BACAAJA, KLATEN – Drama tarik-ulur antara ojek online (ojol), taksi online (taksol), dan ojek pangkalan (opang) di Stasiun Klaten akhirnya tamat. Setelah sempat panas dan bikin situasi nggak nyaman, semua pihak resmi sepakat berdamai.
Titik temu ini tercapai usai mediasi langsung yang dipimpin Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, Senin (12/1/2026).
Prosesnya nggak instan, tapi hasilnya bikin semua pihak bisa bernapas lega.
Bacaaja: Klaten Makin Transparan, Resmi Nyabet Predikat Kabupaten Informatif KIP 2025
Bacaaja: Bupati Klaten Mas Hamenang Gak Kaleng-kaleng, Sabet Top GPR Figure Award 2025
“Setelah perjalanan panjang, audiensi berkali-kali, dan situasi yang sempat menghangat, alhamdulillah sore ini clear. Win-win solution akhirnya bisa diambil,” ujar Hamenang.
Penumpang prioritas dapat keistimewaan
Kesepakatan damai ini membawa kabar baik buat penumpang kereta. Mulai sekarang, ojol dan taksol sudah boleh menjemput penumpang langsung di pintu keluar Stasiun Klaten, baik di area parkir mobil maupun parkir motor.
Sebelumnya, penumpang harus jalan kaki cukup jauh ke luar area stasiun dulu kalau mau naik ojol atau taksol. Ribet dan bikin capek, apalagi habis turun kereta.
“Sekarang driver ojol bisa ambil penumpang langsung di pintu keluar. Jadi jarak yang biasanya ratusan meter itu bisa dipangkas,” jelas Hamenang.
Nggak cuma itu. Untuk penumpang berkebutuhan khusus dan prioritas—seperti lansia, ibu hamil, atau penumpang dengan kondisi tertentu—driver ojol dan taksol bahkan diperbolehkan masuk hingga area dalam Stasiun Klaten.
Langkah ini dinilai lebih manusiawi dan ramah penumpang.
Damai, tapi tetap ada aturan
Penandatanganan kesepakatan ini turut disaksikan banyak pihak, mulai dari Pj Sekda Klaten, Dishub, Polres Klaten, Kodim 0723, Kepala Stasiun Klaten, hingga Satpol PP. Semua sepakat: pelayanan transportasi harus nyaman tanpa ribut-ribut lagi.
Bupati pun mengapresiasi sikap dewasa semua pihak, baik ojol, taksol, maupun opang.
“Insya Allah ini demi kebaikan bersama dan untuk pelayanan transportasi yang lebih baik bagi masyarakat,” katanya.
Namun, Hamenang juga mengingatkan, kalau ke depan masih muncul gesekan atau masalah hukum, penyelesaiannya akan lewat jalur aturan yang berlaku, bukan adu emosi di lapangan.
Intinya, Stasiun Klaten sekarang balik adem. Penumpang nyaman, driver tenang, dan transportasi makin tertata. (*)


