Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Semarang Kebanjiran (Lagi), Pakar: Jangan Cuma Ribut di Hilir
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Semarang Kebanjiran (Lagi), Pakar: Jangan Cuma Ribut di Hilir

Hujan turun, Semarang deg-degan. Banjir datang, semua panik. Tapi kata pakar, masalahnya bukan sekadar langit mendung, yang bikin ribet justru hulunya nggak pernah dibereskan.

T. Budianto
Last updated: Januari 13, 2026 4:05 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
TERGENANG BANJIR: Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang menyebabkan sejumlah titik tergenang banjir, salah satunya di Jalan Pahlawan Semarang, beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Banjir yang terus berulang di Kota Semarang dinilai bukan sekadar soal hujan deras. Pakar lingkungan dan tata kota Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Mila Karmila, menilai masalahnya lebih dalam.

Menurutnya, penanganan banjir harus mulai dibereskan dari hulu, bukan sibuk di hilir saat air sudah naik. Mila menyebut, secara nasional hingga Jawa Tengah, potensi hujan masih tinggi sampai Februari.

Informasi ini bukan hal baru. Artinya, pemerintah seharusnya sudah punya waktu cukup untuk bersiap. “Harusnya sudah ada antisipasi sejak awal. Bukan menunggu hujan besar dulu baru bergerak,” ujarnya, Selasa (13/1/2026).

Baca juga: Tiga Orang Meninggal karena Banjir Semarang

Antisipasi mendesak dilakukan, terutama untuk kawasan perkotaan yang daya tampung airnya makin terbatas. Di Semarang, persoalan banjir juga kerap diperparah oleh rob. Air laut yang masuk ke daratan membuat genangan makin lama surut. Kombinasi hujan deras dan rob ini, kata Mila, seharusnya jadi perhatian serius.

Ia menyoroti minimnya upaya pencegahan di lapangan. Mila mengaku jarang melihat pengerukan sedimentasi atau pembersihan drainase secara masif.  Kondisi ini dikhawatirkan membuat penanganan banjir selalu terlambat. Pemerintah baru sibuk setelah air meluap. Padahal, banjir sudah bisa diprediksi sejak jauh hari.

Akar Masalah

“Yang terjadi itu lebih ke kuratif. Pompa dinyalakan, bantuan dibagikan, dapur umum dibuka. Tapi akar masalahnya tidak pernah selesai,” kata Mila. Menurutnya, antisipasi harus dilakukan rutin. Saluran drainase dibersihkan, sedimentasi dikeruk, pompa dicek sebelum hujan ekstrem datang. Bukan saat warga sudah kebanjiran.

Selain itu, Mila juga menyoroti tata ruang kota. Ia menilai ruang terbuka hijau (RTH) di Semarang banyak mengalami perubahan fungsi. Padahal, RTH punya peran penting sebagai daerah resapan air. Ia menjelaskan, ruang hijau tidak harus terpusat di kota. RTH bisa dioptimalkan hingga tingkat kelurahan dan kecamatan. Dengan begitu, air hujan tidak langsung mengalir ke jalan dan saluran utama.

Baca juga: BNPB Ngegas Operasi Modifikasi Cuaca, Atasi Banjir Semarang–Grobogan

“Kalau ruang terbuka hijau masuk ke permukiman, genangan bisa dikurangi,” ujarnya. Hal ini juga perlu dibarengi regulasi tegas soal pembangunan di kawasan rawan banjir. Genangan di pusat kota pun ikut disorot. Simpang Lima, misalnya, kerap tergenang meski hujan tidak terlalu lama. Menurut Mila, ini menandakan ada masalah dalam sistem drainase dan perawatannya.

Dampak banjir, lanjut Mila, selalu berujung ke warga. Jalan macet, kendaraan rusak, biaya tambahan harus dikeluarkan. Warga dipaksa terus beradaptasi dengan kondisi yang berulang. Di sisi lain, anggaran pemerintah pun tersedot untuk penanganan darurat. Dana yang seharusnya bisa dipakai untuk program lain, habis untuk bansos dan penanganan banjir.

Menurut Mila, jika perawatan drainase dan penataan kota dilakukan serius dan konsisten dari hulu, potensi banjir bisa ditekan. Bukan dihilangkan sepenuhnya, tapi setidaknya tidak selalu separah sekarang. (bae)

You Might Also Like

Motor Listrik BGN Diusulkan Jadi Hadiah Buat Guru Honorer Daerah

Pemkot Klaim Anak Muda Semarang Mulai Lirik Budaya Lokal di Tengah Gempuran K-Pop, Benarkah?

Ya Ampuun! Ratusan Warga Terisolasi Gara-Gara Ini

Mobil Listrik Polytron Nggak Cuma Buat Jalan, tapi Bisa Jadi Genset Darurat saat Mati Listrik

Pilot Asing Ditangkap di Bandara Soetta, Bawa 70 Ribu Butir Ekstasi dalam Koper

TAGGED:banjir semarangheadlinepemkot semarangwali kota semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Bus Damri Nyapa Karimunjawa
Next Article MBG Bikin Mual Massal: 803 Siswa di Grobogan Keracunan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Sentra Bandeng Tambakrejo Naik Kelas, Agustina Soroti Jalan hingga Mesin Presto

Cegah Gangguan Penerbangan, Bandara Ahmad Yani Sisir Area Runway

PIAGAM PENGHARGAAN: Kolase foto piagam penghargaan Kantor Advokat da. Kurator LDN Ernst yang diberikan Hukumonline dalam ajang pemeringkatan Top 100 Indonesian Law Firm 2026. (ist)

LDN Ernst Raih Dua Penghargaan, Diakui Law Firm Terbaik di Jateng

FOOD FESTIVAL - Pembeli sedang memesan cahkwe di food festival kawasan Pecinan Semarang, Jumat (25/9/2026). (dul)

Berburu Kuliner di Heritage Food Festival Pecinan Semarang, Pengunjung Soroti Tenant Halal dan Nonhalal

Anak bungsu pasangan Soekarno-Fatmawati, Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra (Guruh Soekarnoputra).

Profil Guruh Soekarnoputra, Jejak Sosok Politikus Marhaenis cum Seniman

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi keracunan MBG. (wahyu/grafis)
Info

Puluhan Santri Diduga Keracunan MBG saat Prabowo Kunjungi Cilacap, 22 Orang Rawat Inap

Mei 2, 2026
Info

Pikap Koperasi Merah Putih Masuk Selokan di Banyumas Hingga Terguling

Juli 10, 2026
Hukum

“Jangan Sampai Ping Telu!”, Luthfi: Pengadaan Barang-Jasa Harus Transparan

Maret 10, 2026
Info

Kemenkum Jateng: Penyusunan Perda Jangan Asal Ketok Palu

Januari 29, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Semarang Kebanjiran (Lagi), Pakar: Jangan Cuma Ribut di Hilir
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?