jembatan darurat agar 800-an warga di Desa Duren tak terisolasi.

800 Warga Sumowono Terisolasi, Jembatan Penghubung Antardesa Ambrol

Puasa Bedug Dulu Dicengin, Kata Buya Yahya Keren

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Libur Panjang Datang, Jateng Bersiap Diserbu 7,8 Juta Pelancong

Desember 15, 2025
Ilustrasi rekening bank.
Ekonomi

Gila! Rekening Karyawan Berisi Rp12 Triliun, Diduga Hasil Penjualan Tekstil Ilegal

Januari 31, 2026
Daerah

Hujan Datang, Banjir Jangan: Semarang Latihan Siaga Bareng FPRB

September 12, 2025
Info

BPJS PBI-JK Tiba-tiba Nonaktif? Tenang, Ini Cara Balikin Lagi Tanpa Ribet

Februari 8, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: 800 Warga Sumowono Terisolasi, Jembatan Penghubung Antardesa Ambrol
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?