Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ombak Lagi Ganas, HNSI Jateng: Jangan Pertaruhkan Nyawa
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Ombak Lagi Ganas, HNSI Jateng: Jangan Pertaruhkan Nyawa

Cuaca lagi nggak bersahabat, ombak lagi tinggi-tingginya. Di tengah musim baratan yang makin memuncak, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jawa Tengah ngingetin satu hal penting ke nelayan: rezeki bisa dicari lagi, tapi nyawa nggak ada cadangannya.

T. Budianto
Last updated: Januari 20, 2026 8:40 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
BENDERA ORGANISASI:Ketua Umum DPD HNSI Jateng, Bambang Wuragil (kanan) menerima bendera organisasi pada acara pelantikan pengurus HNSI Jateng di Watu Gajah Park, Kabupaten Semarang, beberapa waktu lalu. (Foto: tebe)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Ketua Umum DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jawa Tengah, Bambang Wuragil mengimbau seluruh nelayan di wilayah Jateng untuk ekstra waspada dan mengutamakan keselamatan jiwa.

Pasalnya, kondisi cuaca ekstrem masih menghantam perairan Indonesia, baik di Pantura maupun pesisir selatan Jawa. Menurut Bambang, gelombang tinggi dan angin kencang yang terjadi saat ini bukan fenomena biasa. Ini adalah dampak dari puncak musim baratan yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga Februari 2026.

“Ini bukan cuaca normal. Risiko di laut sedang tinggi. Kami mengimbau dengan sangat agar nelayan tidak memaksakan diri melaut saat gelombang dan angin masih ekstrem. Keselamatan jiwa harus jadi prioritas utama,” tegas Bambang.

Ia menyebut, kondisi ekstrem ini dirasakan hampir merata di perairan Jawa Tengah. Ombak besar, arus laut tak menentu, dan angin kencang berpotensi memicu kecelakaan laut, kerusakan kapal, bahkan korban jiwa.

Baca juga: Laut Lagi Ngambek, Nelayan Rehat Dulu

Bambang juga menilai langkah HNSI Kabupaten Batang yang mengimbau sekitar 10 ribu nelayan untuk menghentikan sementara aktivitas melaut sebagai keputusan tepat dan bertanggung jawab.

“Ini bukti kepedulian. Kami paham, berhenti melaut itu berat. Nelayan hidup dari laut. Tapi dalam kondisi seperti ini, keselamatan harus ditempatkan di atas kepentingan ekonomi,” ujarnya.

Dilema Nelayan

Bambang tak menampik, nelayan kini berada di posisi serba salah. Di satu sisi, izin berlayar secara administratif masih dibuka oleh Syahbandar Perikanan. Di sisi lain, kondisi cuaca membuat melaut jadi sangat berbahaya.

“Nelayan nggak punya gaji bulanan. Penghasilan mereka murni dari laut. Tapi kami terus ingatkan, kehilangan penghasilan masih bisa dicarikan solusi. Kehilangan nyawa, nggak bisa diganti apa pun,” katanya.

Ia mendorong nelayan memanfaatkan masa jeda melaut untuk memperbaiki kapal, alat tangkap, serta perlengkapan keselamatan. Selain itu, Bambang mengapresiasi nelayan yang sementara beralih ke aktivitas ekonomi lain, seperti pengolahan hasil laut, UMKM perikanan, hingga kerja informal di darat.

Menurutnya, cuaca ekstrem yang makin sering terjadi harus jadi alarm serius bagi pemerintah pusat dan daerah. Nelayan adalah pekerja dengan risiko tinggi, namun perlindungan sosialnya masih minim.

“Kami dorong kepesertaan asuransi nelayan benar-benar diperluas dan manfaatnya dirasakan. Ini penting agar nelayan dan keluarganya punya rasa aman,” jelas Bambang.

Baca juga: Pimpin HNSI Jateng, Bambang Wuragil Angkat Isu Kesejahteraan Nelayan

Ia juga menyoroti pentingnya infrastruktur pendukung seperti SPBU khusus nelayan agar akses BBM bersubsidi lebih mudah dan tepat sasaran. Ketersediaan BBM murah akan sangat membantu saat kondisi laut kembali normal.

Tak kalah penting, Bambang mendorong penguatan sistem peringatan dini cuaca ekstrem, edukasi berkelanjutan, serta pemanfaatan teknologi keselamatan melaut.

“Teknologi pelacak kapal, komunikasi darurat, dan informasi cuaca digital harus terus dikembangkan. Nelayan jangan cuma mengandalkan insting, tapi juga data yang akurat,” ujarnya.

Bambang mengingatkan, Jawa Tengah merupakan provinsi dengan jumlah nelayan terbanyak di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan, ada lebih dari 254 ribu nelayan di Jateng yang menggantungkan hidup pada sektor kelautan dan perikanan.

“Nelayan ini pahlawan protein bangsa. Mereka menopang ketahanan pangan nasional. Negara tidak boleh abai terhadap keselamatan dan kesejahteraan mereka,” tegasnya.

Di akhir pernyataan, Bambang mengajak semua pihak, pemerintah, akademisi, mahasiswa, swasta, hingga pengembang teknologi untuk bergandeng tangan melindungi nelayan di tengah ancaman cuaca ekstrem. “Keselamatan nelayan itu nggak bisa ditunda dan nggak bisa ditawar,” pungkasnya.  (tb)

You Might Also Like

Jateng Perkuat Pencegahan HIV Lewat Edukasi dan Konseling Gratis

Mualem Dapat Kabar Tragis, 80 Ton Bantuan Bencana Aceh Hilang Entah ke Mana

Luthfi Tepati Janji, Beri Bantuan untuk Mahasiswa Korban Banjir Sumatera

10,4 Kg Emas Dibawa Keluar Bali, WN China Ditangkap

Pemkot Semarang Tuding Truk Galian C Jadi Biang Kerok Jalan Kalipancur Cepat Rusak

TAGGED:bambang wuragilbjbheadlineHNSIkasus sritexnelayan jatengpengadilan tipikor
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kasus Sritex: Ramai-Ramai Teken, Giliran Sidang Cuma Bertiga
Next Article Sudewo Patok Tarif Calon Perangkat Desa Rp150 Juta, Anak Buahnya Mark-up Jadi Rp225 Juta

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) saat diwawancara awak media, Kamis (3/9/2026). (dul)

Kekeringan di Jateng Makin Luas, Gus Yasin: Sudah Salah Istisqa dan Ajukan Modifikasi Cuaca

DITUNTUT BERALAH: Sekda Cilacap Sadmoko Danardono dituntut bersalah dalam sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (29/9/2026). (bae)

Sekda Cilacap Dituntut Hukuman Lebih Ringan dari Bupati, Cuma 4 Tahun Penjara

BARANG BUKTI - Petugas kepolisian menunjukkan barang bukti celurit dan sepeda motor yang digunakan remaja asal Sragen yang acung-acungkan senjata tajam di Underpass Joglo, Kota Solo.

Viral Acungkan Celurit di Underpass Joglo Solo, Dua Remaja Sragen Klepek-klepek Ditangkap Polisi

RESMIKAN PONPES--Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI, Reda Manthovani, merangkul santri tunanetra dalam acara peresmian Pondok Pesantren Sahabat Mata di Semarang, Selasa (29/9/2026). (ist)

Pesantren Khusus Tunanetra di Semarang, Santri Dibekali Keterampilan

DITUNTUT BERALAH: Bupati Cilacap nonaktif Syamsul Auliya Rachman dituntut bersalah dalam sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (29/9/2026). (bae)

Bupati Cilacap Dituntut 7 Tahun Penjara, Hak Dipilih Dicabut 3 Tahun

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Bukan Sekadar Nama Jalan, Ini Pesan Agustina Wilujeng Saat Resmikan Jalan YB Mangunwijaya

September 8, 2025
Olahraga

SD Wonotingal Juara Junior Putri Cup 2026

September 13, 2026
Eks bos Sritex, Iwan Setiawan (kemeja putih) berjalan keluar ruang sidang usai menjalani tuntutan di pengadilan, Senin (20/4/2026). (bae)
Hukum

Kredit Sritex Dikorupsi, Dipakai Buat Beli Apartemen dan Mobil Mewah

April 20, 2026
SINDIR PEMERINTAH--Warga Kandri saat upacata HUT RI cosplay mengkritik ucapan Prabowo soal pengupas bawang. (bae)
Info

Warga Kandri Cosplay Jadi Juragan Bawang saat HUT RI, Sindir Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu

Agustus 17, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ombak Lagi Ganas, HNSI Jateng: Jangan Pertaruhkan Nyawa
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?