Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Dari Pesantren ke Kampus Dunia
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Dari Pesantren ke Kampus Dunia

Siapa bilang santri jalurnya cuma lokal-lokal aja? Dari ngaji kitab kuning, sekarang bisa lanjut ngampus lintas negara. Pemprov Jawa Tengah resmi membuka Beasiswa Santri 2026, dan kali ini skalanya bukan main. Mesir? Bisa. Jepang? Siap. Korea, Turki, sampai Taiwan juga boleh.

T. Budianto
Last updated: Februari 5, 2026 3:22 am
By T. Budianto
4 Min Read
Share
RILIS JUKNIS: Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Jateng, Prof Dr KH Hasyim Muhammad dan Koordinator Bidang Beasiswa dan Pelatihan LFSP Jateng, Prof Akhmad Syakir Kurnia usai merilis Petunjuk Teknis (Juknis) Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren di Kantor Gubernur Jateng, Rabu (4/2/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Pemprov Jateng resmi membuka Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Tahun 2026. Program ini jadi pintu besar bagi santri asal Jateng untuk melanjutkan pendidikan tinggi, mulai dari kampus dalam negeri sampai luar negeri, termasuk Universitas Al Azhar Mesir hingga universitas di Jepang.

Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Jateng, Prof Dr KH Hasyim Muhammad menyebut, program ini sebagai bentuk kehadiran nyata Pemprov Jateng untuk pesantren.

“Santri tidak hanya didorong kuliah di dalam negeri, tapi juga diberi kesempatan menempuh pendidikan tinggi di luar negeri,” kata Hasyim saat rilis Petunjuk Teknis (Juknis) Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren di Kantor Gubernur Jateng, Rabu (4/2/2026).

Baca juga: 1.041 Santri Terima Bisyarah Sepanjang 2025

Lewat program ini, Pemprov Jateng memfasilitasi berbagai skema beasiswa. Mulai dari Beasiswa Santri Vokasi dan S1 dalam negeri, dengan bidang studi kedokteran, pertanian, sains, teknologi, teknik, matematika (STEM), hingga keislaman. Adapun kampus tujuan adalah perguruan tinggi negeri dan swasta di Jawa Tengah yang telah bekerja sama dengan Pemprov.

Tak berhenti di situ, santri juga bisa mendaftar beasiswa vokasi dan S1 luar negeri. Negara tujuannya pun beragam: Turki, India, Jepang, Korea Selatan, Cina, Taiwan, Malaysia, Thailand, Filipina, hingga negara lain yang dinilai memenuhi kriteria oleh LFSP.

Ada pula program S1 luar negeri skema double degree dengan bidang studi serupa, serta program khusus bidang keislaman di kampus-kampus Timur Tengah, seperti Universitas Al Azhar Mesir, Universitas Al Ahqof, dan Universitas Imam Syafi’i Yaman.

Pengasuh Ponpes

Bukan cuma santri, para pengasuh pesantren juga kebagian jalur beasiswa. Mereka bisa melanjutkan studi S2 dan S3 dalam negeri di bidang keislaman, humaniora, kedokteran, sains, dan teknologi, di kampus-kampus yang telah menandatangani nota kesepakatan dengan Pemprov Jateng.

Seluruh program ini dikelola LFSP yang dibentuk melalui keputusan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Namun ada satu catatan penting: beasiswa ini bukan sekadar “berangkat lalu selesai”.

“Penerima beasiswa wajib kembali mengabdi di pesantren asal minimal satu tahun setelah lulus,” tegas Hasyim. Menurutnya, pengabdian ini jadi bagian dari pemberdayaan masyarakat. Ilmu yang dibawa pulang harus kembali hidup di pesantren.

Dari sisi pembiayaan, Pemprov Jateng menanggung hampir seluruh kebutuhan utama, mulai dari UKT, biaya hidup, visa, tiket pesawat, hingga asuransi. Untuk program S1 dalam negeri, UKT ditanggung hingga delapan semester, dengan batas tertinggi bidang kedokteran mencapai Rp15 juta per semester.

Proses seleksi dilakukan berlapis. Mulai dari verifikasi administrasi, seleksi akademik, hingga wawancara. Kemampuan membaca kitab kuning jadi syarat utama, dengan nilai tambah bagi santri yang memiliki hafalan Alquan. Wawasan kebangsaan dan kepesantrenan juga ikut dinilai.

Baca juga: Perluas Fasilitas Pendidikan untuk Santri, Pemprov Siapkan Beasiswa hingga Kemitraan Kampus

Pendaftaran beasiswa dibuka mulai 18 Februari 2026. Seluruh proses dilakukan secara daring, dan hasil seleksi diumumkan melalui laman resmi Pemprov Jateng.

Koordinator Bidang Beasiswa dan Pelatihan LFSP Jateng, Prof Akhmad Syakir Kurnia, menekankan bahwa penerima beasiswa wajib bertanggung jawab penuh atas kesempatan ini. Setiap semester harus ada laporan perkembangan studi, hingga laporan akhir setelah lulus. “Keunggulan santri bukan cuma akademik, tapi juga karakter,” ujarnya.

Bayangkan nanti: ada dokter lulusan Jepang, insinyur jebolan Korea, atau ilmuwan dari Mesir, tapi masih santun, rendah hati, dan hafal kitab. Kalau ini konsisten, yang go international bukan cuma ijazah santri, tapi juga nilai-nilai pesantren. Dan itu jelas bukan hal kecil. (tebe)

You Might Also Like

Pemprov: Jumat Boleh WFH, Kecuali Eselon 1 dan 2

Masuk Musim Kemarau, Luthfi Cek Embung dan Irigasi

Hati-Hati Ya, Mudik Lebaran 2026 Cuacanya Masih Ekstrem

Batik Parang Bertemu Lung-lungan, Logo Hari Jadi ke-81 Jateng

Perjuangan Atikah Nyisihin Separuh Gaji Demi Rumah Impian

TAGGED:beasiswa santripemprov jatengponpes
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Pupuk Buat Petani, Untungnya Buat Mafia
Next Article Guru Diminta Upgrade Cara Main Abad ke-21

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PROYEK PERBAIKAN JALAN - Pekerja sedang melakukan perbaikan jalan di Jalan Majapahit, Kota Semarang, Selasa (11/8/2026). (dul)

Sisi Lain Pengecoran Jalan Majapahit Semarang, Bikin Omset PKL Menguap 30 Persen

Pelaku Kekerasan Seksual Anak Mayoritas Orang Terdekat

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Yuliyanto. (dul)

Ekshumasi Jadi Kunci Sibak Misteri Kematian, Makam Sutrimo Dijaga Polisi

Siswa PAUD Diajak Kenal Menabung Sejak Dini

Pemkot Buka Layanan Skrining Kanker Payudara Gratis

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Sebelas Event Wisata Jateng Masuk KEN 2026

Januari 25, 2026
Rektor Undip (tengah) bersama konten kreator menunjukkan perbedaan warna almet lama (kanan) dan almet batu (kiri). (instagram @thesadewa)
Pendidikan

Jas Almet Undip Ganti Warna, Rektor: Masa Keren Gini Dibilang Mirip Terpal

September 7, 2025
Daerah

Tanahnya Nggak Ambles, Tapi Jalan Pelan, Pemprov: Tegal Alami Fenomena “Creeping”

Februari 10, 2026
Info

Pesantren Diminta Nggak Cuma Jago Doa

Januari 26, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dari Pesantren ke Kampus Dunia
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?