Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: ESDM Jateng: Lereng Slamet Longsor Karena Hujan Terlalu Niat
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

ESDM Jateng: Lereng Slamet Longsor Karena Hujan Terlalu Niat

Hujan deras nggak cuma bikin jemuran gagal kering, tapi juga bisa bikin lereng gunung “capek”. Itulah yang terjadi di kawasan Gunung Slamet. Ramai dituding ini-itu, akhirnya Pemprov Jateng buka suara: longsor yang terjadi di Pemalang dan Purbalingga murni ulah alam, bukan gara-gara aktivitas tambang.

T. Budianto
Last updated: Januari 28, 2026 2:35 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
PERGERAKAN TANAH: Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng, Agus Sugiharto (kanan) menunjukkan peta pergerakan tanah di Jateng, Rabu (28/1/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Pemprov Jateng memastikan bencana tanah longsor di lereng Gunung Slamet bukan akibat aktivitas pertambangan. Setelah dicek langsung ke lapangan dan dikuliti lewat kajian teknis, kesimpulannya satu: hujan ekstrem adalah biang kerok utamanya.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng, Agus Sugiharto bilang, hujan dengan intensitas tinggi yang turun berhari-hari bikin tanah jadi jenuh air. Ketika tanah sudah “overload”, ditambah lereng yang curam, longsor tinggal nunggu waktu.

“Longsorannya terjadi di lereng terjal tubuh Gunung Slamet. Hujannya deras dan lama. Ini murni faktor alam,” kata Agus di Semarang, Rabu (28/1/2026). Agus menjelaskan, struktur tanah di kawasan tersebut memang punya porositas tinggi alias gampang nyerap air.

Baca juga: Banjir dan Longsor Lereng Gunung Slamet: 4 Kabupaten Terdampak, Timbulkan Korban Jiwa

Begitu tanah mencapai titik jenuh, kestabilan lereng langsung menurun. Belum lagi faktor batuan yang mudah lapuk, paket komplit penyebab gerakan tanah. Soal isu tambang yang ikut diseret-seret, Agus menegaskan lokasinya jauh dari titik longsor. Aktivitas pertambangan berada di kaki gunung, ratusan meter lebih rendah dari mahkota longsoran. “Tambang itu di bawah, bukan di tubuh Gunung Slamet. Jadi jangan disambung-sambungin,” tegasnya.

Untuk mencegah kejadian serupa, Dinas ESDM Jateng rutin membagikan peta potensi gerakan tanah setiap bulan ke seluruh bupati dan wali kota, terutama saat musim hujan. Peta itu disusun dari gabungan data kerawanan longsor dan prakiraan cuaca BMKG.

Pasang Mata

“Setiap bulan kami rilis peta lengkap dengan data curah hujan dan level kerawanan. Harapannya daerah bisa lebih siaga,” jelas Agus. Selain mitigasi bencana, ESDM Jateng juga tetap “pasang mata” ke sektor tambang.

Para pelaku usaha diingatkan agar patuh aturan, menerapkan good mining practice, dan nggak main-main soal lingkungan. Kalau bandel, siap-siap kena sanksi. “Urutannya jelas: dibina, diawasi, dikendalikan. Kalau masih ngeyel, ya ditertibkan. Bisa berhenti sementara, permanen, sampai izin dicabut,” katanya.

Bahkan, ESDM Jateng sudah mengusulkan pencabutan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) PT Dinar Batu Agung ke Kementerian Investasi/BKPM karena dinilai abai terhadap rekomendasi perbaikan lintas instansi.

Baca juga: Bencana Lereng Gunung Slamet Bikin Aliran Sungai Baru di Purbalingga, Alam Sedang Murka?

Menurut Agus, semua langkah itu dilakukan dengan mempertimbangkan aspek hukum, teknis, dan lingkungan, sesuai aturan yang berlaku, termasuk PP Nomor 96 Tahun 2021.

Pemprov Jateng berharap, lewat peringatan dini dan penegakan aturan yang konsisten, masyarakat makin paham bahwa longsor adalah fenomena alam yang bisa diprediksi, asal mau waspada.

Jadi, sebelum sibuk cari kambing hitam, mungkin kita perlu nengok ke langit dulu. Kadang yang bikin longsor bukan alat berat, tapi hujan yang memang terlalu semangat. (tebe)

You Might Also Like

Jadwal Sprint Race MotoGP Jerman 2025: Penentuan Sengit di Sachsenring

Sebelas Event Wisata Jateng Masuk KEN 2026

Aset Sritex Disita, Buruh Waswas Tagihan Tak Dibayar

Kemendagri Angkat Jempol! Siskamling Semarang Jadi Role Model Nasional

Asrar Janji Sampaikan Aspirasi Mahasiswa, DPRD Jateng Temui Massa Aksi di Semarang

TAGGED:Bencana Hidrometeorologibpbdesdm jatengheadlinelongsor gunung slametpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ngopi di Lereng Muria, Langsung Check Out
Next Article Wali Kota Respati Ardi pimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (RAKORPOK) di Bale Tawangarum, Balai Kota Solo, Rabu (28/1/2026). Perintah Respati: APBD 2026 Solo Fokus ke Pelayanan Publik, Pendidikan, dan Kesehatan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Terjepit di Antara Narasi yang Saling Berbenturan

LATIHAN MILITER - Sejumlah calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang akan mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad). (DOK. Setjen Infohan Kemhan)

Fakta Latsarmil KDMP: 5 Peserta Meninggal, 32 Hamil, 1 Bumil Melahirkan saat Pendidikan

Agustina Dorong Sport Tourism Jadi Mesin Ekonomi Daerah

Bukan Sekadar Makam Tua, Kiai Jungke Diyakini Bisa Hidupkan Perekonomian Kampung

Waduk Wadaslintang Viral! Konten Peserta Festival STEKOM Tembus 500 Ribu Views

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Mantan Rektor UGM Prof. Sofian Effendi.
Unik

Eks Rektor UGM Bongkar Dugaan Kejanggalan Gelar Sarjana Jokowi: Tak Pernah Lulus S1?

Juli 17, 2025
Unik

ASN Nggak Cuma Absen: Pemkot Semarang Lagi Serius Ngurusin Talenta

Januari 9, 2026
Olahraga

Begini Sesumbar Pelatih China Soal Lawan Indonesia

Juni 3, 2025
Pimpinan Panja Penyerapan Gabah dan Jagung Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman dalam kunjungan kerja Komisi IV ke Gudang Bulog Subang Foto: dok/ist.
Ekonomi

Stok Beras Bulog Tembus 4,2 Juta Ton! Tapi Serapan Gabah Seret, Petani Masih Kena “Tusuk” Tengkulak?

September 9, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: ESDM Jateng: Lereng Slamet Longsor Karena Hujan Terlalu Niat
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?