BACAAJA, SEMARANG- Banjir yang melanda wilayah Pantura Jawa Tengah tak bikin pasokan energi ikut hanyut. Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji di Kabupaten Jepara, Kudus, dan Pati masih aman dan terkendali.
Area Manager Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga JBT, Taufiq Kurniawa, mengatakan, pihaknya terus siaga memantau kondisi distribusi energi di wilayah terdampak banjir, terutama di jalur-jalur rawan Pantura.
Beberapa jalur suplai memang sempat terganggu akibat genangan air. Titik-titik yang terdampak antara lain Trengguli di Kabupaten Demak, kawasan Kaligawe dan Pengapon di Kota Semarang, hingga jalur lintas Kudus-Jepara-Juwono.
Baca juga: Banjir Pati Rendam 59 Desa, Pemprov Belum Tetapkan Darurat Bencana
Biar aliran energi tetap lancar, Pertamina langsung putar otak. Jalur alternatif disiapkan, pola distribusi diatur ulang, bahkan jam kirim pun disiasati. “Kami atur distribusi pada dini hari saat lalu lintas lebih lengang, sekaligus mengubah jalur suplai supaya kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi meski ada hambatan banjir,” kata Taufiq, Sabtu, (17/1/2026).
Mobil-mobil tangki pun diprioritaskan melaju ke wilayah terdampak. Jalur Grobogan-Mranggen dioptimalkan jadi rute andalan buat menghindari titik banjir yang bikin deg-degan.
Tambahan Elpiji
Nggak cuma BBM, stok elpiji 3 kilogram juga ditambah buat jaga-jaga. Pertamina menyiapkan tambahan 33.600 tabung untuk Jepara, 29.080 tabung untuk Kudus, dan 37.520 tabung untuk Pati.
Langkah ini diambil biar harga tetap stabil dan nggak ada drama elpiji langka yang dimanfaatkan oknum nakal. “Dengan pasokan cukup, kami berharap distribusi elpiji tetap lancar dan masyarakat bisa beli sesuai harga eceran tertinggi (HET),” jelas Taufiq.
Di sisi lain, beberapa SPBU di Kudus terpaksa berhenti sementara demi alasan keselamatan. SPBU yang tutup sementara antara lain SPBU Lingkar Utara Bacin, SPBU Jalur Pantura Demak-Kudus, dan SPBU Jalan Raya Demak perbatasan Kudus-Demak.
Baca juga: Tiga Tewas dan Belasan Ribu Warga Terdampak Bencana Banjir-Longsor di Muria Raya
Sebagai gantinya, konsumen diarahkan ke SPBU terdekat yang masih beroperasi, seperti SPBU Matahari Ahmad Yani, SPBU Prambatan Kudus-Jepara, SPBU Hadipolo Kudus-Pati, dan SPBU Rendeng Jalan Jenderal Sudirman.
Soal kualitas BBM dan elpiji, Pertamina juga pasang standar tinggi. SPBU yang sempat kebanjiran nggak bakal dibuka sebelum dicek total. “Kami pastikan kualitas BBM dan elpiji tetap sesuai standar. Semua fasilitas terdampak akan diperiksa dulu sebelum kembali melayani masyarakat,” tegas Taufiq.
Banjir boleh bikin jalan jadi kolam renang dadakan, tapi urusan bensin dan gas? Tenang. Di Pantura, air naik, tapi stok energi katanya tetap anteng. (tebe)


