Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: 452 Desa Sudah Didampingi, Pemprov Jateng: Nggak Cuma Kota yang Boleh Maju
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

452 Desa Sudah Didampingi, Pemprov Jateng: Nggak Cuma Kota yang Boleh Maju

Pembangunan di Jawa Tengah pelan-pelan digeser ke titik awalnya: desa. Lewat program 1 OPD 1 Desa Dampingan, Pemprov Jateng terus menguatkan desa-desa prioritas supaya nggak cuma jadi penyangga kota, tapi juga motor ekonomi. Hingga saat ini, ratusan desa sudah disentuh pendampingan dengan target besar menekan kemiskinan dan bikin desa makin mandiri.

T. Budianto
Last updated: Desember 17, 2025 5:37 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
ARAHAN WAGUB: Wagub Taj Yasin memberikan arahan saat Rapat Evaluasi Desa Dampingan 2025 dan Koordinasi Rencana 2026 di Kantor Gubernur Jateng, Rabu (17/12/2025). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Bangun Jawa Tengah nggak mau cuma fokus ke kota. Dari desa juga harus jalan. Itu yang lagi dikejar Pemprov Jateng lewat program 1 OPD 1 Desa Dampingan. Sejak 2019 sampai 2025, sudah ada 452 desa di 18 kabupaten prioritas yang “dipegang tangan” langsung biar ekonominya ikut naik dan kemiskinan bisa ditekan.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin bilang, program ini bukan proyek musiman. Sudah jalan lima tahun dan jadi bagian dari misi panjang menuju Indonesia Emas 2045. Kuncinya satu: kolaborasi. Pemerintah, dunia usaha, sampai masyarakat harus main bareng.

Baca juga: Blankspot Jadi Hotspot: Internet Gratis Pemprov Jateng Bikin Desa Wisata Makin Hits

“Pertumbuhan ekonomi jangan numpuk di kota terus. Desa itu penopang utama, terutama soal ketahanan pangan dan ekonomi daerah,” kata Taj Yasin saat Rapat Evaluasi Desa Dampingan 2025 dan Koordinasi Rencana 2026 di Kantor Gubernur Jateng, Rabu (17/12/2025).

Menurutnya, kalau ekonomi desa kuat, kota juga ikut kecipratan dampaknya. Nggak ada cerita kota maju tapi desanya tertinggal. Sebagai Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Jateng, Taj Yasin juga ngasih apresiasi ke semua pihak yang terlibat.

Mulai OPD, pendamping desa, sampai masyarakat yang jadi motor penggerak di lapangan. “Terima kasih buat bapak ibu yang selama ini jadi penggerak. Targetnya jelas: desa mandiri, warganya sejahtera, dan angka kemiskinan turun signifikan,” ujarnya.

Harus Berdampak

Tagline “Ngopeni Nglakoni” juga kembali ditegaskan. Bukan cuma jargon tempel di spanduk, tapi harus kelihatan dampaknya. “Ngopeni Nglakoni itu artinya pemerintah hadir. Keluhan warga nggak cukup didengar, tapi harus ditindaklanjuti,” tegasnya.

Dalam praktiknya, desa dampingan digarap lewat sembilan metode intervensi penanggulangan kemiskinan. Sumber dananya pun campur: dari CSR perusahaan, Baznas, sampai APBN yang langsung disalurkan ke desa. Hasilnya mulai kelihatan. Banyak desa dampingan menunjukkan perbaikan signifikan.

Tahun 2026 nanti, fokus program masih diarahkan ke 16 kabupaten, dengan target besar: menekan kembali kemiskinan ekstrem pada 2027. Saat ini, tingkat kemiskinan di Jawa Tengah ada di angka 9,48 persen dan ditargetkan turun ke 9 persen. Bukan cuma angka, tapi diwujudkan lewat program konkret.

Baca juga: Pemprov Kembali Gelar Pasar Rakyat dan Budaya, Gratis dan Terbuka untuk Umum

Mulai dari pembangunan 4.636 rumah tidak layak huni, 7.523 jamban, penyediaan listrik murah untuk 1.292 kepala keluarga, sampai pembangunan air bersih, jalan desa, jembatan, fasilitas umum, dan program sosial pendidikan.

Plt Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Jateng Gunawan Sudarsono menjelaskan, rapat ini juga jadi ajang evaluasi sekaligus peluncuran panduan pelaksanaan program 1 OPD 1 Desa Dampingan agar desa makin berdaya dan nggak tergantung terus.

Desa sekarang nggak cuma jadi penonton pembangunan. Sudah ditemani, dan dibimbing. Semoga saja cepat mandiri dan kesejahteraan warganya ikut meningkat. (tebe)

You Might Also Like

PLN Gandeng Danantara, Energi Hijau Nggak Cuma Wacana

Wali Kota Ajak ASN Patungan Bantu Warga Rentan

Liburan Nataru, Pemkot: Urusan Parkir Aman

Bikin Naik Bus Makin Praktis, Pemprov Luncurkan Sistem Pembayaran Digital Trans Jateng

Soal Sampah, Pemprov Gaspol Gerakan Bersih-Bersih Bareng

TAGGED:headlinekesejahteraan desapemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Sabar, UMP-UMK Jateng 2026 Bakal Diketok 24 Desember
Next Article Perempuan di Jepang Cinta Mati ke AI: Nikah Virtual, Bahagia Gak Ya?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kepala Disbudpar Kota Semarang

Lebaran Monyet di Gua Kreo: Kera Berpesta di Sesaji Rewanda, Wisatawan Ikutan Seru-seruan

Niacinamide Bukan Selalu Jawaban, Ini Tiga Kondisi Stop Dulu

Banjir Brebes Gak Cuma Soal Hujan, Menteri PU: Beresi Muara Dulu

PSIS vs Persipal, Laga Hidup Mati di Jatidiri

Cabai Nempel di Lidah, Cerita Lama Jadi Kebiasaan Baru

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Empat Tahun Bertakhta, Mangkunegaran Pegang Teguh Budaya

Januari 27, 2026
Ilustrasi TikTok.
Tumbuh

Viral Uninstall Massal TikTok, Gara-gara Pengendali Baru ‘Orang Dekat’ Presiden

Januari 31, 2026
Daerah

436,9 Ribu Pekerja di Jateng Sudah Kantongi BSU

Juli 18, 2025
Daerah

Hujan Mulai Galak, Semarang Siagakan 220 Pompa

Januari 6, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: 452 Desa Sudah Didampingi, Pemprov Jateng: Nggak Cuma Kota yang Boleh Maju
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?