BACAAJA, SEMARANG – Pemerintah Thailand bikin publik melongo setelah ngumumin santunan buat korban tewas akibat banjir bisa tembus 2 juta baht atau sekitar Rp1,04 miliar per keluarga. Nominalnya auto bikin kaget!
Keputusan ini diambil usai rapat kabinet yang digelar pemerintah Thailand. Tapi, nggak semua wilayah langsung kebagian santunan maksimal.
Saat ini, bantuan tertinggi baru difokuskan ke Provinsi Songkhla di Thailand selatan karena masih jadi satu-satunya wilayah berstatus darurat.
Bacaaja: Ramai Kenapa Banjir Bandang Besar di Sumatera Tak Masuk Bencana Nasional, Ini Jawaban Tito Karnavian
Bacaaja: Eks Bos BMKG Pernah Kasih Peringatan ke Bobby Nasution Soal Bencana Banjir Dahsyat, Tapi…
“Untuk provinsi tetangga atau daerah lain yang ada korban jiwa, akan dipertimbangkan di tahap berikutnya,” ujar Paradorn Prissanananthakul, Kepala Pusat Operasi Darurat Penanganan Banjir Thailand, dikutip dari Bangkok Post, Kamis (4/12/2025).
Paradorn juga bilang, penyaluran bantuan tetap harus sesuai aturan hukum dan menjunjung keadilan. Pemerintah sadar, ada warga di luar zona darurat yang merasa santunannya nggak adil.
Sementara itu, Sekjen Dewan Keamanan Nasional Thailand, Chatchai Bangchuad, memastikan belum ada rencana menambah status darurat di provinsi lain.
Dalam dua hari terakhir, tercatat 120.949 keluarga sudah menerima santunan dengan total hampir 1,1 miliar baht atau sekitar Rp573 miliar.
Selain itu, 66.187 keluarga lainnya juga bakal segera menyusul, mayoritas berasal dari Songkhla, Pattani, Surat Thani, dan Yala.
Parahnya lagi, banjir besar di Thailand selatan disebut bikin kerugian ekonomi lebih dari 500 miliar baht. Angkanya fantastis!
Besaran santunan korban banjir di Sumatera
Di Indonesia, pemerintah juga menyiapkan santunan buat korban banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bilang, santunan diberikan untuk korban meninggal dunia dan yang luka-luka.
“Untuk yang wafat, santunannya Rp 15 juta, sedangkan yang luka-luka Rp 5 juta,” kata Gus Ipul di Jakarta, Rabu (26/11/2025).
Nggak cuma bantuan awal, Kemensos juga bakal lanjut ke program pemberdayaan, tergantung hasil asesmen. Sementara rehabilitasi dan rekonstruksi bakal digarap bareng BNPB, Kementerian PUPR, dan pemda.
Update korban banjir Sumatera: 940 Orang Meninggal
Bencana banjir dan longsor yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatra masih menyisakan duka mendalam. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga Minggu (7/12/2025) sore, total korban meninggal mencapai 940 orang, sementara 265 orang masih dinyatakan hilang.
Selain itu, lebih dari 5.000 warga mengalami luka-luka, dan sekitar 147.300 unit rumah dilaporkan rusak. Tiga provinsi yang terdampak paling parah yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Untuk tingkat kabupaten/kota, korban jiwa terbanyak tercatat berasal dari Agam, Aceh Tamiang, dan Bener Meriah.
Enam wilayah masih terisolasi
Meski bantuan terus digelontorkan, enam wilayah di tiga provinsi masih terisolasi akibat akses jalan yang terputus. Kondisi ini membuat distribusi bantuan harus dilakukan lewat jalur udara.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan hal tersebut dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh, Minggu malam. Rinciannya:
Aceh
Kabupaten Bener Meriah: 232 desa terdampak
Kabupaten Aceh Tengah: 295 desa di 14 kecamatan
Aceh Tamiang sebelumnya terisolasi, kini sudah bisa diakses via jalur darat
Sumatera Utara
Kabupaten Humbang Hasundutan
Kabupaten Tapanuli Utara
Bantuan logistik untuk wilayah ini sudah dikirim lewat udara. Namun jalur darat dari Tapanuli Utara menuju Tapanuli Tengah via Sibolga masih terputus di Kecamatan Adian Koting.
Sumatera Barat
Kabupaten Agam: beberapa kecamatan dan 5 nagari masih terisolasi
Kabupaten Pesisir Selatan: 1 kecamatan dan 3 nagari belum bisa dijangkau darat
BNPB memastikan bantuan tetap terus disalurkan, khususnya untuk wilayah yang masih tertutup aksesnya. (*)

