Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Sepanjang 2025 Jateng Diterpa 361 Bencana
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Sepanjang 2025 Jateng Diterpa 361 Bencana

Kalau Jawa Tengah bikin rekap akhir tahun, 2025 jelas bukan tahun yang ramah cuaca. Dari awal sampai tutup tahun, bencana datang silih berganti. Banjir dan longsor jadi “tamu langganan” yang paling sering mampir, bikin Jateng harus ekstra waspada masuk 2026.

T. Budianto
Last updated: Januari 2, 2026 6:43 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
Ilustrasi bencana di Banjarnegara (BPBD Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah mencatat, sepanjang 2025 ada 361 bencana yang melanda wilayah Jateng. Dari jumlah itu, banjir dan tanah longsor jadi penyumbang terbesar.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Jateng, Muhammad Chomsul, menyebut tren kebencanaan sepanjang 2025 cenderung meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. “Kalau dilihat secara umum, kejadiannya memang lebih banyak dibanding 2024,” kata Chomsul saat dihubungi, Jumat (2/1/2026).

Berdasarkan data BPBD, total tercatat 2.711 kejadian bencana sejak 1 Januari hingga 31 Desember 2025 pukul 19.00 WIB. Dari angka itu, 137 kejadian merupakan banjir, 114 cuaca ekstrem, dan 43 tanah longsor.

Menurut Chomsul, banjir dan longsor memang sudah jadi karakteristik kebencanaan di Jawa Tengah. Selain itu, sepanjang 2025 juga tercatat 20 kejadian kebakaran hutan dan lahan, 16 kebakaran gedung dan permukiman, 16 kekeringan, satu kegagalan teknologi, serta satu gempa bumi.

Baca juga: Nataru Bukan Cuma Macet, Wakapolda Jateng Ingatkan Ancaman Bencana

Tak cuma jumlah kejadian, dampaknya juga terasa lebih berat. Korban jiwa pada 2025 tercatat meningkat, terutama akibat dua kejadian longsor besar di Cilacap dan Banjarnegara.

Ia merinci, longsor di Petungkriyono, Pekalongan, menyebabkan 25 orang meninggal dunia dan satu orang hilang. Di Cilacap, tercatat 23 orang meninggal dan dua orang hilang. Sementara di Banjarnegara, 28 orang meninggal dan 11 orang hilang.

Langkah Antisipasi

Menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diprediksi memuncak pada Januari–Februari 2026, BPBD Jateng mengaku sudah melakukan langkah antisipasi sejak Oktober 2025. “Kami sudah rapat koordinasi lintas sektor dengan OPD terkait dan BPBD kabupaten/kota untuk kesiapan personel dan peralatan,” jelasnya.

BPBD Jateng juga telah menerbitkan surat edaran Gubernur terkait kesiapsiagaan bencana. Status siaga darurat pun ditetapkan di tingkat provinsi serta puluhan kabupaten/kota, lengkap dengan posko siaga bencana 24 jam di 35 daerah.

Langkah lain yang dilakukan adalah penyebaran informasi peringatan dini dari BMKG ke masyarakat melalui grup WhatsApp, media sosial, dan berbagai kanal informasi lainnya.

Untuk mitigasi jangka panjang, Chomsul menyebut Jawa Tengah sudah memiliki Kajian Risiko Bencana (KRB) di tingkat provinsi, sementara sekitar 70 persen kabupaten/kota juga telah menyusun kajian serupa.

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Jateng: Jangan Ada Korban Bencana yang Telantar

“KRB ini kami update tiap lima tahun. Jadi daerah rawan banjir dan longsor sudah terpetakan,” ujarnya. BPBD pun mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama yang tinggal di wilayah rawan bencana.

Warga diminta rutin memantau peringatan dini dari BMKG dan BPBD, serta menyiapkan langkah kesiapsiagaan. “Paling tidak tahu harus mengungsi ke mana kalau kondisi memburuk. Dan kalau ada kejadian, segera laporkan ke BPBD setempat,” katanya.

Jumlah 361 bencana dalam setahun mungkin terdengar kayak angka statistik. Tapi bagi warga Jateng, itu pengingat sederhana: di sini bukan cuma kalender yang rutin ganti, musim bencananya juga rajin datang tepat waktu. (tebe)

You Might Also Like

Saleh di Fisip Undip: Politik Now Nggak Cuma Teori, Tapi Narasi dan Konten

Kurban Afdholnya dengan Kambing Jantan atau Betina? Simak Penjelasannya!!

Mahasiswa Undip Korban Pengeroyokan Diduga Pelaku Pelecehan Seksual, Begini Sikap Kampus

PDIP Tetap Ngotot Pilkada Langsung

Cabai Nempel di Lidah, Cerita Lama Jadi Kebiasaan Baru

TAGGED:bencana jatengbnpd jatengheadlinepemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi anak-anak sedang bermain game online. Waspadai Modus Ini! Propaganda Teror Menyebar dari Medsos ke Grup Privat
Next Article Ilustrasi hamparan kebun sawit. Republik Sawit? Dinas Pertanian Cirebon Kaget, Tiba-tiba Ada Kebun Sawit di Cigobang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Anak Muda Ogah Jadi Petani? Ketua DPRD Jateng Bongkar Penyebabnya

Agustina: Bullying Bukan Kenakalan Biasa, Pelaku Harus Diproses

Heboh di Banjarnegara, Pengasuh Ponpes Diduga Lakukan Pencabulan Kepada 4 Santriwati

KOORDINASI--Sudewo Bupati Pati nonaktif, berkoordinasi dengan penasihat hukumnya di ruang sidang, Senin (29/6/2026). (bae)

Kubu Sudewo Salahkan Pengawal KPK: Kericuhan Dipicu Ulah Petugas

FPP Undip dan Pertamina Bikin KKN Naik Kelas di Pedurungan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi warga menikmati layanan angkutan mudik hingga angkutan arus balik gratis.
Info

Gratis! 76 Bus Angkutan Balik Bawa Perantau Jateng Kembali ke Ibu Kota

Maret 27, 2026
Gubernur Jateng AHmad Luthfi bersama Sekda Sumarno pose bareng NDX AKA dan penonton konser dalam rangka HUT ke-80 Jawa Tengah di Jepara, Selasa (19/8/2025)
Unik

NDX AKA Guncang Jepara, Gubernur Luthfi Balas Lagu dengan “Merdeka!”

Agustus 20, 2025
KIAI CABUL - Kiai Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, mengaku wali untuk memanipulasi psikologi korban. Kiai Ashari mencabuli 50 santriwati, mayoritas korban berasal dari keluarga rentan.
Hukum

Kiai Pati Ngaku Wali Cabuli 50 Santriwati: Digilir di Samping Kamar Istri, Mayoritas Korban Yatim-Piatu

Mei 4, 2026
Unik

Jarang Diketahui, Ini Ritual Unik Gus Dur Belajar Kitab dan Strategi di Ponpes Tambak Beras

Juni 17, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sepanjang 2025 Jateng Diterpa 361 Bencana
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?