BACAAJA, SOLO – Dukungan nggak cuma lewat doa atau postingan medsos. Wali Kota Solo, Respati Ardi, turun langsung ke Tailand (ejaan baru sekarang resmi jadi: Tailan) buat nyemangatin atlet asal Solo yang lagi berlaga di ASEAN Para Games 2026.
Kehadiran Respati jadi bukti kalau Pemkot Solo serius mendukung warganya yang lagi berjuang bawa nama Indonesia di level Asia Tenggara.
Dari ratusan atlet yang memperkuat kontingen Indonesia, 14 atlet berasal dari Kota Solo, plus 7 pelatih yang juga ikut ambil peran.
Bacaaja: Solo Bakal Punya Wali Jogo Kali, Respati Resik-resik Sungai setelah Olahraga Pagi
Bacaaja: Bareng Dua ‘Raja Kembar’ Kasunanan, Respati Dampingi Wapres Gibran Keliling Solo
Salah satu yang disambangi langsung Respati adalah Fajar Nur Hadianto, atlet para renang, di Venue Para Swimming, 80th Birthday Sport Complex Aquatic Center, Rabu (21/1/2026).
Respati bilang kehadirannya bukan cuma formalitas. Ia ingin benar-benar membersamai perjuangan atlet, khususnya yang berasal dari Solo.
“Ini kita membersamai kontingen Indonesia, apalagi ada atlet dari Solo seperti Mas Fajar. Harapannya ini bisa jadi pemicu semangat, bukan cuma buat atlet Solo, tapi seluruh atlet Indonesia,” kata Respati.
Ia juga mengaku terkesan dengan semangat para atlet yang tampil all out, pantang menyerah, dan nggak mau setengah-setengah demi Merah Putih.
Respati menyebut pertandingan di ASEAN Para Games kali ini benar-benar di luar ekspektasi. Bahkan ada atlet yang awalnya ditarget perak, tapi pulang bawa emas.
“Seru sekali pertandingannya. Ada yang targetnya perak, tapi justru dapat emas. Ini kabar bahagia buat masa depan olahraga disabilitas Indonesia,” ujarnya.
Fokus jangka panjang atlet disabilitas
Nggak cuma nonton lomba, Respati juga menyempatkan diskusi langsung dengan Fajar soal masa depan atlet disabilitas, khususnya dari Solo.
Sebagai kota yang mengklaim diri ramah difabel, Respati menegaskan Pemkot Solo bakal terus memperjuangkan fasilitas dan hak atlet penyandang disabilitas.
“Atlet itu profesi yang serius dan harus diperhitungkan. Pemkot Solo akan terlibat langsung dalam pemenuhan fasilitas, termasuk untuk atlet disabilitas,” tegasnya.
Fajar Nur Hadianto nggak bisa menyembunyikan rasa harunya. Ia menyebut Respati sebagai Wali Kota Solo pertama yang datang langsung ke venue ASEAN Para Games.
“Kami benar-benar terharu. Ini bentuk perhatian yang luar biasa. Kita jauh-jauh berjuang ke sini, dan baru kali ini wali kota datang langsung. Ini jadi penyemangat tambahan buat kami,” kata Fajar.
Atlet asal Serengan itu berharap kehadiran pemerintah bisa berlanjut ke pembinaan yang lebih konsisten.
Ada dukungan nyata, NPC minta pembinaan berkelanjutan
Fajar juga menyampaikan aspirasi agar NPC Solo punya pembinaan berkelanjutan, misalnya evaluasi rutin tiap bulan oleh pelatih.
Namun ia tak menampik kendala utama selama ini adalah anggaran yang masih terbatas.
“Harapannya pembinaan bisa ditingkatkan, termasuk dana dan uang pembinaan atlet,” imbuhnya.
Intinya, Respati kasih dukungan nyata, bukan sekadar simbolis. Kehadiran Respati di Thailand jadi sinyal kuat kalau atlet disabilitas Solo nggak jalan sendiri, dan punya pemerintah yang mau turun langsung ke lapangan. (*)

