Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Curhat LBH Semarang: Katanya Jateng Mau Jadi Lumbung Pangan, Kok Kriminalisasi Petani
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Curhat LBH Semarang: Katanya Jateng Mau Jadi Lumbung Pangan, Kok Kriminalisasi Petani

R. Izra
Last updated: Januari 22, 2026 12:59 pm
By R. Izra
2 Min Read
Share
Direktur LBH Semarang, Syamsuddin Arief (pegang mik) paparan tentang kerja-kerja advokasi organisasinya, Rabu (21/1/2026). (bae)
Direktur LBH Semarang, Syamsuddin Arief (pegang mik) paparan tentang kerja-kerja advokasi organisasinya, Rabu (21/1/2026). (bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Di Jawa Tengah, cita-cita jadi lumbung pangan malah bikin banyak petani berurusan dengan hukum. Bukannya dapat jaminan hidup, para pejuang lingkungan dan petani sering dipanggil polisi.

Direktur LBH Semarang, Syamsuddin Arief bilang, tujuan awalnya kan buat ningkatin produksi pangan rakyat. Tapi faktanya malah muncul kriminalisasi terhadap petani yang memperjuangkan lahan garapannya.

“Sepanjang 2025 kemadin, setidaknya ada 11 orang petani yang dilaporkan ke polisi,” beber Arief saat memaparkan hasil advokasi dalam Catatan Akhir Tahun, Rabu (21/1/2026).

Bacaaja: Sawah Terendam Banjir, Klaim Asuransi Petani Masuk Tahap Validasi
Bacaaja: Sawah Ngebut, Lumbung Aman: Jateng 2025 Tembus Target

Sebelas orang itu tersebar di empat lokasi. Ada Dayunan Kendal, Pundenrejo Pati, hingga Sumberrejo Jepara.

Syamsuddin bilang, para petani ini sudah diperiksa satu-dua kali. Undangannya disebut klarifikasi, tapi karena datang berkali-kali tanpa kejelasan, efeknya tetap bikin tertekan.

Selama ini polisi terus menyatakan ke para petani bahwa akan ada klarifikasi lanjutan. “Sampai kapan? Statusnya mau jadi apa? Ini yang bikin menggantung,” ujarnya.

Karena kondisi itu, pertengahan tahun lalu di momen Hari Tani, LBH ikut mendorong gerakan bersama bernama Pagertani. Tujuannya jelas, minta Polda Jawa Tengah menghentikan pemanggilan petani yang dianggap sebagai bentuk kriminalisasi.

Syamsuddin menegaskan, para petani ini bergerak sesuai koridor hukum. Mereka memperjuangkan ruang hidup dan tanahnya sendiri. Karena itu, LBH terus mendesak agar proses klarifikasi dihentikan.

Kritik serupa dikuatkan Fajar Muhammad Andhika dari LBH Semarang. Menurutnya, Jawa Tengah punya target jadi lumbung pangan, tapi praktik di lapangan justru berlawanan.

“Targetnya lumbung pangan, tapi yang terjadi malah lumbung kriminalisasi petani,” kata Andhika.

Andhika menyebut hukum kerap dipakai untuk mempersempit dan membungkam hak masyarakat. Penolakan tambang dan pabrik dibalas surat panggilan, bukan dialog.

LBH Semarang juga mencatat konflik agraria dan lingkungan di Jateng makin sering. Kalau kondisi ini dibiarkan, ke depan perampasan ruang hidup dan pembungkaman aktivis bisa makin masif. (bae)

You Might Also Like

Buka-bukaan! Saksi Bongkar Kodam Sudah Lama Lepas Aset Cilacap Biar Bisa Dijual

Dunia Siap Bantu tapi Pemerintah Tutup Pintu, Takut Borok Lahan Ketahuan?

Modus Nikah Siri Bermodal Rp100 Ribu, Pengasuh Ponpes Dibui

PBI Nonaktif, Pemkot: Santai, Warga Tetap Bisa Berobat

Wisatawan Jateng Udah Lumayan, Tembus 53 Juta, tapi…

TAGGED:headlinejatengkriminalisasi petaniLBH Semaranglumbung panganpetani
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Rumus Mujarab Menertawakan Kemiskinan dan Lepas dari Jerat Kegilaan
Next Article Wali Kota Solo Respati Ardi (kanan) bersama atlet ASEAN Para Games di Tailan. Siapkan Bonus Atlet ASEAN Para Games, Respati Pengin Solo Terus Jadi Kota Ramah Difabel

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Mahasiswa Diminta Tak Cuma Jadi Komentator

Ilustrasi keracunan MBG. (wahyu/grafis)

Nah Lho! Kepala SPPG Karanganyar Muntah-muntah Cicipi Menu MBG untuk Ibu Hamil

Anggota Komisi VII DPR RI, Andhika Satya Wasistho. (ist)

Ojol Bakal Masuk UMKM, Mas Dewan RI Andhika Minta Pemerintah Perhatikan Jaminan Sosial Pengemudi

PERTAJAM STRATEGI - PLN Icon Plus menyiapkan strategi dengan memperkuat kemampuan tim dalam membaca pasar, memahami kebutuhan pelanggan, hingga mengubah peluang menjadi rencana bisnis.

Sambut Pasar PLTS Atap Makin Luas, PLN Icon Plus Pertajam Strategi lewat PV Academy

TAK BERJARAK - Bupati Temanggung, Agus Setyawan (Agus Gondrong) ngobrol akrab bersama warga pada Festival Lembutan Bansari ke-7 Tahun 2026 di Desa Gentingsari, Kecamatan Bansari, pada Sabtu (8/8/2026) pagi.

Cara Bupati Temanggung Jamin Kesehatan Warga: Balinkes Sediakan Bantuan Hingga Rp2,4 Juta per Orang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi berdoa menjelang berbuka puasa Ramadan.
Info

42 Hari Lagi Puasa! Muhammadiyah Putusin 1 Ramadan Jatuh pada Tanggal 18 Februari 2026

Januari 7, 2026
Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno.
Politik

Adi Prayitno: Pinka Punya Magnet Politik Kuat, Efek Trah Soekarno Masih Nendang

Desember 29, 2025
Hukum

Nyolong Emas Demi Operasi Plastik Hidung, Ada-ada Saja..

Juli 21, 2026
Pengunjung antusias melihat hewan baru di Semarang zoo Selasa (23/12/2025). (dul)
Info

Semarang Zoo Bidik 60 Ribu Pengunjung Selama Libur Lebaran

Maret 20, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Curhat LBH Semarang: Katanya Jateng Mau Jadi Lumbung Pangan, Kok Kriminalisasi Petani
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?