Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Republik Sawit? Dinas Pertanian Cirebon Kaget, Tiba-tiba Ada Kebun Sawit di Cigobang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Republik Sawit? Dinas Pertanian Cirebon Kaget, Tiba-tiba Ada Kebun Sawit di Cigobang

R. Izra
Last updated: Januari 2, 2026 6:46 pm
By R. Izra
4 Min Read
Share
Ilustrasi hamparan kebun sawit.
Ilustrasi hamparan kebun sawit.
SHARE

BACAAJA, CIROBAN — Warga Desa Cigobang, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon lagi resah.

Kawasan perbukitan yang selama ini dikenal sebagai hutan penyangga mata air, mendadak ditanami kelapa sawit.

Iya, tanaman sawit memang pohon. Ada daunnya. Tapi gak berfungsi seperti vegetasi alami yang bisa menahan air dan mengikat tanah.

Konyolnya lagi, pemerintah kabupaten setempat ngaku kaget. Kok tibta-tiba ada kebun sawit di wilayahnya. Bukan sulapan kan ya?

Bacaaja: Izin 128.000 Hektare Hutan Papua untuk Sawit Diam-diam Terbit, Masyarakat Adat Murka
Bacaaja: Dewan Adat Papua Tolak Kebun Sawit: Ogah Warisin Bencana ke Anak-Cucu

Hamparan sawit itu tersebar di area sekitar empat hektar, tepat di lereng dan bukit yang sebelumnya masih hijau dengan vegetasi hutan alami.

Foto-fotonya pun viral di media sosial dan langsung menuai kritik. Banyak yang mempertanyakan: kok bisa sawit masuk ke kawasan hutan?

Pegiat lingkungan dari Sawala Buana, Hipal Surdiniawan, ikut angkat suara.

Menurutnya, penanaman sawit di kawasan perbukitan Cigobang adalah langkah yang keliru dan berisiko tinggi.

Soalnya, hutan di wilayah itu punya fungsi penting sebagai penyangga mata air sekaligus pelindung tanah dari longsor.

“Sebagai pegiat lingkungan, kami jelas menolak. Hutan Cigobang ini penyangga mata air. Jangan ditanami sawit, harusnya tetap jadi hutan,” tegas Hipal, Selasa (30/12/2025).

Hipal menyebut, sawit-sawit tersebut ditanam sekitar empat bulan lalu dengan jarak tanam sekitar enam meter per pohon. Area yang sekarang dipenuhi sawit sebelumnya merupakan kawasan hutan di lereng bukit.

Kondisi ini, kata dia, bisa memperbesar risiko longsor saat musim hujan karena vegetasi alami yang menahan tanah mulai berkurang.

Dari informasi yang beredar, lahan yang ditanami sawit merupakan lahan milik warga, namun sebagian pengelolaannya melibatkan perusahaan lewat skema kerja sama.

Mulai dari sistem sewa lahan sampai bagi hasil. Meski begitu, pola kerja sama ini tetap menuai penolakan dari warga sekitar.

Salah satunya datang dari Sara (55), warga Desa Cigobang. Ia mengaku khawatir dampak jangka panjang dari keberadaan sawit di kawasan bukit.

Menurutnya, persoalan air bersih di Cigobang saja sudah jadi masalah sejak lama—dan sawit bisa bikin situasi makin parah.

“Kalau sawit terus ada, nanti air bisa terdampak. Yang rugi masyarakat, apalagi anak cucu kita. Kami mohon ini jadi perhatian pemerintah,” ujar Sara.

Kekhawatiran warga bukan tanpa dasar. Secara ekologis, kelapa sawit dikenal sebagai tanaman dengan kebutuhan air tinggi. Banyak kajian menyebut, penanaman sawit di kawasan perbukitan bisa menguras cadangan air tanah.

Ditambah lagi, akar sawit yang relatif dangkal dinilai tidak sekuat pohon hutan alami dalam menahan struktur tanah, sehingga rawan erosi dan longsor saat hujan deras.

Menariknya, Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon justru mengaku kaget dengan kemunculan kebun sawit di Cigobang.

Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan menyebut pihaknya belum mengetahui secara pasti bagaimana awal mula penanaman sawit tersebut.

Ia juga menegaskan, kelapa sawit bukan komoditas unggulan di Kabupaten Cirebon. Selama ini, arah pengembangan perkebunan difokuskan pada tanaman yang sesuai dengan kondisi lingkungan setempat.

Apalagi, Desa Cigobang dikenal sebagai kawasan hutan dan daerah penyangga mata air.

Kini, warga berharap ada langkah tegas dari pemerintah. Bagi mereka, menjaga hutan Cigobang bukan cuma soal hari ini, tapi soal masa depan air, tanah, dan kehidupan generasi berikutnya. (*)

You Might Also Like

Semarang Cari Panggung Dunia, Spanyol Diajak Main Bareng

Hari Ketujuh Pencarian Longsor Cilacap Bawa Dua Temuan Baru

Kursi Kosong di PN Solo: Gusti Moeng dan PB XIV Purbaya Sama-sama Absen

Indonesia Juara Korupsi? IPK Anjlok: Lebih Buruk dari Timor Leste, Kalah Saing di ASEAN

Campak Lebih Nular dari Covid? Dinkes Jateng Siapkan Enam Jurus

TAGGED:cirebonheadlinekebun sawitperbukitan cigobang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Sepanjang 2025 Jateng Diterpa 361 Bencana
Next Article 2025 Panen Piala, Pemkot Semarang Lagi On Fire

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SIDANG TPPU--Jaksa membacakan replik kasus pencucian uang terdakwa Gus Yazid dan Andhi Nur Huda di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (12/8/2026). (bae)

Jaksa: Gus Yazid Terima Duit Rp20 Miliar Atau Gak, Tetap Dijerat TPPU

Pelatih Basket Jateng Diduga Aniaya Pemain, Perbasi Turun Tangan

Luthfi Ingin Bank Jateng Jadi “Bank Sejuta Umat”

HUT ke-81 RI, Naik Trans Jateng Cuma Bayar 19 Persen

Bukan Sekadar Aspal, Ini Sebab Jalan Majapahit Cepat Rusak

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Tol Trans Jawa Masih Lengang tapi Polisi Udah Siaga

Desember 21, 2025
Ilustrasi kecelakaan bus penumpang. (grafis/wahyu)
Info

Terungkap! Sopir Cadangan Bus Maut PO Cahaya Trans Baru Berusia 22 Tahun

Desember 23, 2025
Ilustrasi prajurit Keraton Ngayoyakarta Hadiningrat.
Info

Kamu Siap Ngabdi & Nguri-uri Budaya? Keraton Jogja Buka Rekrutmen Prajurit, Ini Syaratnya

Januari 6, 2026
Sidang perdana kasus pengadaan tanah BUMD Cilacap yang rugikan negara Rp 237 miliar.
Hukum

Kodam IV/Diponegoro Terseret Kasus Korupsi BUMD Cilacap Rp 237 M, Bagaimana Duduk Perkaranya?

Oktober 3, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Republik Sawit? Dinas Pertanian Cirebon Kaget, Tiba-tiba Ada Kebun Sawit di Cigobang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?