BACAAJA, SEMARANG – Fakta baru kecelakaan maut bus PO Cahaya Trans di Tol Simpang Susun Krapyak, Semarang, terkuak.
Kecelakaan yang terjadi Senin (22/12/2025) dini hari itu menewaskan 16 penumpang.
Kini, muncul pengakuan penting. Datangnya dari korban selamat. Bukan sekadar korban. Ia adalah awak bus Cahaya Trans.
Bacaaja: Daftar Identitas 16 Korban Tewas Kecelakaan Maut Bus PO Cahaya Trans di Tol Krapyak
Bacaaja: Fakta Baru Kecelakaan Bus di Tol Krapyak: Pengemudi Sopir Cadangan, Korban Jadi 16 Orang
Namanya Robi Sugianto (51), awal Bumiayu, Brebes, yang merupakan kernet bus.
Robi menyebut sopir bus masih tergolong baru. Belum lama pegang rute jarak jauh.
Menurut Robi, sang sopir baru dua kali bolak-balik rute Bogor–Yogyakarta. Itu pun sebelum kecelakaan terjadi.
Sopir yang dimaksud bernama Gilang Ihsan Faruq. Usianya 22 tahun. Warga Bukittinggi, Sumatera Barat.
Penelusuran menunjukkan Gilang sebelumnya adalah sopir PO Al Hijrah. Rutenya Padang–Jakarta–Bandung. Fakta ini terlihat dari akun Facebook pribadinya.
Dalam kecelakaan ini, Gilang hanya mengalami luka ringan. Ia selamat. Saat ini Gilang telah sudah dimintai keterangan polisi.
Saat ini, Gilang dirawat di RSUD dr. Adhyatma atau RS Tugurejo Semarang.
Robi juga membantah isu ngebut. Ia menegaskan bus tidak melaju kencang saat kejadian.
9 korban dirawat
Sementara itu, suasana IGD RSUD dr. Adhyatma masih mencekam.
Tangis keluarga terdengar. Tenaga medis lalu-lalang. Bau obat bercampur udara dingin ruang darurat.
Sebanyak 9 korban luka masih dirawat. Sedangkan 16 penumpang lainnya meninggal dunia.
Robi sendiri terbaring lemah. Kakinya patah. Kepalanya dibalut perban.
Namun kesadarannya penuh. Ia ditemani keluarga.
Tragedi ini kembali membuka pertanyaan besar. Soal jam terbang sopir. Soal pengawasan perusahaan. Dan soal keselamatan yang kerap datang terlambat. (*)


