Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Rotary Semarang dan Musisi Rumanfaat Tanam Pohon di Lereng Ungaran
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Rotary Semarang dan Musisi Rumanfaat Tanam Pohon di Lereng Ungaran

Saat alam mulai “teriak” lewat banjir dan longsor, sebagian orang sibuk debat. Tapi di lereng Kabupaten Semarang, ada yang memilih cara lain: menanam, bernyanyi, lalu berharap bumi mau sedikit bernapas. Lewat Voice of Nature, Rotary Club Semarang dan Musisi Rumanfaat membuktikan kalau peduli lingkungan nggak harus selalu kaku, bisa juga puitis.

T. Budianto
Last updated: Februari 2, 2026 1:48 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
BANTUAN BIBIT POHON: Anggota Rotary Club Semarang dan Musisi Rimanfaat secara simbolis menyerahkan bantuan bibit pohon kepada warga Dusun Indrakilo, Desa Lerep, Kab Semarang, Minggu (1/2/2026). (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, UNGARAN- Upaya menjaga lingkungan kembali digaungkan lewat kegiatan bertajuk Voice of Nature. Rotary Club of Semarang bareng Musisi Rumanfaat turun langsung ke lereng Kabupaten Semarang untuk aksi tanam pohon, sebagai respons atas makin seringnya kerusakan lingkungan dan bencana alam.

Penanaman dilakukan di empat titik lokasi, mulai dari sepanjang akses menuju Dusun Indrakilo, Desa Lerep, hingga kawasan hutan dengan kondisi tanah rusak dan rawan longsor. Ratusan bibit ditanam, mulai dari alpukat, matoa, mangga, jambu biji, pete, jengkol, sampai beringin, tabebuya, dan trembesi.

Baca juga: Mangrove Ditanam Bareng, Bengawan Donan Dijaga dari Abrasi

Pohon-pohon ini bukan dipilih asal hijau. Fungsinya jelas: mengikat tanah, menjaga air, sekaligus jadi “tabungan hidup” buat ekosistem sekitar.

Acara dibuka secara seremonial oleh Rotary Club of Semarang. Setelah itu, nggak ada sesi nonton doang. Semua peserta turun ke lapangan, pegang cangkul, kotor-kotoran bareng. Gotong royong jadi kata kunci, bukan sekadar tanam simbolik buat foto.

Sentuhan Seni

Yang bikin Voice of Nature beda dari aksi tanam pohon kebanyakan adalah sentuhan seninya. Setelah menanam, suasana dilanjutkan dengan ramah tamah yang hangat. Ibu-ibu desa membuka dengan tarian lesung, lalu disusul pembacaan puisi beriringan saxophone dan nyanyian bersama Musisi Rumanfaat.

Pesannya satu: alam nggak cuma butuh dijaga, tapi juga “didengar”. Musik dan sastra dipakai sebagai jembatan emosi, supaya isu lingkungan nggak cuma berhenti di data dan jargon.

Kegiatan ini juga lahir dari keresahan bersama. Sejak akhir 2025 hingga Januari 2026, bencana alam seperti banjir, longsor, dan kerusakan lahan makin sering terjadi. Alam seperti ngasih tanda, tapi sering kita cuekin.

Baca juga: Kenapa Lereng Slamet Gampang Banjir dan Longsor?

Lewat kegiatan ini, para penggagas berharap kawasan hutan lokal, khususnya di Kabupaten Semarang, bisa perlahan pulih. Lebih dari itu, mereka ingin menanam satu hal yang lebih penting: kesadaran kolektif bahwa urusan lingkungan bukan cuma tugas pemerintah atau aktivis, tapi tanggung jawab bareng.

Lewat Voice of Nature, alam sudah bicara. Tinggal manusianya mau dengar atau tetap pura-pura headset-an. Karena pohon bisa tumbuh lagi, tapi kalau kepedulian ikut gundul yang rawan longsor bukan cuma tanah. (tebe)

You Might Also Like

Mahasiswa Unwahas KKN ke Malaysia, Bawa Misi Literasi Bantu Anak Migran

Sekolah Rakyat Segera Masuki Tahap Belajar, Seragam dan Laptop Siap Dibagikan

KPU Cabut Keputusan Kontroversial, Dokumen Capres-Cawapres Kini Bisa Diakses Publik

177 Posbankum Lahir, Warga Semarang Nggak Perlu Drama Polisi-Pengadilan Buat Nyelesaiin Urusan Hukum

Dua Dekade Beraksi, Ki Bedil Akhirnya Tumbang Dibekuk Polisi

TAGGED:desa lerepmusisi rumanfaatrotary club semarangtanam pohon
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Soal Pengelolaan Kota Lama: “Si Doel” Belajar ke Semarang
Next Article Nawal Ajak Santri Nempel Terus Sama Alquran

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Eks bos Sritex, Iwan Setiawan (kemeja putih) berjalan keluar ruang sidang usai menjalani tuntutan di pengadilan, Senin (20/4/2026). (bae)

Kredit Sritex Dikorupsi, Dipakai Buat Beli Apartemen dan Mobil Mewah

Kirab KH Sholeh Darat, Agustina: Selama Saya Menjabat, Jalan Terus

Gombel Lama Ditutup Tujuh Bulan

Nggak Perlu Jauh ke Kota, Tiga Stasiun Pantura Ini “Hidup” Lagi

Fatayat NU Diminta Jadi “Tameng” Perempuan & Anak

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Olahraga

Indonesia Kuasai Nomor Speed, Raih 2 Emas di Piala Dunia Panjat Tebing Krakow

Juli 7, 2025
Daerah

Banjir Wanareja Makin Luas, Warga Tetap Cari Cara Bertahan

November 22, 2025
Hukum

Posting Hina Nyepi, WNA Swiss Langsung Kena Proses Hukum

Maret 24, 2026
Nasional

PWI Pusat Punya Pengurus Baru, Siap Gaspol Hadapi Era AI & Perkuat Dunia Pers

Oktober 4, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Rotary Semarang dan Musisi Rumanfaat Tanam Pohon di Lereng Ungaran
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?