Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: UPTD PPA Jangan Cuma Papan Nama: Wagub Minta Kepala Daerah Turun
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

UPTD PPA Jangan Cuma Papan Nama: Wagub Minta Kepala Daerah Turun

Perlindungan perempuan dan anak itu bukan sekadar program cantik di proposal. Kalau kasus datang, negara harus hadir, bukan sibuk cari siapa yang jaga meja. Itulah pesan yang ditegaskan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, ke para bupati dan wali kota se-Jateng. Intinya satu: seriusin layanan, jangan setengah-setengah.

T. Budianto
Last updated: Februari 9, 2026 7:13 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
BERI SAMBUTAN: Wagub Jateng, Taj Yasin memberikan sambutan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Jateng 2026 dan Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD 2027 di Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Jumat (6/2/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen atau yang akrab disapa Gus Yasin meminta bupati dan wali kota di Jateng benar-benar memperkuat pelayanan perlindungan perempuan dan anak di daerah masing-masing. Fokus utamanya: mengoptimalkan fungsi Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA).

“Mohon atensinya para bupati dan wali kota, terutama yang UPTD-nya belum lengkap. Kalau soal staf, bisa memfungsikan ASN dari unit lain. Yang penting koordinasinya jalan, supaya penanganan kasus bisa lebih masif dan tuntas,” ujar Gus Yasin saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Jawa Tengah 2026 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jumat, (6/2/2026).

Baca juga: Cetak 600 Kader Paralegal, PKK Jateng Bangun Garda Terdepan Perlindungan Perempuan dan Anak

Menurut Gus Yasin, urusan kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan kerja satu dinas saja. Ini kerja rame-rame. Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan wajib terlibat, terutama untuk pendampingan psikologis korban yang sering luput dari perhatian.

Ia juga menyarankan daerah tak perlu menunggu SDM baru jika masih terbatas. ASN dari unit lain bisa dimaksimalkan untuk mengisi kekosongan di UPTD PPA. Selain itu, setiap kasus yang belum tertangani diminta segera dilaporkan lewat kanal komunikasi resmi pemerintah agar bisa langsung diintervensi.

Minim SDM

Sementara itu, Kepala Dinas Perempuan dan Anak Provinsi Jateng, Ema Rachmawati mengungkapkan, banyak daerah sebenarnya sudah punya peraturan bupati dan struktur UPTD PPA. Masalahnya, fungsi di lapangan belum maksimal karena minim staf pelaksana.

“Kendala utamanya kemampuan anggaran daerah, terutama untuk merekrut tenaga profesional seperti psikolog, pekerja sosial, dan tenaga hukum,” kata Ema. Akibatnya, penanganan korban sering tersendat dan koordinasi jadi tidak optimal.

Saat ini, Pemprov Jateng masih mengejar pembentukan UPTD PPA di Kabupaten Demak yang baru sampai tahap peraturan bupati. Sementara Boyolali, Temanggung, dan Kabupaten Semarang tinggal menunggu proses pelantikan kepala UPTD.

“Ada yang UPTD-nya sudah ada, tapi belum punya kepala atau staf. Minggu depan kami akan melatih petugas yang ada supaya penanganan lebih profesional. Kami juga berencana mencari aset di Semarang untuk rumah aman provinsi,” jelas Ema.

Baca juga: Kawin Anak di Semarang Kini Nggak Bisa Asal Gas

Di sisi lain, Direktur Legal Resources Center untuk Keadilan Jender dan HAM (LRC-KJHAM), Witi Muntari, mencatat masih tingginya kasus kekerasan. Sepanjang 2025, lembaganya mendampingi sedikitnya 117 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Ia berharap anggaran dan kapasitas UPTD PPA benar-benar diperkuat, agar layanan medis, hukum, hingga psikologis bagi korban bisa maksimal sampai ke level kabupaten dan kota.

Karena melindungi perempuan dan anak itu bukan soal punya gedung, spanduk, atau SK semata. Kalau UPTD cuma jadi papan nama di dinding kantor, yang terlindungi bukan korban, tapi formalitas. (tebe)

You Might Also Like

Hadapi Nataru, Sampah Jadi Musuh Bersama

Bus ALS Tabrak Truk BBM, Api Langsung Lahap Belasan Penumpang

MAKI Laporkan KPK Soal Penahanan Yaqut Cholil Qoumas

AHY: Jangan Baperan, Rapatin Barisan Kalau Mau Menang 2029!

Pemprov Gaspol Atasi Krisis Hunian: 17.510 Rumah Siap Ditangani Tahun Ini

TAGGED:headlinepemprov jatengperlindungan anak dan perempuantaj yasinwagub jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi hakim sidang di pengadilan. Masih Ingat Dias, Dosen Unissula Ribut dengan Dokter? PN Semarang Jatuhkan Denda Rp8 Juta
Next Article Scroll Boleh, Asal Aman: Kemenkum Ingatkan Bahaya Dunia Digital

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

BARONGSAI - Sejumlah pemain barongsai mengenakan baju hijau, tengah memegang kepala barongsai dan memegang dupa, Jumat (25/9/2026). Mereka baru saja mengikuti atraksi untuk meramaikan gelaran Mooncake Festival di Kawasan Pecinan Semarang. (dul)

Barongsai Turun ke Jalan, Rangkaian Mooncake Festival Bikin Warga Berkerumun

Begini Bentuk Hisab Amal di Hari Kiamat

Kemenkum Jateng Dorong Pelaku Usaha Tak Asal Pilih Merek

Mooncake Festival 2026 Hidupkan Kawasan Pecinan Semarang

Sekda Banyumas Mundur Usai Diperiksa KPK

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Dua sepeda motor yang mengalami lakalantas dibawa mobil Satlantas Polrestabes Semarang, Kamis (19/2/2026) dini hari. Foto: Instagram @relawangabungansemarang
Info

Dua Pemotor Tewas Tabrakan di TL Dr Cipto Semarang

Februari 19, 2026
TURNAMEN ESPORT--Pelajar dari berbagai daerah bertanding game Mobile Legends: Bang Bang, di Salatiga, Sabtu (18/7/2026). (ist)
Olahraga

Luwak Hitam Bantal Juarai Campus School Battle 2026

Juli 19, 2026
Ekonomi

Ngopi Cantik Bareng Dekranasda, Wali Kota Semarang Janji Jadi Brand Ambassador Produk Lokal

September 13, 2025
Info

Pemprov Berangkatkan Ratusan Pemudik Gratis dari Pasar Senen

Maret 17, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: UPTD PPA Jangan Cuma Papan Nama: Wagub Minta Kepala Daerah Turun
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?