Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jelang Nataru, Wali Kota Turun ke Pasar: Harga Aman, Cabai yang Bikin Deg-degan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Jelang Nataru, Wali Kota Turun ke Pasar: Harga Aman, Cabai yang Bikin Deg-degan

Jelang Natal dan Tahun Baru, urusan dapur warga jadi perhatian serius. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng turun langsung ke pasar buat ngecek harga bahan pokok, memastikan momen liburan akhir tahun nggak ikut dibarengi harga yang melonjak diam-diam. Dari pasar tradisional sampai ritel modern, Pemkot ingin memastikan belanja warga tetap aman tanpa bikin dompet megap-megap.

T. Budianto
Last updated: Desember 14, 2025 9:03 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
INSPEKSI PASAR: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng melakukan inspeksi di Pasar Rasamala, Banyumanik, Sabtu (13/12). (Foto: Humas Pemkot)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kota Semarang memilih tak cuma pantau lewat laporan. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng turun langsung ke pasar buat ngecek satu per satu harga bahan pokok. Targetnya jelas: jelang Nataru, harga jangan ikut liburan naik-naik.

Agustina bareng Forkopimda dan jajaran OPD blusukan ke Pasar Rasamala Banyumanik sampai rak-rak Superindo Sukun, Sabtu (13/12).  Misinya satu: pastikan dapur warga tetap aman, inflasi tetap jinak, dan stok nggak bikin panik emak-emak.

Hasil pantauan di pasar tradisional terbilang adem. Mayoritas harga masih stabil. Tapi, ada satu komoditas yang sukses bikin dahi berkerut: cabai merah. Di lapangan, harganya tembus Rp60 ribu sampai Rp70 ribu per kilogram.

“Setelah dicek, ternyata beda jalur pasokan, beda harga. Pedagang yang ambil langsung dari Bandungan bisa jual lebih murah dibanding yang lewat pasar induk,” kata Agustina.

Baca juga: “Pak Rahman”, Jurus Pemkot Jinakin Harga Pangan

Menurutnya, ini jadi PR klasik tapi penting. Rantai distribusi yang kepanjangan bikin harga gampang naik. Kalau jalur petani ke pedagang bisa dipersingkat, harga di konsumen juga lebih bersahabat. Pemkot pun mendorong sistem distribusi yang lebih efisien biar harga nggak liar pas momen ramai.

Menariknya, di pasar modern justru beberapa bahan pokok terpantau lebih ramah di kantong. Beras, telur, dan daging ayam tercatat lebih murah, dengan stok yang relatif aman. Tapi khusus telur, Pemkot pasang radar ekstra. “Permintaan telur tinggi banget. Stok di pasar tradisional masih dihitung per dua hari, ini yang cukup riskan,” jelasnya.

Untuk itu, Pemkot Semarang sedang menyiapkan pengawasan suplai telur lebih ketat, termasuk mengamankan pasokan dari peternak lokal supaya stok nggak seret dan harga tetap stabil.

Operasi Pasar

Nggak cuma mantau, Pemkot juga siap turun tangan langsung lewat operasi pasar. Rencananya digelar mulai 21 atau 22 Desember 2025, melibatkan banyak pihak: dari Dinas Perdagangan, Ketahanan Pangan, Bulog, sampai PKK, Dharma Wanita, dan mitra pangan lainnya.

“Yang penting harga bisa ditekan dan stok aman. Pasar murah juga melibatkan pedagang besar dan pasar modern supaya ekonomi muternya bareng-bareng,” ujar Agustina.

Karena pasokan pangan Semarang banyak datang dari luar daerah, koordinasi dengan Pemprov Jawa Tengah juga terus digeber. Tujuannya, biar kalau ada sinyal gangguan distribusi, intervensi bisa langsung gas.

Baca juga: Hadapi Nataru, Sampah Jadi Musuh Bersama

Pemantauan ini, kata Agustina, bakal terus jalan sampai akhir tahun. Nggak cuma harga pangan, tapi juga BBM di SPBU dan kesiapan kota menghadapi lonjakan aktivitas warga saat libur panjang.

Di akhir, Agustina ngasih pesan yang cukup nyeletuk ke pedagang: jangan “mremo” alias menaikkan harga kebangetan. “Kalau mremo, risikonya besar. Pemerintah provinsi dan kota bergerak, operasi pasar jalan, intervensi ada. Jadi lebih aman dagang wajar biar ekonomi tetap sehat,” tegasnya. (tebe)

You Might Also Like

Kasus Mirip Nenek Elina Terjadi di Tegal, Rumah Kushayatun Tiba-tiba Dibongkar Paksa

Pantura Kebanjiran: BBM dan Gas Aman

Luthfi Dampingi Mendag Sidak Pasar di Kudus, Pastikan Harga Sembako Stabil

Mobil Listrik Mau Kena Pajak? Santai, Jateng Masih “Mikir Dulu”

Luthfi Cek Rest Area, Biar Liburan Nataru Nggak Jadi Drama

TAGGED:agustina wilujengheadlineliburan natarupemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Pajak RI Disentil Keras, Hashim Blak-blakan Soal Masalah Lama
Next Article Lari 10K, Tapi Efeknya Ngebut: Kota Lama Ramai, UMKM Ikut Senyum

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Rapat Belum Kelar, Asap Rokok dan Game Keburu Viral Dulu, Nah Loh…

Sidang Nadiem Makin Panas, Tuntutan Belasan Tahun Bikin Geger

Jawaban Dibilang Salah, Lomba MPR Malah Berujung Gugatan Panjang

OC Kaligis Laporkan Menkes ke Polda Metro Jaya, Ternyata Terkait Hal Ini

Gerobak Pinggir Jalan Hancur, Disikat Mobil MBG Owi Pulang Tinggalkan Anak Masih Balita

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Expo Jamnas 1 Jatam: MPM PWM Jateng Bawa Beras Premium dan Benih Padi Tahan Lahan Kering

September 20, 2025
Info

Gombel Lama Ditutup Tujuh Bulan

April 20, 2026
Info

War Tiket Dimulai! Mudik Gratis Kemenhub 2026 Siap Dibuka

Februari 28, 2026
Ekonomi

123 Ton Bawang Gelap Nyelonong ke Semarang

Januari 10, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jelang Nataru, Wali Kota Turun ke Pasar: Harga Aman, Cabai yang Bikin Deg-degan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?