BACAAJA, SEMARANG- Puluhan mantan buruh Sritex demo di depan PN Semarang, Senin (12/6/2026). Mereka menuntut pesangon yang belum juga cair, padahal sudah hampir setahun menunggu.
Karena itu, dalam tuntutannya, para buruh meminta hakim pengawas PN Semarang mengevaluasi kinerja kurator. Sebab, kurator dianggap lamban mengursi harta pailit Sritex. Aksi itu diwarnai orasi hingga membentangkan berbagai poster-poster pedas.
Poster antara lain bertuliskan “Selesaikan Pesangon”; “Kurator Hanya Pembual”; “Evaluasi Kurator atau Ganti Kurator”, “11 Bulan Kalian Kerja, Apa Main-main”. Salah buruh, Partoni, bilang banyak buruh yang sudah tua sepertinya tidak bisa kerja di lain tempat. Sehingga hanya pesangon harapan mereka bertahan hidup.
Meminta Hak
“Kami tidak mengemis apa pun, kami cuma minta hak kami,” katanya. Buruh lain, Milah menyebut mayoritas eks buruh sudah terlalu lama menunggu hasil kerja Sritex. “Kami mohon, kurator jangan enak-enakan. Di mana Anda, kurator? Kami menunggu hasil kerja Anda,” ujarnya.
Para buruh juga menyinggung janji-janji yang tak kunjung ditepati. Dari Agustus, lalu Oktober, sampai sekarang tak ada kejelasan. Mereka pun mempertanyakan profesionalitas kurator.
Massa mendesak agar kurator diganti. Mereka berharap PN Semarang bisa mengakomodasi tuntutan itu. “Ada lebih dari 8 ribu orang menunggu. Jangan sampai ada gejolak yang lebih besar,” kata orator menutup aksi. (bae)

