Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jangan Lupakan Sejarah! Dulu Pilkada lewat DPRD Dihapus karena Politik Uang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Politik

Jangan Lupakan Sejarah! Dulu Pilkada lewat DPRD Dihapus karena Politik Uang

R. Izra
Last updated: Januari 19, 2026 8:22 am
By R. Izra
2 Min Read
Share
Ilustrasi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.
Ilustrasi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Banyak yang lupa, pilkada langsung lahir bukan tanpa sebab. Salah satu pemicunya justru praktik politik uang di DPRD pada era awal reformasi.

Sebelum pilkada langsung diterapkan lewat UU Nomor 32 Tahun 2004, pemilihan kepala daerah dilakukan oleh DPRD. Hasilnya, transaksi politik marak dan sulit diawasi publik.

“Dulu kita ingin pemilihan langsung karena politik uang terjadi di DPRD,” kata Muchamad Yuliyanto, pengelola LPSI Semarang yang menaruh minat pada dinamika demokrasi lokal.

Bacaaja: Pilkada lewat DPRD Disukai Parpol, Lobi Elite Lebih Gampang
Bacaaja: Pengamat Bilang PDIP Pede Kawal Suara Rakyat, Makanya Nolak Pilkada Lewat DPRD

Ia mengingatkan, praktik jual beli suara kala itu bukan cerita isapan jempol.

Banyak kepala daerah terpilih lewat kesepakatan di balik layar, bukan pilihan rakyat.

Data KPK dalam berbagai kajian juga menunjukkan, korupsi kepala daerah kerap berakar dari biaya politik yang harus “balik modal”. Baik saat pilkada langsung maupun lewat elite.

Bedanya, kata Yuliyanto, kalau pilkada langsung politik uang menyasar rakyat luas. Sementara lewat DPRD, transaksi justru terkonsentrasi di segelintir elite.

“Besok bisa saja politik uang dirasakan segelintir orang di DPRD,” ujarnya.

Bentuknya bisa jual beli suara, hitung kursi, sampai deal pribadi calon dengan anggota dewan.

Ia menilai skema ini tidak otomatis membersihkan politik uang. Yang berubah hanya lokasinya, dari publik ke ruang tertutup.

“Risikonya sama, bahkan bisa lebih berbahaya karena minim pengawasan,” kata Yuliyanto.

Menurutnya, jika alasan efisiensi dijadikan pembenaran, maka esensi daulat rakyat justru makin tergerus. Dan sejarah berpotensi berulang, hanya dengan pemain yang lebih sedikit. (bae)

You Might Also Like

ASN Semarang Diminta Nggak Cuma Sibuk, Tapi Berdampak

Semarang Tak Lagi Bergantung, PAD Makin Tebal hingga Dijuluki ‘Transformer City’

Aria Bima Soroti Alih Fungsi Lahan Solo Raya

Ringan Banget Banyak Diskon! Dituntut 18 Tahun, Koruptor Cilacap hanya Dihukum 2 Tahun

Viral Mobil Kopdes Merah Putih Mogok di Salatiga, Netizen Sorot Kualitas Mahindra Scorpio

TAGGED:headlinepilkadapilkada lewat dprdpolitik uang. pengamat politik
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Banjir menggenani rel di wilayah Pekalongan, Senin (19/1/2026). Foto: Dok. KAI Daop 4 Semarang. 23 Perjalanan Kereta Api Dibatalkan Imbas Banjir Pekalongan 
Next Article Ilustrasi perjalanan kereta api terganggung karena rel terendam banjir. (grafis/wahyu). Lima Ribuan Tiket Kereta Api Dikembalikan Imbas Banjir Pekalongan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

UPACARA UNIK--Emak-emak Kampung Gang Presiden, Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, mengenakan kostum daur ulang sampah plastik saat menggelar upacara bendera HUT Kemerderkaan ke-81 Republik Indonesia (RI), Senin (17/8/2026). (ist)

Bukan Upacara Biasa! Emak-emak Gang Presiden Puntan Pakai Kostum Daur Ulang Sampah

Bidan Ngada Berjuang Terangi Persalinan Pakai HP

Kenapa Perempuan Lebih Rentan Cedera ACL?

Kenapa Bayi Tersenyum Saat Tidur? Ini Kata Dokter

Anak Ketahuan Bohong? Jangan Langsung Dimarahi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Undip Dukung Sektor Peternakan di Kadirejo Lebih Cuan

Februari 18, 2026
Ilustrasi penangkapan tersangka.
Hukum

Drama Hukum di Medan: Korban Pencurian Jadi Tersangka, Polisi Bilang Begini

Februari 5, 2026
HUT RI--Kelompok masyarakat sipil, termasuk tim Kabinet Bayangan melaksanakan upacara Peringatan HUT ke-81 RI di kawasan Pegunungan Kendeng, Senin (17/8/2026). (ist)
Info

Menteri Kabinet Bayangan Hadiri Upacara HUT ke-81 RI di Kendeng

Agustus 17, 2026
Info

Pemprov Dukung Penguatan Gizi dan Literasi Alquran Santri

Maret 9, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jangan Lupakan Sejarah! Dulu Pilkada lewat DPRD Dihapus karena Politik Uang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?