Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Galau, Tahajud atau Sahur Dulu? Ini Kata Ustadz Adi Hidayat
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Galau, Tahajud atau Sahur Dulu? Ini Kata Ustadz Adi Hidayat

Dua-duanya ibadah sunnah yang punya nilai besar. Tahajud menguatkan ruhani, sementara sahur jadi “bekal tempur” biar kuat puasa seharian penuh.

Nugroho P.
Last updated: Februari 19, 2026 8:21 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Ustadz Adi Hidayat
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Menjelang waktu sahur di bulan Ramadhan, banyak orang mendadak galau. Bangun sudah, mata masih setengah terbuka, lalu muncul pertanyaan klasik: mau tahajud dulu atau langsung ke dapur siapkan sahur?

Dua-duanya ibadah sunnah yang punya nilai besar. Tahajud menguatkan ruhani, sementara sahur jadi “bekal tempur” biar kuat puasa seharian penuh.

Kebingungan ini makin terasa bagi mereka yang ingin total memaksimalkan pahala di bulan penuh ampunan. Rasanya sayang kalau ada momen ibadah yang terlewat begitu saja.

Penjelasan soal hal ini pernah disampaikan oleh Ustadz Adi Hidayat (UAH), pendakwah yang dikenal sistematis dalam mengurai dalil. Dalam salah satu kajiannya, ia menjawab persoalan ini dengan runtut dan mudah dipahami.

Dalam tayangan di kanal YouTube Taffaquh Ilmi, UAH menjelaskan bahwa langkah pertama adalah memahami istilahnya dulu. Banyak orang menyamakan qiyamulail dan tahajud, padahal keduanya tidak sepenuhnya identik.

Qiyamulail adalah istilah umum untuk salat malam. Ia bisa dilakukan sebelum tidur ataupun setelah tidur.

Sementara tahajud secara teknis dilakukan setelah seseorang tidur lebih dulu, lalu bangun di sepertiga malam. Jadi ada unsur “bangun dari tidur” di dalamnya.

Selama Ramadhan, umat Islam sejatinya sudah terbiasa dengan qiyamulail lewat salat tarawih. Artinya, unsur ibadah malam sebenarnya sudah tertunaikan.

UAH pun mengatakan, “Kalau sudah tunaikan qiyamulail lewat tarawih, maka menjelang subuh sebaiknya fokus pada sahur.”

Menurutnya, sahur punya dampak langsung pada kekuatan fisik saat berpuasa. Tanpa sahur yang cukup, tubuh bisa cepat lemas dan akhirnya ibadah lain ikut terdampak.

Karena itu, walaupun tahajud dan sahur sama-sama sunnah, tetap ada skala prioritas yang perlu dipertimbangkan. Bukan soal mana lebih mulia secara mutlak, tapi mana yang paling dibutuhkan saat itu.

Kalau kondisi tubuh terasa butuh asupan agar kuat puasa, maka mendahulukan sahur adalah pilihan yang bijak. Apalagi puasa berlangsung hampir seharian penuh.

Namun bukan berarti tahajud harus ditinggalkan. Justru yang paling ideal adalah mengatur waktu agar keduanya bisa dijalankan.

UAH memberi contoh sederhana. Bangun lebih awal, misalnya sekitar pukul 00.30 atau 01.00, lalu tunaikan dua rakaat tahajud dengan khusyuk.

Setelah itu, lanjutkan dengan persiapan sahur dan makan secukupnya. Tidak perlu berlebihan, yang penting cukup untuk menjaga stamina.

Dengan cara ini, dua keutamaan bisa diraih sekaligus. Pahala tahajud dapat, sunnah sahur pun tidak terlewat.

UAH menegaskan, “Dua-duanya sunnah, tapi kalau bisa dilakukan semua, itu yang paling utama.”

Ia juga mengingatkan bahwa tahajud tanpa sahur berisiko membuat tubuh lemah saat puasa. Kalau sudah terlalu lemas, konsentrasi ibadah siang hari bisa terganggu.

Karena itu, kuncinya ada pada manajemen waktu dan memahami kondisi diri. Ramadhan bukan hanya soal memperbanyak ibadah, tapi juga menjaga keseimbangan.

Memulai sahur dengan dua rakaat tahajud bisa menjadi pembuka yang penuh berkah. Ruhani terisi dulu, lalu fisik dipersiapkan.

Akhirnya, tidak perlu merasa tertekan harus memilih salah satu. Dengan perencanaan yang baik, tahajud dan sahur bisa berjalan beriringan.

Semoga di bulan Ramadhan ini, kita dimampukan menata waktu dengan lebih cerdas, agar ruhani kuat dan fisik pun tetap bertenaga dalam menjalani ibadah puasa. (*)

You Might Also Like

Ngeri! Detik-detik Bangunan Ponpes Al Adalah Ambruk Ditelan Tanah Gerak di Tegal

Haji 2026 Tetap Berangkat, Meski Timur Tengah Lagi Panas-Panasnya

Iran Bikin Starlink Gelap, Jammer Rusia Jadi Senjata Sunyi

Bupati Agus Ajak Anak Muda Bangkit Usai Demo di Temanggung

Hadiri Jumenengan Mangkunegara X, Respati Gaspol Kolaborasi Budaya di Solo

TAGGED:bukamokelpuasaramadhansahurtahajud
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Masjid Raya Baiturrahman Stop Speaker Luar Pukul 21.00
Next Article Pemkot Serap Aspirasi Warga Lewat Tarling

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Minggu Pagi, Asap TPA Jatibarang Masih Kepung Kawasan Industri Candi

Warga Binaan Lapas Purwodadi Dilatih Otomotif

BSU Rp900 Ribu Cair Sekaligus Kuartal IV 2026

Drone Thermal Brimob Bongkar Titik Panas TPA Jatibarang

Pexi Jateng Dukung Indonesia Tuan Rumah Kejuaraan Xiangqi Asia 2028

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

UMK Semarang Nggak Bisa Seenaknya, Semua Harus Ikut Aturan Pusat

November 8, 2025
Info

Operasi India Panas, 14 Maois Tumbang di Hutan Tengah

Januari 4, 2026
KOLASE--Kakek Prabowo Subianto, Margono Djojohadikusumo (kiri) dan ulama besar KH Sholeh Darat.
Info

Kakek Prabowo Disandingkan dengan Ulama Besar KH Sholeh Darat, Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Agustus 19, 2026
Info

Jateng 15 Tahun Berturut-Turut WTP

Juni 8, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Galau, Tahajud atau Sahur Dulu? Ini Kata Ustadz Adi Hidayat
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?