Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Wacana Peralihan LPG ke DME, M Saleh: Sosialisasi Dulu, Jangan Sampai Bikin Warga Kaget
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Wacana Peralihan LPG ke DME, M Saleh: Sosialisasi Dulu, Jangan Sampai Bikin Warga Kaget

R. Izra
Last updated: Februari 11, 2026 6:38 pm
By R. Izra
4 Min Read
Share
Wakil Ketua DPRD Jateng dari Fraksi Golkar, M Saleh.
Wakil Ketua DPRD Jateng dari Fraksi Golkar, M Saleh.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG — Pemerintah lagi nyiapin langkah baru di sektor energi: mengganti Liquified Petroleum Gas (LPG) dengan Dimethyl Ether (DME) buat kebutuhan harian, termasuk masak. Tujuannya bukan cuma buat ngurangin impor LPG, tapi juga karena DME dianggap lebih ramah lingkungan.

Gas alternatif ini disebut gampang terurai di udara, nggak merusak ozon, dan berpotensi menekan gas rumah kaca sampai sekitar 20 persen. Rencananya, proses peralihan dari LPG ke DME bakal mulai tahun ini.

Tapi, ada PR besar yang nggak boleh dilewatkan: sosialisasi ke masyarakat.

Bacaaja: Dampak Banjir Pemalang, M Saleh: Pemulihan Pendidikan Nggak Boleh Nunggu Lama
Bacaaja: Survei IPI: Ganjar Masuk Tiga Besar Kandidat Capres 2029, Ada Nama Baru Masuk Radar

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mengingatkan kalau perubahan ini bukan hal kecil. Soalnya, masyarakat sudah lama banget bergantung sama LPG.

“Sosialisasi kepada masyarakat sangat dibutuhkan karena terjadi perubahan kebiasaan. Seperti sebelumnya ketika LPG hadir menghapus penggunaan minyak tanah,” ujar Saleh.

Menurut politisi Golkar itu, informasi yang jelas bakal bikin masyarakat lebih tenang dan nggak panik saat kebijakan energi baru ini dijalankan.

“Ketika program pemerintah dijalankan, masyarakat sudah lebih siap menghadapi dan menerima kebijakan energi baru itu serta beradaptasi,” lanjutnya.

Wakil Ketua DPRD Jateng dari Golkar, M Saleh.
Wakil Ketua DPRD Jateng dari Golkar, M Saleh.

Kenapa harus ganti? Alasannya cukup simpel: Indonesia masih terlalu bergantung pada impor LPG.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya mengungkapkan konsumsi LPG nasional tembus sekitar 10 juta metrik ton per tahun. Masalahnya, produksi dalam negeri baru sekitar 1,6 juta metrik ton. Artinya? Indonesia masih harus impor sekitar 8,4 juta metrik ton — angka yang jelas bikin devisa negara terkuras.

Sebagai solusi, pemerintah mendorong hilirisasi batu bara lewat produksi DME, terutama dari batu bara kalori rendah.

Bisa langsung dipakai, tanpa ganti tabung dan kompor

Kabar baiknya, karakter DME mirip LPG, baik secara kimia maupun fisika. Jadi infrastrukturnya nggak perlu dibangun dari nol. Tabung gas, storage, sampai sistem distribusi yang ada sekarang masih bisa dipakai.

Bahkan, campuran 20 persen DME dan 80 persen LPG sudah bisa digunakan di kompor gas yang ada di rumah.

Meski begitu, ada sedikit perbedaan soal energi panas.

  • DME: 7.749 Kcal/Kg
  • LPG: 12.076 Kcal/Kg

Tapi karena massa jenis DME lebih tinggi, perbandingan kalorinya kira-kira 1 banding 1,6 dengan LPG.

Plus, nyala api DME disebut lebih biru dan stabil, nggak menghasilkan partikulat matter (PM) dan NOx, serta bebas sulfur.

Harga bisa jadi penentu pilihan

Selain sosialisasi, Saleh juga menekankan satu hal yang biasanya paling sensitif buat masyarakat: harga.

“Untuk menarik perhatian masyarakat agar mau berpindah dari LPG ke DME, maka harga DME diupayakan harus lebih murah dari LPG,” tegasnya.

Kalau lebih ramah lingkungan tapi lebih mahal, siap-siap aja bakal susah diterima publik.

Intinya, peralihan energi memang kelihatan keren di atas kertas. Tapi tanpa edukasi yang masif dan harga yang masuk akal, kebijakan ini bisa jadi tantangan baru.

Pertanyaannya sekarang: masyarakat bakal siap move on dari LPG, atau malah butuh waktu lebih lama buat adaptasi? (*)

You Might Also Like

Silahturahmi ke Senior, Agustina: Pembangunan Nggak Boleh “Putus Nyambung”

Dari Proyek Ke Kampus, Jalan Nekat Berbuah Prestasi

Layanan Publik di Jateng Tetap Aman, Nggak Terpengaruh Demo

Pompa Nambah, Jalan Mulus, Banjir Dikejar: Curhat Infrastruktur Wali Kota Semarang

Agustina Ajak Anak Muda Semarang Garap IP Kreatif

TAGGED:dmedme pengganti lpgelpijilpgm salehsosialisasiwakil ketua dprd jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ketua DPP PDIP, Ganjar Pranowo. Survei IPI: Ganjar Masuk Tiga Besar Kandidat Capres 2029, Ada Nama Baru Masuk Radar
Next Article Rumah warga Deliksari, Gunungpati, Semarang, terlihat sudah miring dan beberapa mengalami tembok retak, Rabu (11/02/2026). (dul) Triastono Risau Tanah Terus Bergerak, Warga Deliksari Bertahan di Tengah Ancaman Longsor

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Giant Sea Wall Dikhawatirkan Ganggu Nelayan

KORBAN KERACUNAN MBG - Polisi menjenguk korban keracunan MBG di Batang yang dirawat pada sebuah fasilitas kesehatan (faskes) setempat.

Korban Dugaan Keracunan MBG di Jateng Tembus 13 Ribu Orang

TRANSFORMASI LAYANAN PELANGGAN - PLN Icon Plus turut mengembangkan transformasi layanan pelanggan melalui implementasi New Aplikasi Pelayanan Pelanggan Terpusat (AP2T) Wave 4 di Jawa Tengah dan Yogyakarta. KUNJUNGAN INDUSTRI - Siswa Jurusan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) SMK Muhammadiyah Imogiri kunjungi PLN Icon Plus di Semarang, untuk mengenal lebih jauh industri teknologi digital.

PLN Icon Plus Perkuat Pembelajaran Siswa TJKT Muhammadiyah Imogiri melalui Pengalaman Industri

ILUSTRASI: Sejumlah pihak mengikuti acara ground breaking Giant Sea Wall di Timbulsloko, Demak, Selasa (1/9/2026). (ist)

Proyek Tanggul Laut Raksasa di Pantura, Koalisi MDS Sebut Warga Dibatasi Suarakan GSW

SIDANG KORUPSI: Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dan Sekda Cilacap Sadmoko Danardono duduk berdampingan meski beda sikap dalam sidang kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang, Jumat (31/7/2026). (bae)

Mengapa Bupati dan Sekda Cilacap Dituntut Hukuman Berbeda? KPK Ungkap Alasannya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Saat Tubuh Berbalik Arah, Autoimun Makin Dekat

April 25, 2026
Info

Nunggak Sewa Rusun, 62 Penghuni Dipanggil Satpol PP

Agustus 4, 2026
Ekonomi

Agustina Ajak Warga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Juni 20, 2026
BERPIHAK KEPADA KORBAN - Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Kurnia Muhajar, berkomitmen penanganan dugaan kasus kekerasan seksual di UIN Walisongo berpihak kepada korban. (dul)
Info

Dosen Cabul UIN Walisongo Semarang Kini ‘Bebas Tugas’

September 17, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Wacana Peralihan LPG ke DME, M Saleh: Sosialisasi Dulu, Jangan Sampai Bikin Warga Kaget
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?