Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Hati-Hati! Jaringan Terorisme Sasar Anak-anak Lewat Game Online
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Tumbuh

Hati-Hati! Jaringan Terorisme Sasar Anak-anak Lewat Game Online

R. Izra
Last updated: Januari 14, 2026 8:15 am
By R. Izra
2 Min Read
Share
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Tren terorisme sekarang makin nyeleneh. Sasarannya bukan lagi orang dewasa, tapi anak-anak. Jalurnya pun bukan pengajian gelap, melainkan layar ponsel dan game online.

Densus 88 Antiteror mengungkap, makin banyak anak yang terpapar paham radikal gara-gara direkrut lewat media daring. Mulai dari media sosial sampai game online yang kelihatannya cuma buat hiburan.

Juru Bicara Densus 88, AKBP Mayndra Eka Wardhana, bilang lonjakannya nggak main-main. Dari 2011 sampai 2017, anak yang teridentifikasi cuma 17 orang. Tapi di 2025, angkanya meledak.

Bacaaja: Tukang Teror Bom ke Sekolah Ditangkap, Ternyata Mahasiswa Jurusan Ini
Bacaaja: Jejak Sunyi Densus 88 Bongkar Rekrutmen Anak Lewat Dunia Maya

“Di tahun 2025 sendiri, kurang lebih ada 110 yang saat ini sedang teridentifikasi,” ujarnya dalam konferensi pers November 2025 lalu.

Melihat data itu, artinya kita bisa sama-sama menyimpulkan bahwa ada proses yang sangat masif. Yakni pola rekrutmen terencana yang dilakukan melalui media daring.

Yang bikin miris, semua prosesnya serba online. Anak dan perekrut nggak pernah ketemu, bahkan nggak saling kenal. Tapi ideologi bisa nyusup pelan-pelan, lewat obrolan dan misi di dunia maya.

Dari 110 anak yang diduga terpapar, mereka usianya sekitar 10 sampai 18 tahun.

Dari segi alamat asalnya, beragam. Tersebar dari 23 provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Barat dan DKI Jakarta.

“Tapi bukan berarti provinsi lain aman, karena penyelidikan masih akan terus dilakukan,” jelasnya.

Singkatnya, terorisme sekarang ikut upgrade. Bukan lagi bom dan senjata dulu yang datang, tapi ajakan halus di balik avatar dan level gim. Anak-anak pun jadi target empuk.

Karena itu, antisipasinya juga perlu lebih update. Orang tua harus hati-hati, awasi tingkah laku anaknya dalam bermain daring, dari medsos hingga game. (bae)

You Might Also Like

6 Mahasiswa KKN UIN Walisongo Hanyut di Kendal, 4 Ditemukan Meninggal

Warga Bersih-bersih Kali Banger

452 Desa Sudah Didampingi, Pemprov Jateng: Nggak Cuma Kota yang Boleh Maju

Kronologi Mobil SPPG di Purworejo Tertabrak Kereta, Dua Orang Tewas

Hakim Batal Bacain Vonis Chiko Pembuat Konten Cabul Smanse Pakai AI, Mengapa?

TAGGED:anak terpapar terorismeDensus 88game onlineheadlinesasar anak-anakterorisme
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Bencana Ekologis Dimulai Ketika Manusia Memandang Alam sebagai Benda Mati
Next Article Pihak Bandara Ahmad Yani mengalungkan selendang simbolis untuk penumpang pertama tahun 2026. Tambah Ramai, Sepanjang Tahun 2025 Ada 2,3 Juta Orang Terbang via Bandara Ahmad Yani

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Rupanya Begini Rasanya Menjadi Pasangan Muda yang Baru Menikah

Lorong Pocong dan Boneka Gantung, Menyibak Museum Santet

Tips Agar Tidak Terjebak Gogle Maps yang Ngaco

Lari Trail Berujung Duka, Peserta Tumbang di Sentul

Bisnis Baru, Titip Nyekar Online Jadi Tren, Jasa Ini Bikin Haru

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Sawah Dijagain Ketat: Jateng Main Keras demi Swasembada Pangan 2026

Januari 25, 2026
Daerah

Semarang Mau 2026 Lebih ‘Hijau’, Agsutina Gaspol di Pangan & Lingkungan

Desember 11, 2025
Sopir ambulans di Ciamis meninggal setelah antar jenazah ke rumah duka.
Info

Haru! Sopir Ambulans Meninggal setelah Antar Jenazah ke Rumah Duka

Oktober 29, 2025
Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat.
Info

Dewan Pers & IJTI Desak Istana Balikin Akses Liputan Jurnalis CNN: Hormati Kebebasan Pers!

September 29, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Hati-Hati! Jaringan Terorisme Sasar Anak-anak Lewat Game Online
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?