Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: IPM Semarang Ngebut ke 85,80
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

IPM Semarang Ngebut ke 85,80

Kalau hidup nyaman bisa diukur pakai angka, Kota Semarang lagi di posisi aman sentosa. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2025 tembus 85,80, masuk kategori sangat tinggi dan ninggalin rata-rata Jawa Tengah yang masih di 74,77. Dari urusan sehat, sekolah, sampai daya beli, Semarang lagi on track.

T. Budianto
Last updated: Januari 14, 2026 9:01 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
LAYANAN KESEHATAN: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti didampingi Kadinkes Kota Semarang, M Abdul Hakam dalam sebuah kegiatan layanan kesehatan beberapa waktu lalu. (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Kota Semarang resmi mencetak rekor IPM 2025 dengan angka 85,80. Bukan cuma tinggi, tapi jauh melampaui rata-rata Jawa Tengah. Capaian ini jadi sinyal kuat kalau program pembangunan di ibu kota provinsi ini gak cuma jalan, tapi juga kerasa hasilnya.

Deretan angkanya pun bikin senyum. Angka Harapan Hidup (UHH) warga Semarang mencapai 78,72 tahun, alias hampir 79 tahun. Rata-rata Lama Sekolah (RLS) tercatat 11,11 tahun, sementara Harapan Lama Sekolah (HLS) sudah tembus 15,58 tahun. Dari sisi ekonomi, Pengeluaran Per Kapita (PPP) berada di angka Rp17,40 juta per orang per tahun.

Baca juga: Kader Posyandu Jadi Pahlawan Kesehatan, Pemkot Semarang Luncurkan Program “Lincah”

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyebut capaian ini sebagai bukti nyata program kesejahteraan masyarakat berjalan efektif. “Capaian IPM yang jauh di atas rata-rata provinsi ini membuktikan efektivitas program kesejahteraan masyarakat yang berjalan dengan baik di Kota Semarang. Kami bangga karena angka harapan hidup 78 tahun ini mencerminkan kota yang semakin sehat dan layak huni bagi semua generasi,” ujarnya, Rabu (14/1/2026).

Di sektor kesehatan, Pemkot Semarang konsisten memperkuat layanan gratis lewat peningkatan cakupan Universal Health Coverage (UHC). Posyandu Lansia juga dioptimalkan di berbagai wilayah, memastikan usia panjang warga diiringi kualitas hidup yang tetap prima.

Jemput Bola

“Kami memastikan layanan kesehatan tidak hanya tersedia di rumah sakit, tetapi juga menjemput bola hingga ke rumah-rumah lansia. Fasilitas publik seperti taman ramah lansia juga terus kami tambah agar kualitas hidup senior tetap terjaga secara mental dan sosial,” tambah Agustina.

Sementara itu, ekonomi yang relatif stabil ikut menopang daya beli masyarakat. Kebutuhan gizi dan pendidikan bisa terpenuhi dengan lebih baik. Sinergi antara infrastruktur inklusif, jaminan sosial, dan layanan publik membuat Semarang mulai dilirik sebagai contoh kota ramah lansia yang serius, bukan sekadar slogan.

Baca juga: Semarang Ngebut Mau Bebas TBC 2028, Layanan Kesehatan Canggih Udah Nongol di Puskesmas

“Pencapaian luar biasa pada tahun 2025 ini adalah hasil kerja keras kita bersama dalam membangun ekosistem kota yang manusiawi dan inklusif. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan standar pelayanan agar kesejahteraan ini dirasakan merata oleh seluruh warga hingga usia senja,” tutupnya.

Di saat kota lain masih sibuk ngejar angka, Semarang sudah mulai mikir kualitas hidup sampai usia lanjut. IPM tinggi bukan cuma soal statistik, yang penting, panjang umur gak cuma lama hidupnya, tapi juga enak dijalaninya. (tebe)

You Might Also Like

Lebaran ke Solo? Jangan Lupa Mampir ke Safari Raya Festive

Datang Pengennya Gusur Ternak Babi, SPPG di Sragen Akhirnya Malah Direlokasi

Widodo Siapkan Mahesa Jenar Hadapi Persebaya

Respati Buka Imlek Run, Solo Disulap Jadi Kota Penuh Energi Tahun Kuda Api

Kata Mas Tri Sastra Nggak Bikin Kaya, tapi Kenapa Masih Banyak yang Bertahan?

TAGGED:headlineipmpemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Gagal Panen Mengintai, Gubernur Minta Daerah Ajukan Asuransi
Next Article Wali Kota Solo, Respati Ardi. Niru Jakarta, Respati Siapkan Food Station buat Jaga Harga Pangan Solo

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Sentra Bandeng Tambakrejo Naik Kelas, Agustina Soroti Jalan hingga Mesin Presto

Cegah Gangguan Penerbangan, Bandara Ahmad Yani Sisir Area Runway

PIAGAM PENGHARGAAN: Kolase foto piagam penghargaan Kantor Advokat da. Kurator LDN Ernst yang diberikan Hukumonline dalam ajang pemeringkatan Top 100 Indonesian Law Firm 2026. (ist)

LDN Ernst Raih Dua Penghargaan, Diakui Law Firm Terbaik di Jateng

FOOD FESTIVAL - Pembeli sedang memesan cahkwe di food festival kawasan Pecinan Semarang, Jumat (25/9/2026). (dul)

Berburu Kuliner di Heritage Food Festival Pecinan Semarang, Pengunjung Soroti Tenant Halal dan Nonhalal

Anak bungsu pasangan Soekarno-Fatmawati, Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra (Guruh Soekarnoputra).

Profil Guruh Soekarnoputra, Jejak Sosok Politikus Marhaenis cum Seniman

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Sepak Bola

Gelandang Langganan Timnas Merapat

Juni 15, 2026
Fokus

Rupiah Belum Bangkit, Pakar Soroti Krisis Kepercayaan Pasar

Juni 11, 2026
Hukum

KPK Kulik Aktivitas Fadia Arafiq Saat Menjabat

Mei 14, 2026
Olahraga

Cicuit dkk Pecah Dominasi, Jadi Raja Clash Squad Semarang

Mei 18, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: IPM Semarang Ngebut ke 85,80
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?