Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Klik Undangan, Duit Rp1,3 Miliar di Rekening Junaenah, Wakil Ketua DPRD Batang Amblas
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Klik Undangan, Duit Rp1,3 Miliar di Rekening Junaenah, Wakil Ketua DPRD Batang Amblas

Malam sebelum kejadian, ponselnya tiba-tiba nge-hang dan tak bisa dipakai. Besoknya, perangkat itu benar-benar tak bisa dioperasikan seperti biasa

Nugroho P.
Last updated: Februari 18, 2026 9:46 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
GAJI - Ilustrasi uang rupiah sebagai gaji bulanan.
GAJI - Ilustrasi uang rupiah sebagai gaji bulanan.
SHARE

BACAAJA, BATANG – Cerita ini bikin dada sesak. Junaenah, Wakil Ketua DPRD Batang, harus menelan kenyataan pahit setelah uang hampir Rp1,3 miliar di rekeningnya mendadak ludes tak bersisa.

Yang bikin makin nyesek, duit itu bukan cuma miliknya pribadi. Ada titipan para petani gabah yang selama ini kerja bareng dalam bisnis beras yang ia jalankan.

Semua bermula dari satu klik. Sebuah file undangan berbentuk APK sempat ia buka, tanpa curiga kalau itu bakal jadi awal petaka.

Malam sebelum kejadian, ponselnya tiba-tiba nge-hang dan tak bisa dipakai. Besoknya, perangkat itu benar-benar tak bisa dioperasikan seperti biasa.

Merasa ada yang aneh, ia langsung ambil langkah cepat. Layanan digital banking diblokir, aplikasi perbankan dihapus, berharap semua aman terkendali.

Sebagai pengusaha beras yang transaksinya gede-gede, ia tetap butuh mobile banking buat bayar ke Bulog. Akhirnya, ia memutuskan aktivasi ulang layanan BRImo di kantor Bank Rakyat Indonesia Cabang Batang.

Proses registrasi ulang dilakukan di kantor cabang, dibantu petugas customer service. Ia bahkan sempat minta agar email dan nomor lama tak lagi dipakai, walau katanya hanya sementara.

Tanpa ia tahu, akunnya juga terdaftar di layanan IBiz dengan limit transaksi harian yang nilainya bisa tembus puluhan miliar rupiah. Sebuah detail yang belakangan bikin banyak orang mengernyit.

Tak lama setelah aktivasi, muncul notifikasi kalau akunnya dipakai di perangkat lain. Padahal ponsel ada di rumah dan tak disentuh siapa-siapa.

Saat coba login, aksesnya sudah mentok. “Seperti ada yang mengendalikan dari tempat lain,” ujarnya.

Paginya, ia datang ke bank untuk cetak rekening koran. Dari saldo sekitar Rp1,3 miliar, yang tersisa cuma sekitar Rp100 ribu.

Riwayat transaksi menunjukkan transfer bertahap ke sejumlah rekening bank lain dalam waktu yang terbilang singkat. Duit mengalir cepat, nyaris tanpa jeda.

Sebagai nasabah prioritas, ia berharap penanganannya juga prioritas. Namun yang didapat justru diminta sabar menunggu investigasi dari kantor pusat.

Ia mengaku kesulitan bertemu langsung dengan pimpinan cabang. Penjelasan detail pun belum bisa diberikan ke publik karena disebut masih dalam proses internal.

Kasus ini kembali menampar keras soal keamanan digital. Di tengah gampangnya transaksi online, satu celah kecil bisa bikin kerugian jumbo.

Apalagi modus file APK berkedok undangan sudah sering diingatkan sebagai pintu masuk peretasan. Tapi nyatanya, masih banyak yang jadi korban.

Yang bikin situasi makin pelik, dana yang raib itu berkaitan dengan roda usaha para petani. Ada harapan banyak orang yang ikut terguncang.

Pertanyaan pun bermunculan. Sejauh mana sistem perbankan benar-benar aman, dan bagaimana tanggung jawabnya kalau dana nasabah bisa terkuras begitu cepat?

Di era serba digital, kepercayaan adalah segalanya. Sekali retak, butuh waktu panjang untuk memulihkannya.

Sampai sekarang, Junaenah masih menunggu kejelasan. Bukan cuma soal uang yang hilang, tapi juga kepastian bahwa kejadian serupa tak lagi terulang pada nasabah lain. (*)

You Might Also Like

Begini Drama Setoran THR Cilacap, yang Nyeret Bupatinya ke KPK

Kala Napi Perempuan Lenggak-Lenggok di Runway Balik Jeruji

Susi Pudjiastuti Buka-bukaan Soal Mental Maling Pejabat, Publik Riuh

Polisi Berhasil Bongkar Kasus Pembuangan Bayi di Plafon Sekolah, Ternyata Pelaku di Bawah Umur

Dua Anak Kotim Terpapar Paham Ekstrem dari Game Online, Terkait Bom SMA Jakarta?

TAGGED:juhaenahscamuangwakil ketua dprd batang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Niat Mandi Wajib Sebelum Puasa Ramadhan, Biar Hati Siap, Belum Telat Kok
Next Article Rumah Jokowi Di-rename Netizen, PSI Santai Aja

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Rebahan Bareng di Taman, Cara Gen Z Lepas Penat Lagi Naik Daun

Nyeri Sehabis Makan Santan? Bisa Jadi Empedu Lagi Kasih Kode

POLISI - Ilustrasi anggota Polri (polisi).

Ngeri! Oknum Polisi di Tegal Siksa Istri, Korban Disuruh Racik Narkoba hingga Disiram Air Keras

Debt Collector Main Tarik Paksa Kendaraan, Risikonya Bisa Berujung Pidana

Buah Favorit Bisa Jadi Kunci Berat Badan Tetap Aman dan Nyaman

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Napi Lapas Semarang (kaus biru) mengikuti rangkaian tes urine mengecek narkotika. *(ist)
Hukum

Napi Lapas Semarang Positif Narkoba, Ketahuan saat Tes Urine

Januari 11, 2026
KPK menahan lima tersangka kasus kredit fiktif di BPR Jepara Artha senilai Rp263,6 miliar. Modusnya, menggunakan nama pedagang kecil hingga pengangguran untuk mencairkan dana. Kerugian negara ditaksir Rp254 miliar. Uang mengalir ke jajaran bank hingga dipakai untuk beli aset dan perjalanan umrah. Foto:dok.
Hukum

Kredit Bodong Rp263,6 M BPR Jepara Arta, Cuma Modal Nama Pedagang & Pengangguran

September 19, 2025
Hukum

Rokok dan Minol Ilegal Senilai Rp11 Miliar Dimusnahkan

April 15, 2026
Andrie Yunus bersama Koalisi Masyarakat Sipil menerobos rapat pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI di Hotel Fairmont Jakarta, pada Sabtu (15/3/2025) silam.
Hukum

Kondisi Mata Andrie Sangat Serius, Sidang Air Keras Mencekam

Mei 21, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Klik Undangan, Duit Rp1,3 Miliar di Rekening Junaenah, Wakil Ketua DPRD Batang Amblas
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?