Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Cerita dari Semarang: ketika Sapu Migarasi ke Smartphone, Jasa Bersih-bersih go Digital
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Kerjo Aneh-aneh

Cerita dari Semarang: ketika Sapu Migarasi ke Smartphone, Jasa Bersih-bersih go Digital

R. Izra
Last updated: Januari 13, 2026 3:24 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Penyedia jasa bersih-bersih rumah via aplikasi 'rewangono', Dwi Wulandari, punya segudang cerita.
Penyedia jasa bersih-bersih rumah via aplikasi 'rewangono', Dwi Wulandari, punya segudang cerita.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Urusan bersih-bersih rumah sekarang nggak lagi identik sama sapu, pel, dan badan pegal di sore hari. Cara orang bekerja berubah, dan layanan kebersihan ikut beradaptasi.

Di Semarang, jasa bersih-bersih berbasis aplikasi mulai jadi pilihan banyak orang yang pengin praktis tanpa ribet.

Lewat aplikasi Rewangono, warga bisa langsung pesan jasa bersih-bersih rumah, kos, atau kantor cuma dari ponsel. Nggak perlu tanya tetangga, nggak perlu cari rekomendasi sana-sini.

Bacaaja: Dari Jasa Bersih-bersih Lewat Aplikasi, Mbak Dwi Punya Segudang Cerita
Bacaaja: Petuah Sururi Mangrove: saat Dirawat, Alam Membayar Balik dengan Rezeki bagi Keluarga

Tinggal buka aplikasi, pilih layanan, tentukan durasi kerja, lalu tunggu mitra datang sesuai jadwal.

Sistemnya simpel dan transparan. Jam kerja dihitung per paket, dengan durasi paling umum lima jam. Tarif sudah ditentukan dari awal, jadi nggak ada drama tawar-menawar.

Pelanggan tenang, mitra pun sudah tahu berapa upah yang akan diterima sebelum mulai kerja.

Untuk durasi lima jam, mitra biasanya menerima upah di kisaran Rp60 ribu.

Kalau pelanggan pesan lebih lama, misalnya 10 jam, maka upah bisa naik sampai Rp100 ribu–Rp120 ribu, tergantung apakah kerja di satu lokasi atau harus pindah tempat.

Yang bikin makin praktis, urusan pembayaran juga nggak pakai nunggu lama. Setelah pekerjaan dikonfirmasi selesai, uang bisa langsung masuk ke rekening mitra. Bahkan dalam beberapa kasus, cuma selang satu sampai dua jam setelah kerja beres.

Buat mitra, model kerja seperti ini terasa lebih fleksibel dibandingkan kerja kebersihan konvensional. Nggak ada jam kantor yang kaku.

Waktu kerja bisa disesuaikan dengan aktivitas lain. Ada yang ambil order setelah ngantar anak sekolah, ada juga yang pilih jadwal pagi biar siang sudah bisa pulang.

Fleksibilitas ini jadi nilai penting, terutama bagi perempuan yang harus membagi waktu antara kerja dan urusan rumah tangga.

Soal keamanan dan kepercayaan, aplikasi juga jadi penopang. Identitas mitra tercatat, riwayat kerja bisa dipantau, dan kalau ada keluhan, pelanggan tinggal lapor lewat admin. Jadi, urusan bersih-bersih nggak lagi cuma modal saling percaya antara orang yang baru kenal.

Di Semarang sendiri, layanan seperti ini mulai punya pasar tetap. Rumah tinggal, kos-kosan, sampai perkantoran jadi pelanggan rutin.

Area kerja mitra biasanya disesuaikan dengan tempat tinggal supaya nggak terlalu jauh. Kalau harus ke luar area, biaya transportasi sudah diatur sejak awal.

Pelan-pelan, jasa bersih-bersih yang dulu identik dengan kerja manual dan informal, kini masuk ke ekosistem digital. Lebih rapi, lebih terukur, dan buat banyak orang itu jadi lebih manusiawi. (dul)

You Might Also Like

Dari Jasa Bersih-bersih Lewat Aplikasi, Mbak Dwi Punya Segudang Cerita

Mas Septa Penjaga Kenangan Masa Kecil: Koleksi Ribuan Item Mainan Jadul dari ‘Lorong Waktu’

Kerjo Aneh-aneh: Bakul Jamu Unik, Jualan Sambil Nyanyi dan Live TikTok

Om Shinjo, Badut Semarang yang Hidup dari Tawa Anak

Cerita Ayu dan Ana Merias Mereka yang Tak Lagi Bernapas

TAGGED:go digitaljasa bersih-bersih rumahkerjo aneh anehrewangono
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Urban Parenting dan Mitos “Anak Baik-Baik Saja”
Next Article Stasiun Kereta Apik (KA) Klaten. Akhirnya Adem! Dimediasi Bupati, Ojol-Taksol dan Opang di Stasiun Klaten Sepakat Damai

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Gak Ada Takut-takutnya, Tersangka Kurir Sabu 5 Kg Malah Cengengesan di Kejaksaan

Dari Tongkrongan ke Dunia Digital, Dialek Semarang Kembali Dirindukan

Undip Kenalkan Kopi Tawangmangu ke Dunia

KPK Kulik Aktivitas Fadia Arafiq Saat Menjabat

Bayar Sampah di Semarang Sekarang Nggak Tunai Lagi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Penyedia jasa bersih-bersih rumah via aplikasi 'rewangono', Dwi Wulandari, punya segudang cerita.
Kerjo Aneh-aneh

Kerja Fleksibel agar Hidup Tetap Jalan: Cara Mbak Dwi Bertahan setelah Ditinggal Suami

Januari 13, 2026
Koh Aming (kepala pelontos) sedang ngobrol bareng Host Lek Slam di Podcast Kerjo Aneh-Aneh yang tayang di kanal Bacaajadotco. (wsn)
Kerjo Aneh-aneh

Koh Aming Jadi Jembatan Teman-teman Tuli ‘Mendengar’

November 24, 2025
Kerjo Aneh-aneh

Langit Tak Selalu Muram di Tangan Lek Joko Sang Pawang Hujan

Oktober 12, 2025
Eldea bersama Ruth, seekor anjing labrador pelacak narkotika milik Bea Cukai Jateng-DIY.
Kerjo Aneh-aneh

Cerita Eldea si Pawang Anjing Pelacak Bea Cukai yang Ditakuti Bandar Narkoba

September 22, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Cerita dari Semarang: ketika Sapu Migarasi ke Smartphone, Jasa Bersih-bersih go Digital
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?