Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Rupiah Tembus Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah, Ekonom: Banyak Pemodal Kabur
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Rupiah Tembus Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah, Ekonom: Banyak Pemodal Kabur

R. Izra
Last updated: Januari 14, 2026 11:22 am
By R. Izra
4 Min Read
Share
Ilustrasi mata uang Rupiah dan Dolar AS.
Ilustrasi mata uang Rupiah dan Dolar AS.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA  – Nilai tukar rupiah lagi-lagi bikin dahi berkerut. Pada penutupan perdagangan Selasa (13/1/2026), mata uang Garuda resmi mencatat rekor baru—terlemah sepanjang sejarah terhadap dollar Amerika Serikat (AS).

Data Bloomberg menunjukkan rupiah ditutup melemah 0,13 persen ke level Rp 16.877 per dollar AS. Angka yang sama juga tercermin di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, yang mencatat rupiah di posisi Rp 16.875 per dollar AS.

Kalau kamu ngerasa harga-harga makin nggak santai, pelemahan rupiah ini salah satu penyebabnya.

Bacaaja: Skandal Whoosh Warisan Era Jokowi, KPK Cium Korupsi Tanah Negara
Bacaaja: Temuan ICW: MBG Nguntungin Prabowo, Kerugian Ditanggung Publik

Tekanan ke rupiah belum kelihatan mau berhenti. Bank global HSBC bahkan memprediksi nilai tukar rupiah berpotensi menyentuh Rp 17.000 per dollar AS pada akhir 2026.

Managing Director HSBC sekaligus ekonom kawasan ASEAN, Pranjul Bhandari, menyebut rupiah kemungkinan bergerak sedikit lebih lemah dari posisi saat ini yang ada di kisaran Rp 16.700–Rp 16.800.

“Di akhir 2026, kami pikir bisa mencapai Rp 17.000 atau sekitar itu,” ujarnya dalam media briefing, Senin (12/1/2026).

Modal kabur jadi penyebab

Menariknya, pelemahan rupiah bukan karena perdagangan Indonesia bermasalah. Justru sebaliknya, neraca perdagangan Indonesia masih aman dan mencatat surplus selama 67 bulan berturut-turut sejak Mei 2020 sampai November 2025.

Masalahnya ada di arus modal. HSBC menilai tekanan rupiah lebih disebabkan oleh:

  • Arus keluar investasi portofolio

  • Melemahnya penanaman modal asing (PMA) sejak tahun lalu

  • Defisit neraca pembayaran yang masih cukup lebar

Pada kuartal II-2025, defisit neraca pembayaran mencapai 6,7 miliar dollar AS, lalu berlanjut 6,4 miliar dollar AS di kuartal III-2025.

“Arus masuk modal yang jadi masalah, bukan perdagangan,” kata Pranjul.

Di sisi lain, pergerakan dollar AS juga ikut bikin rupiah ketar-ketir. Meski HSBC memprediksi dollar AS akan bergerak datar atau sedikit melemah sepanjang 2026, ketidakpastian global masih tinggi.

Mulai dari:

  • Dinamika geopolitik

  • Arah kebijakan ekonomi AS

  • Pergantian pimpinan The Fed

  • Hingga isu tarif resiprokal

“Kalau indeks dollar AS menguat, itu bisa jadi masalah besar buat Indonesia,” ujar Pranjul.

Catatannya, meski dollar AS sempat melemah pada 2025, rupiah justru turun sekitar 3,5 persen sepanjang tahun tersebut.

Tekanan masih terasa

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai tekanan terhadap rupiah masih akan berlanjut dalam jangka pendek. Salah satu pemicunya adalah pernyataan bernada hawkish dari pejabat The Fed, William, yang mengisyaratkan bank sentral AS belum buru-buru menurunkan suku bunga.

“Rupiah masih tertekan karena dollar AS rebound merespons pernyataan The Fed yang cenderung hawkish,” jelas Lukman.

Selain itu, pasar juga masih menunggu rilis data inflasi AS yang diperkirakan naik. Kalau inflasi AS kembali tinggi, ruang The Fed buat melonggarkan suku bunga bakal makin sempit—dan itu biasanya bikin dollar makin kuat.

Dengan kondisi ini, rupiah diperkirakan masih bergerak fluktuatif di kisaran Rp 16.800–Rp 16.900 per dollar AS dalam waktu dekat.

Singkatnya, rupiah lagi nggak baik-baik saja. Dan selama arus modal belum balik masuk, mata uang Garuda masih harus berjuang keras buat bangkit. (*)

You Might Also Like

Akademisi: Ekonomi Jateng On The Track, Tapi……

Satgas Pangan Sidak, Harga Beras Naik Diam-Diam

Trump Turunkan Tarif Bea Masuk Jadi 19 Persen untuk Indonesia, Siapa Untung Siapa Buntung?

Dari Sampah Jadi Harapan! Jalan Menuju TPA Jatibarang Kini Bernama Jalan YB Mangunwijaya

Jateng-Inggris Jajaki Kerja Sama EBT, Pendidikan, dan Keamanan Siber

TAGGED:dolar asmelemahnilai tukar rupiahrekorsepanjang sejarah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi knalpot kendaraan bermotor. Bukan Cuma Soal Suara, Posisi Knalpot Juga Berpengaruh Banget Sama Polusi Udara
Next Article Ilustrasi gerai Koperasi Desa Merah Putih. Gak Punya Lahan Strategis, 14 Desa di Temanggung Pengin Sewa Aset Negara untuk KDMP

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Jateng Mau Sulap 70 Persen Sampah Jadi Listrik, Mimpi atau Jalan Keluar?

96 Ribu Pejabat “Belum Lapor”, MAKI: KPK Jangan Cuma Kasih Angka, Spill Namanya!

MBG Lima Hari Aja? Santai, Daerah 3T Dapat “Bonus Sabtu”

Bukan Sekadar Haul, Ini “Push Rank” KH Sholeh Darat Jadi Pahlawan Nasional

Haji 2026 Tetap Berangkat, Meski Timur Tengah Lagi Panas-Panasnya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Cuaca Lagi Galak, Sekda Jateng Bilang: Tenang, Beras Masih Aman

Januari 20, 2026
Ekonomi

Antsipasi Kenaikan Harga, Pemkot Siapkan Operasi Senyap ke Pasar

Februari 18, 2026
Ekonomi

Kanada Siap Perluas Investasi di Jateng, Agroteknologi Jadi Andalan

Maret 6, 2026
Wakil Walikota Semarang Iswar Aminudin saat menjadi inspektur upacara Hari Perhubungan Nasional di halaman Balaikota Semarang, Kamis (19/9/2025). Foto: dok.
DaerahEkonomi

Semarang Gaspol Wujudkan Transportasi Inklusif, Ekonomi Tumbuh Rakyat Nyaman

September 21, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Rupiah Tembus Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah, Ekonom: Banyak Pemodal Kabur
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?