BACAAJA, SEMARANG — Meet & Greet Densus di SMAN 6 Semarang nggak cuma jadi acara formal doang. Banyak siswa pulang dengan insight baru soal radikalisme sampai bullying, topik yang ternyata deket banget sama kehidupan pelajar.
Salah satunya Khansareta Prayunita, atau yang akrab disapa Reta. Siswi kelas XI ini bilang materi yang disampaikan bikin wawasannya kebuka lebar.
“Tadi dapat banyak pengetahuan seputar radikalisme, bullying, juga bagaimana kita sebagai penerus bangsa meneruskan perjuangan dari yang terdahulu,” ujar Reta, Selasa (10/2/2026).
Bacaaja: Densus Masuk Sekolah Mau Cari Apa? Ternyata Bahas Ini, Bikin Heboh SMAN 6 Semarang
Bacaaja: Meet & Greet SMAN 6 Semarang, Densus: 22 Pelajar Jateng Terpapar Paham Radikal, Banyak dari Medsos
Menurutnya, sekarang dia makin sadar kalau radikalisme nggak datang dari satu pintu aja—tapi bisa masuk lewat banyak jalur.
“Pemaparan radikalisme itu bisa dari banyak platform. Bisa dari gadget, dari pertemanan juga,” jelasnya.
Nggak cuma itu, pembahasan soal bullying juga jadi reminder penting. Apalagi, ada bentuk bullying yang sering dianggap bercanda padahal dampaknya serius, kayak verbal bullying.
“Kalau bullying, ada verbal bullying. Itu yang tadi dijelaskan,” tambahnya.

Hal serupa juga dirasain Ailsa Fara Aryandari. Ia mengaku materi yang diterima bikin dirinya lebih waspada sekaligus refleksi diri.
“Berdasarkan materi yang sudah saya dapatkan, saya akan berusaha mengurangi hal-hal yang negatif agar tidak terpapar radikalisme,” kata Ailsa.
Ia pun berharap ilmu dari kegiatan ini nggak cuma berhenti di ruang acara, tapi bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapannya ke depan bisa menjadi lebih baik lagi,” tutupnya.
Sebagai informasi, Meet & Greet Densus ini merupakan hasil kolaborasi BacaAja bersama Densus 88, Kesbangpol Jawa Tengah, dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.
Tujuannya jelas: bikin pelajar makin aware terhadap ancaman radikalisme sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan positif. (*)


