Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Swasembada Pangan Takluk di Kaki Donald Trump? RI akan Impor 1.000 Ton Beras dari AS
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Swasembada Pangan Takluk di Kaki Donald Trump? RI akan Impor 1.000 Ton Beras dari AS

R. Izra
Last updated: Februari 23, 2026 11:09 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
Presiden RI Prabowo Subianto (kiri) dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Presiden RI Prabowo Subianto (kiri) dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Pemerintah lagi getol ngomong soal swasembada pangan. Tapi di saat yang sama, Indonesia justru sepakat impor beras 1.000 ton dari Amerika Serikat.

Deal ini masuk dalam paket besar perjanjian dagang Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan AS. Kesepakatan itu diteken langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump.

Publik pun mulai bertanya: ini strategi dagang biasa, atau kompromi politik yang kebablasan?

Bacaaja: Cerita Prabowo ‘Hilangkan’ 48 Juta Jiwa Penduduk Indonesia saat Lapor Trump di Forum BoP
Bacaaja: Prabowo Sebut RI Teman Sejati AS, Publik Beri Peringatan: Sejarah ’65 Belum Tuntas

Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, menegaskan impor beras dari AS hanya 1.000 ton dan masuk kategori “beras klasifikasi khusus”.

“Realisasinya tergantung permintaan dalam negeri,” kata Haryo, Minggu (22/2).

Ia juga menyebut angka itu sangat kecil, hanya sekitar 0,00003 persen dari total produksi beras nasional 2025 yang mencapai 34,69 juta ton.

Secara angka, memang kelihatan mini. Tapi secara simbolik? Beda cerita. Apalagi dalam lima tahun terakhir, Indonesia tidak pernah impor beras dari AS. Sekarang, keran itu dibuka lagi, di tengah narasi besar soal kemandirian pangan.

Selain beras, Indonesia juga akan impor ayam dari AS. Bentuknya bukan ayam potong siap saji, tapi live poultry untuk kebutuhan Grand Parent Stock (GPS) sebanyak 580.000 ekor, dengan estimasi nilai USD 17–20 juta.

Menurut pemerintah, GPS ini dibutuhkan karena Indonesia belum punya fasilitas pembibitan sendiri untuk level tersebut.

Tak berhenti di situ, Indonesia juga akan impor mechanically deboned meat (MDM) sekitar 120.000–150.000 ton per tahun buat bahan baku sosis, nugget, bakso, dan produk olahan lainnya.

Pemerintah menegaskan impor ini tidak akan membanjiri pasar atau mengorbankan peternak lokal. Katanya, keseimbangan pasokan dan harga tetap dijaga.

Swasembada pangan vs kepentingan Trump

Di atas kertas, pemerintah bilang ini cuma bagian kecil dari produksi nasional dan murni kebutuhan industri. Tapi di ruang publik, narasinya lebih liar: kalau benar mau swasembada pangan, kenapa masih buka keran impor, bahkan dalam paket kesepakatan dagang dengan AS?

Apalagi deal ini lahir dalam konteks hubungan dagang yang lebih luas, di mana Indonesia juga memberi sejumlah konsesi.

Pemerintah mungkin melihatnya sebagai strategi diplomasi ekonomi: ambil-beri, win-win. Tapi buat sebagian orang, impor beras, sekecil apa pun angkanya, tetap terasa janggal di tengah kampanye kedaulatan pangan.

Akhirnya, pertanyaannya bukan cuma soal 1.000 ton. Namun lebih kepada soal konsistensi: mau berdiri di kaki sendiri, atau tetap buka pintu lebar-lebar kalau tekanan dagang datang? (*)

You Might Also Like

KDMP Beromzet Sebulan Rp60 Juta, Ketuanya Gak Cuan Sama Sekali!! Apes Bos

Jalan Undip-Unnes Akhirnya “Naik Kelas”

Ketua DPRD Jateng Ungkap PR Besar Demokrasi Indonesia: Bukan Sekadar soal Pemilu

Menaker Spill Rencana Program Magang Batch Baru, Ayo Fresh Graduate Siap-Siap

Gombel Lama Ditutup Tujuh Bulan

TAGGED:amerika serikatasdonald trumpheadlineimpor berasPrabowoswasembada pangantrump
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi anggota Polri (polisi). Polisi Kembali Membunuh? Polisi Tewas Dianiaya Polisi di Asrama Polisi Polda Sulsel
Next Article Bima Eka Sakti saat berbincang dengan Bacaaja.co dalam podcast Lakon Lokal. Plot Twist Bima Sakti: dari ASN ke Calon Bupati, Kini Bangun 4 Cabang Best Pangkas Rambut

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Jelang Iduladha, Pertamina Tambah Pasokan Elpiji 3 Kg

Fadia Arafiq Diduga Belanja Rolex dari Duit Korupsi

MTQ Nasional 2026, Pemprov Berencana Tambah Penerbangan

Ketika Konsentrasi Kekuasaan Berada di Tangan Orang Itu-Itu Saja

Forsan Jateng Mau Bikin Pesantren Makin Aman

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Direktur LBH Semarang, Syamsuddin Arief (pegang mik) paparan tentang kerja-kerja advokasi organisasinya, Rabu (21/1/2026). (bae)
Hukum

Curhat LBH Semarang: Katanya Jateng Mau Jadi Lumbung Pangan, Kok Kriminalisasi Petani

Januari 22, 2026
Puan Maharani dalam Sidang Bersama DPR-DPD RI 2025, Jumat (15/8/2025), Puan nggak cuma formalitas baca teks, tapi langsung nyentil soal intervensi kekuasaan di pemilu dan fenomena kritik kreatif netizen. Foto: dok.
Unik

Puan di Depan Jokowi & Prabowo: “Kritik Itu Cahaya, Bukan Bara”

Agustus 15, 2025
Presiden Prabowo Subianto memberi hormat kepada Presiden AS Donald Trump, saat Trump memuji dirinya dalam pidato pada KTT Board of Peace di Washington DC, Kamis (19/2/2026).(YouTube.com/KOMPAS TV)
Info

Cerita Prabowo ‘Hilangkan’ 48 Juta Jiwa Penduduk Indonesia saat Lapor Trump di Forum BoP

Februari 20, 2026
Kolase foto SPPG Giyanti dan roti berjamur yang dibagikan sebagai menu MBG.
Info

Sajikan Menu MBG Berulat dan Berjamur, SPPG Giyanti Temanggung Cuma Disanksi Libur Sepekan

Maret 2, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Swasembada Pangan Takluk di Kaki Donald Trump? RI akan Impor 1.000 Ton Beras dari AS
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?