Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Masuk Gedung Tinggalin KTP? Pelanggaran Undang-undang yang Dinormalisasi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Masuk Gedung Tinggalin KTP? Pelanggaran Undang-undang yang Dinormalisasi

R. Izra
Last updated: Februari 18, 2026 12:01 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Ilustrasi Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Ilustrasi Kartu Tanda Penduduk (KTP).
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Pernah nggak sih mau masuk gedung tapi disuruh ninggalin KTP atau bahkan foto selfie di front office? Kelihatannya sepele dan “udah biasa”, tapi ternyata praktik ini bisa jadi red flag soal keamanan data pribadi.

Praktik harus menyerahkan KTP saat memasuki gedung merupakan pelanggaran undang-undang yang dinormalisasi. Seolah itu legal, bukan sebuah pelanggaran.

Peneliti dari Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM), Parasurama Pamungkas, menilai kebiasaan tersebut justru berpotensi melanggar prinsip perlindungan data pribadi.

Bacaaja: Kamu Siap Ngabdi & Nguri-uri Budaya? Keraton Jogja Buka Rekrutmen Prajurit, Ini Syaratnya
Bacaaja: Puan: Lindungi Data Pribadi WNI dalam Kerja Sama dengan AS

Menurutnya, banyak pengelola gedung mengumpulkan data yang sebenarnya nggak relevan dengan tujuan kunjungan.

“Pengumpulan data pribadi yang tidak relevan, seperti masuk tower lalu harus daftar akun, itu merupakan ketidakpatuhan terhadap prinsip pelindungan data pribadi,” jelas Parasurama.

Dalam aturan privasi, pengumpulan data harus terbatas dan sesuai kebutuhan. Kalau cuma mau bertamu atau meeting sebentar tapi diminta KTP plus foto wajah, pertanyaannya: memang sepenting itu?

Parasurama menyebut praktik ini bisa masuk kategori pelanggaran karena pengendali data kehilangan dasar hukum saat mengumpulkan informasi yang nggak relevan.

Padahal, Indonesia telah memiliki aturan privasi lewat Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi sejak 2022.

Aturan ini mengatur dengan ketat hak warga RI sebagai pemilik data pribadi serta menetapkan ancaman sanksi bagi perusahaan serta institusi pemerintah yang lalai melindungi data pribadi.

Undang-undang berjalan tanpa pengawasan

Ironisnya, implementasi aturan ini masih setengah jalan. Badan pengawas yang seharusnya berdiri paling lambat Oktober 2024 sampai sekarang belum juga terbentuk. Akibatnya, kontrol di lapangan terasa belum maksimal.

Parasurama menegaskan, privasi seharusnya diberikan secara default, bukan malah bikin orang “terpaksa” menyerahkan data demi bisa masuk gedung.

Pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, ikut mengingatkan bahwa KTP dan selfie bahkan bukan alat identifikasi resmi menurut Dukcapil.

Masalah terbesar ada di cara data itu disimpan. Kalau sistemnya lemah, kebocoran tinggal tunggu waktu.

“Kalau tidak disimpan dengan aman, ya selesai juga. Data bisa bocor, termasuk foto wajah, dan sekarang tinggal dipermak pakai AI,” katanya.

Harus cari cara yang lebih aman dan tak melanggar undang-undang

Pengelola gedung didorong mencari metode verifikasi yang lebih minim risiko dan tetap memberi opsi bagi pengunjung. Jangan sampai keamanan gedung malah dibayar mahal dengan keamanan data pribadi.

Di era digital, data itu aset. Sekali bocor, dampaknya bisa panjang.

Jadi lain kali diminta titip KTP atau selfie sebelum masuk gedung, mungkin pertanyaan paling relevan bukan cuma “boleh masuk nggak?”, tapi juga: data gue bakal aman nggak?

You Might Also Like

Ultah ke-479, Semarang Bagi-Bagi “Hadiah”: Naik BRT Gratis, Wisata Free, Parkir Cuma 479 Perak!

Banjir Kanal Barat Meluap setelah Hujan Deras, Permukiman Semarang Terendam

Geger Deepfake AI SMAN 11 Semarang: Chiko Bikin Konten Bokis Mengerikan

Duit Kredit Nasabah Disikat, Pegawai BRI Semarang Disidang

3,1 Juta Hektar Lahan Sawit Ilegal Dibiarkan Mangkrak! Menteri Nusron Cuma Nonton?

TAGGED:headlinektpmasuk gedungmenyerahkan ktppelanggaranundang-undanguu perlindungan data pribadi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article MBG Bikin Sampah Kian Menumpuk, Pemprov Jateng Akui Banyak Makanan Terbuang Sia-sia
Next Article Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Syahuddi dan jajarannya menunjukkan aneka barang bukti terkait insiden lakalantas Bus PO Cahaya Trans, di Mapolrestabes Semarang, Rabu (18/2/2026). Foto: Eka Setiawan Buntut Lakalantas Bus Cahaya Trans di Semarang Tewaskan 16 Penumpang, Pemilik Perusahaan jadi Tersangka 

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kader HMI Didorong Ciptakan Lapangan Kerja

7,26 Juta Penumpang Padati Jalur KAI Semarang dalam Enam Bulan

Semarang Unjuk Jati Diri di MTQ Nasional

Saatnya Tinju Jateng Bangkit

Borobudur Playon Bukan Cuma Kejar Finish, Rp600 Juta Disumbangkan untuk Desa

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Mantan Menkopolhukam, Mahfud MD.
Unik

Mahfud MD Bongkar Akar Masalah: Dari Kebijakan Setengah Hati sampai Arogansi Elit

Agustus 31, 2025
Daerah

Pemkot Serap Aspirasi Warga Lewat Tarling

Februari 19, 2026
Ilustrasi jemaah sedang melalukan ritual ibadah haji di Masjidil Haram.
Info

Prabowo Maunya Petugas Haji Mayoritas Dikasih ke TNI-Polri Saja

Januari 12, 2026
Unik

Efek Domino Kasus Hogi: Kasat Lantas Sleman Dicopot

Januari 31, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Masuk Gedung Tinggalin KTP? Pelanggaran Undang-undang yang Dinormalisasi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?