Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Eksepsi Mentok, Duo Bos Sritex Siap Duduk Manis Dengar Saksi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Eksepsi Mentok, Duo Bos Sritex Siap Duduk Manis Dengar Saksi

Sidang belum panas, tapi palu hakim sudah keburu tegas. Duo bos Sritex datang dengan setumpuk keberatan, pulang-pulang justru dapat jadwal baru: duduk rapi, dengar saksi. Pengadilan Tipikor Semarang resmi bilang, “lanjut ya.”

T. Budianto
Last updated: Januari 19, 2026 8:10 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
PUTUSAN SELA: Mantan bos Sritex, Iwan Setiawan duduk mengikuti sidang putusan sela, Senin (19/1/2026). (Foto: bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Pengadilan Tipikor Semarang menolak seluruh eksepsi atau nota keberatan yang diajukan penasihat hukum Iwan Setiawan Lukminto dan Iwan Kurniawan Lukminto dalam kasus dugaan korupsi PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex).

Hakim menilai dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sudah rapi, lengkap, dan sah buat dibawa ke babak berikutnya. Putusan sela itu dibacakan Ketua Majelis Hakim Rommel Franciskus Tampubolon dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (19/1/2026).

Baca juga: Eks Buruh Sritex Bilang Kerja Kurator Lambat Kayak Kura-kura, PN Semarang: Ada Peluang Diganti!

“Eksepsi terdakwa dan penasihat hukum tidak dapat diterima. Penuntut umum diminta melanjutkan pemeriksaan perkara,” ujar hakim di ruang sidang. Hakim menjelaskan, surat dakwaan JPU sudah memenuhi syarat formil dan materiil sesuai Pasal 143 ayat (2) KUHAP. Mulai dari identitas terdakwa, waktu kejadian, lokasi, sampai cara dugaan tindak pidana, semuanya dianggap jelas.

Inti Perkara

Keberatan tim kuasa hukum soal kewenangan mengadili, kejelasan dakwaan, hingga hitung-hitungan kerugian negara dinilai sudah masuk ke wilayah inti perkara. Artinya, bukan bahan debat di awal sidang, tapi nanti di meja pembuktian. “Semua itu bisa diuji di tahap pembuktian dan pembelaan,” kata hakim.

Menariknya, meski ditolak, nota keberatan kubu terdakwa justru dapat “nilai plus” dari majelis hakim. Hakim menyebut eksepsi yang diajukan sangat rinci dan enak dibaca. “Dibahas satu per satu secara objektif. Itu hebat menurut saya,” ucap hakim.

Komentar itu sempat ditanggapi pengacara terdakwa, Hotman Paris, yang heran karena eksepsi dinilai bagus tapi tetap mentok. Hakim pun menegaskan, bagus tidak selalu berarti lolos. Rapi iya, diterima belum tentu. Sidang selanjutnya dijadwalkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi, Senin (26/1/2026).

Baca juga: Kasus Sritex, Eks Dirut Bank DKI: Kami Korban, Kok Malah Didakwa?

Sebagai pengingat, dua bos Sritex ini didakwa terlibat kasus korupsi fasilitas kredit yang disebut merugikan negara hingga Rp 1,35 triliun. Mereka didakwa bersama 10 terdakwa lain yang perkaranya disidangkan terpisah.

Eksepsi boleh setebal buku kuliah, tapi kalau palu sudah bicara, sidang tetap lanjut. Sekarang tinggal satu tugas: duduk, dengar saksi, dan biarkan cerita di ruang sidang mengalir, tanpa interupsi. (bae)

You Might Also Like

KPK Pasang Alarm buat Proyek Kipas Kopdes

Cara Ganjar Komunikasi dengan Demonstran ‘Bikin Kangen’ Aktivis Mahasiswa

Kemenkum Jateng Gas Sinkronisasi Perda dengan UU Ciptaker

Atap KPT Brebes Ambruk, Ini Bangunan Baru Anggarannya Rp 120 Miliar, Lho!

Di Lapas Semarang, Razia Narkoba Sampai 18 Kali Sebulan

TAGGED:headlinekorupsi sritexpengadilan tipikorsritex
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Dua Pertiga Pekalongan Tenggelam, Pengungsi Tembus 2.400 Orang
Next Article Ilustrasi anak buah kapal (ABK) berlayar di tengah laut. Awak kapal sering mendapat perlakuan tak manusiawi. Neraka di Tengah Laut: Ketika Awak Kapal Tersiksa, Dipaksa Makan-Minum Tak Layak

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Sentra Bandeng Tambakrejo Naik Kelas, Agustina Soroti Jalan hingga Mesin Presto

Cegah Gangguan Penerbangan, Bandara Ahmad Yani Sisir Area Runway

PIAGAM PENGHARGAAN: Kolase foto piagam penghargaan Kantor Advokat da. Kurator LDN Ernst yang diberikan Hukumonline dalam ajang pemeringkatan Top 100 Indonesian Law Firm 2026. (ist)

LDN Ernst Raih Dua Penghargaan, Diakui Law Firm Terbaik di Jateng

FOOD FESTIVAL - Pembeli sedang memesan cahkwe di food festival kawasan Pecinan Semarang, Jumat (25/9/2026). (dul)

Berburu Kuliner di Heritage Food Festival Pecinan Semarang, Pengunjung Soroti Tenant Halal dan Nonhalal

Anak bungsu pasangan Soekarno-Fatmawati, Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra (Guruh Soekarnoputra).

Profil Guruh Soekarnoputra, Jejak Sosok Politikus Marhaenis cum Seniman

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Salat Idulfitri Bersama Anak, Luthfi: Lebaran Itu Soal Hati, Bukan Sekadar Hari Raya

Maret 21, 2026
Ribuan warga Pati turun ke jalan menuntut Bupati Sudewo mundur.
Politik

Ribuan Orang Turun Jalan, Teriakan ‘Turunkan Sudewo Sekarang Juga’ Menggema di Pati

Agustus 13, 2025
Info

Bupati Kena OTT, Gubernur: Layanan Publik Harus Tetap Jalan

Maret 10, 2026
Daycare Little Aresha di Kota Jogja. Tempat penitipan anak yang berubah menjadi camp penyiksaan balita.
Hukum

Berkat Sang Mantan! Kisah Terbongkarnya Tragedi Mengerikan Daycare Little Aresha Jogja

April 26, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Eksepsi Mentok, Duo Bos Sritex Siap Duduk Manis Dengar Saksi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?